Tren Rollable Phone Mulai Menguasai Pasar Geser Dominasi Foldable Phone
Refa - Friday, 12 December 2025 | 02:54 AM


Lima tahun terakhir, dunia gadget didominasi oleh kehadiran ponsel lipat atau foldable phone. Bentuknya yang bisa ditekuk seperti buku atau kotak bedak dianggap sebagai inovasi paling radikal setelah era layar sentuh dimulai. Namun, di akhir tahun 2025 ini, kejayaan ponsel lipat mulai mendapatkan penantang serius. Teknologi baru bernama rollable phone atau ponsel layar gulung kini mulai keluar dari sekadar konsep pameran dan resmi masuk ke genggaman konsumen.
Pergeseran tren ini bukan tanpa alasan. Meskipun ponsel lipat sudah sangat canggih, masih ada satu keluhan abadi yang sulit dihilangkan, yaitu garis bekas lipatan (crease) di tengah layar. Ponsel layar gulung hadir menjawab keresahan tersebut dengan menawarkan pengalaman layar luas yang benar-benar mulus tanpa cacat visual sedikit pun.
Sihir Motorisasi dalam Genggaman
Cara kerja ponsel layar gulung terasa jauh lebih futuristik dibandingkan pendahulunya. Jika ponsel lipat harus dibuka secara manual menggunakan dua tangan, ponsel gulung bekerja dengan sistem motorisasi otomatis. Cukup menekan satu tombol atau melakukan gestur usap (swipe) di sisi bodi, ponsel yang tadinya seukuran genggaman tangan biasa akan melebar atau memanjang secara perlahan.
Layar fleksibel yang tersembunyi di dalam bodi ponsel akan "keluar" memanjang, mengubah perangkat berukuran 6 inci menjadi tablet mini 7,5 inci dalam hitungan detik. Transisi ini terlihat sangat halus dan magis, seolah-olah memegang gulungan kertas digital masa depan. Tidak ada engsel tebal, tidak ada bodi yang menjadi dua kali lipat tebalnya saat ditutup. Ponsel gulung tetap ramping saat dalam mode normal, membuatnya jauh lebih nyaman dikantongi di saku celana jeans yang ketat sekalipun.
Visual Tanpa Gangguan
Keunggulan mutlak dari teknologi ini adalah integritas layarnya. Karena layar tidak ditekuk patah melainkan digulung dengan radius lengkung yang lebih luas di dalam mesin, permukaan layar tetap rata sempurna saat dibentangkan.
Bagi penikmat film atau gamer, ini adalah kabar gembira. Tidak ada lagi pantulan cahaya aneh di tengah layar atau sensasi rabaan yang tidak rata saat jari melintasi bagian tengah ponsel. Menonton video menjadi pengalaman yang imersif sepenuhnya tanpa gangguan garis vertikal maupun horizontal.
Durability yang Semakin Teruji
Pada awal kemunculannya sebagai konsep, banyak yang meragukan ketahanan mekanis ponsel gulung. Ketakutan akan debu yang masuk ke mekanisme gulungan atau motor yang macet menjadi isu utama. Namun, produk-produk yang rilis di akhir 2025 ini telah membuktikan kematangan riset para insinyur teknologi.
Struktur penyangga layar kini dibuat lebih kokoh namun fleksibel, menyerupai rantai tank yang sangat tipis di bagian belakang panel. Sistem penyapu debu otomatis di celah layar juga memastikan mekanisme gulungan tetap bersih setiap kali layar dibuka-tutup. Meskipun harganya masih tergolong premium dan lebih mahal dari ponsel lipat flagship, ponsel layar gulung menawarkan prestise dan kenyamanan visual yang belum pernah ada sebelumnya.
Tahun 2026 diprediksi akan menjadi tahun di mana kita semakin sering melihat orang "memanjangkan" ponselnya di tempat umum, bukan lagi melipatnya.
Next News

Bingung Pilih Earphone Kabel atau TWS? Ini Jawaban Paling Jujur
a day ago

Kenapa OTP Tidak Boleh Dibagikan? Berikut Bahaya Nyatanya
a day ago

Panduan Wajib Sebelum Factory Reset, Biar Data Tetap Selamat
a day ago

HP Lemot dan Panas Terus? Kenali Ciri-Ciri Ponsel yang Terserang Virus
a day ago

Cara Bikin Kata Sandi Kuat Tanpa Bikin Pusing
a day ago

Pakar ITB Bongkar Cara Simpel Hindari Aquaplaning
2 days ago

Sebelum Beli Smartwatch, Baca Ini Dulu Biar Nggak Nyesel
3 days ago

Ponsel Tiba-tiba Overheat dan Ngelag? Jangan Panik, Ini Alasannya
3 days ago

Baterai Tinggal Merah? Mode Hemat Daya atau Mode Pesawat, Mana yang Lebih Awet?
3 days ago

Terdengar Cerdas Tapi Salah, Ini Cara Kerja AI Sebenarnya
3 days ago






