Pakar ITB Bongkar Cara Simpel Hindari Aquaplaning
Refa - Tuesday, 13 January 2026 | 04:00 PM


Yannes Martinus Pasaribu, pengamat otomotif sekaligus akademisi dari Institut Teknologi Bandung (ITB), membagikan sejumlah langkah pencegahan untuk menghindari aquaplaning atau hydroplaning saat berkendara di jalan basah.
Aquaplaning merupakan kondisi ketika ban kendaraan kehilangan daya cengkeram akibat lapisan air di permukaan jalan, sehingga kendaraan tidak lagi merespons kendali pengemudi. Situasi ini kerap terjadi di ruas jalan yang basah, becek, atau tergenang air, terutama ketika kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi.
Menurut Yannes, risiko aquaplaning meningkat seiring bertambahnya kecepatan kendaraan. Pada kecepatan tinggi, alur kembang ban kesulitan membuang air secara optimal. Kondisi ban yang sudah aus atau memiliki kedalaman alur yang minim juga memperbesar risiko karena daya cengkeramnya menurun. Selain itu, genangan air yang cukup dalam serta tekanan angin ban yang tidak sesuai standar turut menjadi faktor pemicu terjadinya aquaplaning.
Untuk meminimalkan risiko, Yannes menyarankan pengemudi menghindari kecepatan tinggi saat melintasi jalan basah atau becek. Kecepatan ideal dalam kondisi tersebut berada di kisaran 50 km per jam. Pengemudi juga diminta rutin memeriksa kondisi ban dan memastikan kembang ban masih layak serta tidak aus.
Ia menekankan pentingnya menjaga tekanan angin ban sesuai rekomendasi pabrikan. Tekanan ban yang terlalu rendah dapat mengurangi kemampuan ban membuang air dan meningkatkan potensi aquaplaning. Selain itu, pengemudi disarankan menghindari jalur yang terdapat genangan air. Jika tidak memungkinkan, kurangi kecepatan dan hindari pengereman mendadak.
Yannes juga menjelaskan langkah yang dapat dilakukan apabila kendaraan terlanjur mengalami aquaplaning. Pengemudi diminta tetap tenang dan tidak panik, karena reaksi berlebihan justru dapat memperburuk situasi. Lepaskan pedal gas secara perlahan dan biarkan kendaraan melambat dengan sendirinya tanpa melakukan pengereman atau manuver mendadak.
Langkah lain yang dapat dilakukan adalah mengarahkan kendaraan secara perlahan ke area yang lebih aman. Jika memungkinkan, pengemudi dapat mengarahkan kendaraan ke pinggir jalan hingga kondisi kembali stabil.
Next News

Lagu "MBG" Viral, Muncul Pertanyaan Besar: Apakah AI Sedang Membunuh Seni?
7 hours ago

iPad, Laptop, atau HP, Pilih Gadget Sesuai Kebutuhan Kerjamu
2 days ago

Saat Data Menjadi Aset Baru: Mengenal Kedaulatan Digital Indonesia
9 days ago

Google Mulai Ditinggalkan, TikTok Jadi Referensi Utama Anak Muda
14 days ago

Panduan Upgrade Skill Excel Agar CV Kamu Bukan Sekadar Janji
15 days ago

Evolusi Teknologi Mendengar Musik: Dari Benda Fisik Hingga Jadi Kode Digital
23 days ago

Gerah Maksimal! Kenali Tanda Freon AC Bermasalah Sekarang
22 days ago

Biar Nggak Salah Sebut: Membedah Perbedaan SLR, DSLR, Mirrorless, dan Kamera Instan
24 days ago

Pilih Earphone TWS atau Kabel? Simak Perbandingan Lengkapnya
a month ago

Cara Mengubah Deadline Jadi Seru dengan Keyboard Mekanik
a month ago





