Tips Menghilangkan Pegal dengan Bekam: Aman dan Menyehatkan
Shannon - Tuesday, 30 June 2026 | 11:00 AM


Menelusuri Sensasi Bekam: Ritual Buang Darah Kotor yang Bikin Nagih
Pernah nggak sih kalian lagi di tempat gym atau kolam renang, terus nggak sengaja lihat punggung orang penuh dengan bulatan merah keunguan yang simetris? Kalau orang awam yang nggak tahu apa-apa, mungkin bakal mikir itu orang habis berantem sama gurita raksasa atau habis kena tanda cinta alien. Tapi buat kita yang tinggal di Indonesia, pemandangan itu sudah sangat lumrah. Ya, itulah jejak-jejak sisa perjuangan dari terapi bekam.
Bekam, atau bahasa kerennya cupping therapy, itu sebenarnya barang lama yang dipoles lagi jadi tren gaya hidup sehat masa kini. Dulu mungkin kita cuma sering lihat bapak-bapak di masjid yang nawarin jasa ini, atau tempat praktik alternatif di pinggir jalan dengan spanduk warna hijau mencolok. Tapi sekarang, jangan kaget kalau kalian masuk ke klinik kecantikan atau pusat rehabilitasi atlet kelas kakap, bekam sudah masuk ke dalam daftar menu pelayanan mereka. Bahkan atlet sekaliber Michael Phelps pun bangga pamer bekas bulatan merah di pundaknya saat Olimpiade dulu. Gengsinya naik drastis, kan?
Kenapa Sih Harus Dibekam?
Jujurly, motivasi orang buat nyobain bekam itu macam-macam. Ada yang emang niatnya ibadah karena menjalankan sunnah Rasul, ada yang karena udah frustrasi sama pegal-pegal yang nggak hilang meski udah dipijat dua jam, sampai ada yang sekadar penasaran gara-gara lihat konten di TikTok. Inti dari terapi ini sebenarnya sederhana banget: menarik darah yang dianggap "kotor" atau darah statis yang terjebak di bawah jaringan kulit menggunakan alat vakum khusus.
Bayangin aja tubuh kita ini kayak pipa saluran air. Kalau kelamaan dipakai, pasti ada kerak-kerak atau endapan yang bikin alirannya nggak lancar. Nah, bekam ini fungsinya kayak "sedot WC" buat sistem peredaran darah kita. Dengan ditariknya darah-darah yang penuh toksin itu keluar, tubuh dipaksa buat memproduksi darah baru yang lebih segar dan kaya oksigen. Efeknya? Badan rasanya jadi enteng banget, kayak beban hidup habis gajian tapi cicilan udah lunas semua.
Sensasi "Sakit yang Enak"
Kalau ditanya rasanya gimana, saya bakal bilang: "Sakit sih, tapi nagih." Prosesnya dimulai dengan penempelan kop di titik-titik tertentu, biasanya di punggung. Pas kulit kita mulai kesedot ke dalam gelas vakum itu, rasanya kayak kulit ditarik-tarik pakai vacuum cleaner. Nyut-nyutan dikit, tapi ada sensasi rileks yang aneh. Setelah beberapa menit, kop dilepas, terus kulit kita ditusuk pelan-pelan pakai jarum steril (bekam basah) atau disayat tipis banget. Tenang, jarumnya modern kok, nggak kayak jarum jahit ibu di rumah.
Pas darahnya keluar dan masuk ke dalam cup, di situlah momen kepuasan hakiki muncul. Melihat darah yang warnanya gelap dan kental keluar dari badan itu ada kepuasan psikologis tersendiri. Seolah-olah semua dosa dan kolesterol jahat dari martabak semalam ikut luruh bersama darah itu. Memang kedengarannya agak ngeri, tapi buat yang sudah terbiasa, momen ini justru ditunggu-tunggu. Rasanya kayak lagi detox total tanpa harus minum jus sayur yang rasanya kayak rumput lapangan bola.
Antara Medis, Mitos, dan Lifestyle
Tentu saja, yang namanya pengobatan tradisional pasti selalu berbenturan sama pandangan medis konvensional. Ada dokter yang setuju-setuju saja selama prosedurnya higienis, tapi ada juga yang masih skeptis dan menganggap ini cuma efek plasebo. Tapi ya balik lagi, kalau memang setelah bekam badan jadi segar dan produktivitas naik, kenapa enggak? Toh, banyak penelitian yang menyebutkan kalau bekam efektif buat meredakan nyeri otot kronis, migrain, sampai masalah jerawat yang nggak kelar-kelar.
Hanya saja, satu pesan penting buat teman-teman yang mau nyobain: jangan sembarangan pilih tempat. Pastikan praktisinya bersertifikat dan alatnya beneran steril. Jangan sampai niatnya mau sehat, malah pulang-pulang bawa infeksi gara-gara jarumnya dipakai gantian. Serem banget, kan? Bekam itu bukan cuma soal mengeluarkan darah, tapi soal keamanan dan ketepatan titik anatomi tubuh. Nggak semua bagian tubuh boleh ditarik-tarik sembarangan.
Kesimpulan: Layak Dicoba atau Skip Saja?
Menurut opini saya pribadi, bekam itu salah satu self-care yang paling underrated buat anak muda jaman sekarang yang kerjanya cuma duduk di depan laptop sambil nahan encok. Di tengah gempuran tren skincare mahal dan suplemen yang harganya selangit, bekam menawarkan solusi yang lebih "membumi" dan terasa efeknya secara instan ke fisik kita.
Memang sih, bekas bulatannya bakal bertahan sekitar 3 sampai 5 hari. