Sebelum Beli Smartwatch, Baca Ini Dulu Biar Nggak Nyesel
Refa - Monday, 12 January 2026 | 03:00 PM


Jam tangan pintar atau smartwatch kini bukan lagi sekadar aksesori gaya hidup, melainkan telah menjadi perangkat pendukung aktivitas harian. Berbagai jenama teknologi berlomba-lomba merilis produk dengan fitur kesehatan dan produktivitas yang canggih.
Namun, dengan harga yang relatif tidak murah, calon pembeli sering kali dihadapkan pada pertanyaan mendasar, apakah perangkat ini benar-benar sebuah kebutuhan atau hanya keinginan semata?
Untuk membantu mengambil keputusan, berikut adalah uraian teknis mengenai nilai tambah (plus) dan keterbatasan (minus) dari penggunaan smartwatch.
Kelebihan (Nilai Plus)
1. Pemantauan Kesehatan Secara Real-Time. Ini adalah fitur utama yang menjadi alasan terbesar orang membeli smartwatch. Perangkat ini dilengkapi sensor biometrik di bagian belakang yang menempel pada kulit. Sensor ini mampu mengukur detak jantung, kadar oksigen dalam darah (SpO2), tingkat stres, hingga kualitas tidur. Bagi pengguna yang memiliki riwayat penyakit jantung atau ingin memperbaiki pola tidur, data yang disajikan perangkat ini sangat bermanfaat sebagai rujukan awal medis.
2. Praktis dalam Mengelola Notifikasi. Smartwatch memungkinkan pengguna melihat pesan masuk, panggilan telepon, atau notifikasi kalender langsung dari pergelangan tangan tanpa perlu mengeluarkan ponsel dari saku atau tas. Fitur ini sangat efektif bagi pengguna yang sering berkendara motor, sedang berolahraga, atau berada dalam rapat yang tidak memungkinkan untuk memegang ponsel.
3. Fitur Keselamatan Darurat. Beberapa smartwatch kelas atas (seperti Apple Watch atau Samsung Galaxy Watch) memiliki fitur Fall Detection. Sensor gyroscope dan accelerometer akan mendeteksi jika pengguna terjatuh dengan keras. Jika tidak ada respons gerakan setelah jatuh, jam tangan akan secara otomatis menghubungi nomor darurat dan mengirimkan lokasi GPS pengguna ke kontak keluarga.
4. Motivasi Bergerak. Sistem pada jam tangan pintar dirancang dengan metode "gamifikasi". Pengguna akan diberikan target harian (seperti jumlah langkah atau kalori yang terbakar) dan mendapatkan lencana digital jika berhasil mencapainya. Mekanisme psikologis ini terbukti efektif memicu pengguna untuk lebih aktif bergerak dan tidak duduk terlalu lama.
Kekurangan (Nilai Minus)
1. Masalah Daya Tahan Baterai. Ini adalah kelemahan terbesar smartwatch dibandingkan jam tangan konvensional. Karena memiliki layar berwarna, prosesor, dan sensor yang terus aktif, baterai smartwatch umumnya hanya bertahan 1 hingga 2 hari. Pengguna harus menambah rutinitas harian untuk mengisi daya jam tangan. Jika lupa mengisi daya, perangkat menjadi mati total dan tidak bisa digunakan bahkan sekadar untuk melihat jam.
2. Redundansi (Fungsi Ganda). Hampir semua fungsi yang ada di smartwatch sebenarnya sudah tersedia di ponsel pintar. Membaca pesan, melihat cuaca, menghitung langkah, atau menyetel alarm bisa dilakukan di ponsel. Bagi sebagian orang, membeli smartwatch terasa seperti membayar mahal untuk memindahkan fungsi layar ponsel ke layar yang lebih kecil di pergelangan tangan.
3. Potensi Gangguan Fokus (Distraction). Kemudahan notifikasi bisa menjadi pedang bermata dua. Getaran konstan di pergelangan tangan setiap kali ada pesan WhatsApp atau email masuk dapat mengganggu konsentrasi saat bekerja atau beristirahat. Pengguna sering kali merasa "terteror" untuk segera merespons pesan karena notifikasi tersebut menempel langsung di tubuh.
4. Akurasi Sensor pada Produk Murah. Tidak semua smartwatch memiliki kualitas sensor yang sama. Jam tangan pintar dengan harga sangat murah sering kali memberikan data kesehatan yang tidak akurat (misalnya hitungan langkah yang bertambah saat mengendarai motor, atau detak jantung yang tidak valid). Mengandalkan data dari perangkat murah justru bisa memberikan informasi kesehatan yang menyesatkan.
Kesimpulan
Pembelian smartwatch sangat disarankan bagi pengguna yang aktif berolahraga atau memiliki perhatian khusus pada kondisi kesehatan (jantung/tidur). Perangkat ini sangat membantu pencatatan data fisik secara otomatis.
Namun, bagi pengguna yang hanya membutuhkan penunjuk waktu dan tidak ingin direpotkan dengan kewajiban mengisi daya baterai setiap hari, jam tangan analog atau digital konvensional tetap menjadi pilihan yang lebih praktis dan efisien.
Next News

Bingung Pilih Earphone Kabel atau TWS? Ini Jawaban Paling Jujur
15 hours ago

Kenapa OTP Tidak Boleh Dibagikan? Berikut Bahaya Nyatanya
19 hours ago

Panduan Wajib Sebelum Factory Reset, Biar Data Tetap Selamat
19 hours ago

HP Lemot dan Panas Terus? Kenali Ciri-Ciri Ponsel yang Terserang Virus
20 hours ago

Cara Bikin Kata Sandi Kuat Tanpa Bikin Pusing
20 hours ago

Pakar ITB Bongkar Cara Simpel Hindari Aquaplaning
2 days ago

Ponsel Tiba-tiba Overheat dan Ngelag? Jangan Panik, Ini Alasannya
3 days ago

Baterai Tinggal Merah? Mode Hemat Daya atau Mode Pesawat, Mana yang Lebih Awet?
3 days ago

Terdengar Cerdas Tapi Salah, Ini Cara Kerja AI Sebenarnya
3 days ago

Kenapa Akun Sosial Media Tiba-tiba Bisa Dibajak?
4 days ago






