Sejarah Tragis dan Kelam di Balik Renyahnya Cakwe
Nisrina - Tuesday, 10 February 2026 | 02:15 PM


Siapa yang tidak mengenal cakwe. Kudapan berbentuk lonjong berwarna cokelat keemasan ini sangat mudah ditemui di pinggir jalan hingga restoran mewah. Teksturnya yang renyah di luar namun lembut dan berongga di dalam membuatnya menjadi teman setia bubur ayam atau sekadar camilan sore dengan saus sambal asam manis.
Namun di balik kenikmatan rasanya yang gurih tersimpan sebuah kisah sejarah yang sangat kelam. Cakwe bukanlah sekadar adonan tepung yang digoreng begitu saja. Makanan ini lahir dari rasa amarah dendam dan kesedihan rakyat Tiongkok kuno terhadap sebuah ketidakadilan politik yang merenggut nyawa seorang pahlawan besar.
Mungkin Anda akan terkejut mengetahui bahwa setiap kali Anda menggigit cakwe Anda sebenarnya sedang menyimbolkan tindakan memakan daging seorang pengkhianat negara. Artikel ini akan membawa Anda kembali ke masa Dinasti Song untuk menelusuri kisah tragis Jenderal Yue Fei dan bagaimana kemarahan rakyat berubah menjadi salah satu kuliner paling legendaris di Asia.
Pahlawan Setia Jenderal Yue Fei

Patung Jenderal Yue Fei
Kisah ini bermula pada abad ke 12 di masa Dinasti Song Selatan. Saat itu Tiongkok sedang menghadapi serangan bertubi tubi dari bangsa Jurchen atau Dinasti Jin dari utara. Di tengah kekacauan tersebut muncullah seorang jenderal militer yang sangat brilian bernama Yue Fei.
Yue Fei dikenal sebagai sosok yang sangat patriotik setia dan memiliki kemampuan strategi perang yang luar biasa. Ia berhasil memimpin pasukannya untuk memenangkan banyak pertempuran melawan pasukan Jin dan merebut kembali wilayah wilayah yang sempat diduduki musuh. Rakyat sangat mencintainya dan menganggapnya sebagai simbol harapan dan benteng pertahanan negara.
Kesetiaan Yue Fei kepada kaisar dan negara tidak perlu diragukan lagi. Ia bahkan memiliki tato di punggungnya yang bertuliskan Jin Zhong Bao Guo yang berarti "Setia Sepenuh Hati Membela Negara". Namun popularitas dan kesuksesan Yue Fei di medan perang justru menjadi ancaman bagi pihak lain di dalam istana.
Pengkhianatan Qin Hui dan Istrinya
Di istana kaisar terdapat seorang Perdana Menteri atau pejabat tinggi bernama Qin Hui. Berbeda dengan Yue Fei yang ingin terus berjuang mengusir penjajah Qin Hui justru menginginkan perdamaian dengan bangsa Jin meskipun dengan syarat syarat yang merugikan Dinasti Song.
Qin Hui melihat Yue Fei sebagai penghalang utama bagi rencana perdamaiannya. Selain itu ada rasa iri dan dengki melihat betapa rakyat lebih memuja sang jenderal daripada pejabat istana. Didorong oleh hasutan istrinya yang bernama Lady Wang Qin Hui mulai menyusun rencana jahat untuk menyingkirkan Yue Fei selamanya.
Qin Hui memfitnah Yue Fei dengan tuduhan palsu bahwa sang jenderal berniat memberontak terhadap kaisar. Ia memanipulasi surat perintah kaisar untuk memanggil Yue Fei pulang dari medan perang tepat saat pasukannya sedang unggul. Yue Fei yang setia pun menurut dan kembali ke ibu kota.
Eksekusi Tragis di Paviliun Fengbo

