Ceritra
Ceritra Warga

Cara Membersihkan Tabung Mesin Cuci dari Kerak dan Jamur

Refa - Tuesday, 10 February 2026 | 03:30 PM

Background
Cara Membersihkan Tabung Mesin Cuci dari Kerak dan Jamur
Mesin Cuci (pexels.com/Andrey Matveev)

Mesin cuci yang sering digunakan tanpa dibersihkan secara rutin akan menumpuk sisa detergen, serat kain, dan kerak air di bagian dalam tabung. Penumpukan ini menciptakan lingkungan lembap yang menjadi sarang pertumbuhan bakteri serta jamur, yang pada akhirnya membuat pakaian hasil cucian terasa kurang bersih atau berbau kurang sedap. Membersihkan mesin cuci secara berkala tidak hanya menjaga aroma pakaian, tetapi juga memperpanjang usia pakai komponen mesin itu sendiri.

Berikut adalah panduan taktis untuk membersihkan mesin cuci secara mendalam agar pakaian selalu wangi dan higienis.

Membersihkan Laci Detergen dan Filter Sisa Serat

Laci tempat menaruh detergen sering kali menyimpan sisa sabun yang mengeras dan menjadi berlendir. Lepaskan laci tersebut, rendam dalam air hangat, dan sikat hingga bersih dari sisa residu. Selain itu, jangan lupakan filter sisa serat (lint filter) yang biasanya berada di dalam tabung atau di bagian bawah mesin. Buang semua kotoran yang terjebak di dalamnya dan cuci bersih di bawah air mengalir. Filter yang tersumbat akan membuat kotoran kembali menempel pada pakaian saat proses pencucian berlangsung.

Melakukan Sterilisasi Tabung dengan Bahan Alami

Untuk membersihkan bagian dalam tabung yang sulit dijangkau, gunakan campuran cuka putih dan soda kue. Masukkan dua cangkir cuka putih ke dalam laci detergen dan jalankan siklus pencucian dengan suhu air panas tanpa pakaian di dalamnya. Setelah satu siklus selesai, tambahkan setengah cangkir soda kue langsung ke dalam tabung dan jalankan siklus bilas tambahan. Cuka berfungsi sebagai disinfektan untuk membunuh kuman, sementara soda kue efektif mengangkat kerak air dan menetralkan bau tidak sedap.

Membersihkan Karet Pintu dan Segel Mesin

Pada mesin cuci buatan depan (front load), karet penyekat pintu sering menjadi tempat mengendapnya air dan kotoran yang memicu tumbuhnya jamur hitam. Usap bagian lipatan karet ini menggunakan kain yang telah dibasahi larutan pemutih atau cuka. Pastikan tidak ada koin, kancing, atau sampah kecil yang tersangkut di area tersebut. Setelah dibersihkan, keringkan dengan kain mikrofiber untuk mencegah kelembapan yang memicu kembalinya jamur.

Membersihkan Saluran Pembuangan dan Pompa

Saluran pembuangan yang kotor dapat menyebabkan air sisa cucian tidak keluar secara maksimal, sehingga bakteri kembali masuk ke dalam tabung. Periksa selang pembuangan di bagian belakang dan pastikan tidak ada penyumbatan. Jika mesin cuci memiliki akses ke filter pompa di bagian depan bawah, buka penutupnya dan keluarkan air sisa serta kotoran yang tertinggal. Lakukan langkah ini setidaknya sebulan sekali agar aliran air tetap lancar dan tidak menimbulkan bau busuk yang menguap ke dalam tabung.

Menjaga Kebiasaan Setelah Mencuci

Kebiasaan kecil setelah mencuci sangat berpengaruh pada kebersihan jangka panjang. Selalu biarkan pintu mesin cuci dan laci detergen terbuka selama minimal satu jam setelah digunakan. Hal ini bertujuan agar sirkulasi udara berjalan lancar dan bagian dalam mesin mengering dengan sempurna. Menutup pintu mesin cuci saat bagian dalamnya masih basah akan menjebak kelembapan yang memicu aroma apek muncul kembali dalam hitungan jam.

Mesin Bersih, Pakaian Lebih Higienis

Mesin cuci yang terawat adalah kunci utama dari pakaian yang benar-benar bersih dan sehat. Dengan meluangkan waktu untuk melakukan pembersihan rutin sebulan sekali, kualitas serat kain akan lebih terjaga dan risiko iritasi kulit akibat kuman pada pakaian dapat diminimalisir. Kebersihan mesin adalah investasi sederhana untuk kenyamanan berpakaian setiap hari.

Logo Radio
🔴 Radio Live