Patung Qin Hui dan istrinya di Kuil Yue Fei
Setibanya di ibu kota Yue Fei langsung ditangkap dan dipenjara. Qin Hui berusaha mencari bukti pengkhianatan Yue Fei namun tidak pernah menemukannya karena memang Yue Fei tidak bersalah. Ketika ditanya apa bukti kesalahan Yue Fei Qin Hui hanya menjawab dengan kalimat legendaris Mo Xu You yang artinya "Mungkin ada" atau "Tidak perlu ada alasannya".
Akhirnya pada tahun 1142 Jenderal Yue Fei yang agung dieksekusi mati di Paviliun Fengbo atas perintah Qin Hui. Ia meninggal dalam usia 39 tahun meninggalkan duka yang mendalam bagi seluruh rakyat. Tidak hanya Yue Fei putranya yang bernama Yue Yun dan bawahan setianya juga ikut dieksekusi.
Kabar kematian Yue Fei menyebar dengan cepat. Rakyat jelata merasa sangat terpukul marah dan benci kepada Qin Hui serta istrinya Lady Wang yang dianggap sebagai dalang di balik tragedi ini. Namun mereka tidak berani protes secara terbuka karena takut dihukum mati oleh Qin Hui yang berkuasa.
Protes Kuliner dari Penjual Makanan
Di ibu kota Lin'an (sekarang Hangzhou) kemarahan rakyat tidak terbendung lagi. Alkisah ada dua orang pedagang makanan yang lapaknya bersebelahan. Satu pedagang bernama Wang Xiaoer yang menjual kue wijen dan satu lagi bernama Li Si yang menjual makanan gorengan.
Suatu hari saat sedang membicarakan kematian Yue Fei mereka berdua merasa sangat geram. Untuk melampiaskan kemarahan tersebut mereka mengambil adonan tepung. Wang Xiaoer membentuk adonan menyerupai sosok Qin Hui yang kecil sedangkan Li Si membentuk adonan menyerupai Lady Wang.
Kedua adonan yang menyerupai manusia itu kemudian ditempelkan punggungnya satu sama lain lalu dipilin. Hal ini menyimbolkan bahwa suami istri pengkhianat itu harus diikat bersama sama. Setelah itu mereka melemparkan adonan tersebut ke dalam kuali berisi minyak panas yang mendidih.
Minyak panas tersebut menyimbolkan hukuman di neraka. Rakyat percaya bahwa pengkhianat seperti Qin Hui dan istrinya pantas digoreng di neraka atas kejahatan mereka. Sambil menggoreng kedua pedagang itu berteriak "Ayo lihat Qin Hui digoreng!".
Lahirnya Nama You Zha Qin Hui
Teriakan kedua pedagang itu menarik perhatian orang orang yang lewat. Mereka berkerumun melihat adonan berbentuk dua orang yang sedang digoreng kering. Karena rasa benci yang sama kepada Qin Hui orang orang pun mulai membeli gorengan tersebut dan memakannya dengan lahap seolah olah mereka sedang menghancurkan tubuh sang pengkhianat.
Kudapan itu awalnya diberi nama You Zha Qin Hui yang secara harfiah berarti "Qin Hui yang digoreng minyak". Makanan ini dengan cepat menjadi sangat populer di seluruh ibu kota dan menyebar ke berbagai daerah. Bentuknya yang terdiri dari dua batang adonan yang menempel melambangkan Qin Hui dan Lady Wang yang sedang menjalani hukuman bersama.
Seiring berjalannya waktu agar lebih mudah diucapkan dan mungkin untuk menghindari masalah dengan penguasa saat itu namanya dipersingkat menjadi You Zha Gui atau "Hantu yang digoreng minyak". Kata "Gui" (Hantu/Setan) digunakan untuk menggantikan nama Qin Hui karena ia dianggap sebagai iblis berwujud manusia.
Evolusi Menjadi Cakwe di Indonesia
Dari nama You Zha Gui dalam dialek Mandarin nama ini berubah ketika dibawa oleh para perantau dari Hokkien atau Fujian. Dalam dialek Hokkien makanan ini disebut Iu Char Kway. "Iu" berarti minyak "Char" berarti goreng dan "Kway" berarti hantu atau setan.
Ketika para imigran Tionghoa masuk ke Indonesia pelafalan Iu Char Kway perlahan lahan diserap dan disesuaikan dengan lidah lokal menjadi "Cakwe". Jadi secara etimologi kata "Cakwe" di Indonesia masih mengandung arti "Hantu yang digoreng". Hantu yang dimaksud tentu saja adalah roh jahat Qin Hui dan istrinya.
Hingga hari ini di depan makam Jenderal Yue Fei di Hangzhou terdapat patung besi Qin Hui dan Lady Wang yang sedang berlutut dengan tangan terikat. Selama berabad abad pengunjung yang datang sering meludahi atau memukul patung tersebut sebagai tanda kebencian.
Makna di Balik Setiap Gigitan
Kini cakwe telah bertransformasi menjadi makanan global. Di Tiongkok ia disebut Youtiao dan dimakan sebagai teman susu kedelai hangat saat sarapan. Di Indonesia ia disajikan dengan saus merah cair yang rasanya asam pedas manis.
Meskipun cara penyajiannya berbeda filosofi di baliknya tetap sama. Cakwe adalah simbol perlawanan rakyat kecil terhadap tirani dan ketidakadilan. Ia adalah monumen sejarah yang bisa dimakan. Sebuah pengingat bahwa kejahatan mungkin bisa menang sesaat namun kebenaran akan selalu dikenang selamanya.
Jadi lain kali Anda membeli cakwe di pinggir jalan ingatlah bahwa Anda tidak hanya sedang membeli gorengan. Anda sedang memegang sepotong sejarah tentang kesetiaan kepahlawanan dan hukuman bagi mereka yang mengkhianati kepercayaan rakyat.
Next News

Cara Membersihkan Tabung Mesin Cuci dari Kerak dan Jamur
in 5 hours

5 Trik Mencuci Baju di Musim Hujan Agar Tetap Wangi Tanpa Matahari
in 4 hours

Bahaya Smiling Depression Saat Senyum Menutupi Luka Batin
in 7 hours

10 Cara Ampuh Mengatasi Stres Kerja Agar Mental Tetap Waras
in 6 hours

Panduan Aman Membersihkan Layar HP dan Laptop Tanpa Merusak Lapisan Pelindung
in 3 hours

Waspada Kesedihan Ditinggal Orang Tercinta Bisa Picu Depresi Berat dan Diagnosis BPD
in an hour

Memahami 5 Stages of Grief Kübler Ross Agar Hati Kembali Pulih
3 minutes ago

Cara Mencatat Hasil Rapat yang Fokus
in 2 hours

Rapat Selesai Tapi Otak Kosong? Gunakan Teknik Transisi 5 Menit untuk Rebut Kembali Fokus
in 42 minutes

Waspada Burnout Syndrome Kelelahan Bekerja yang Lebih Bahaya dari Stres
2 hours ago






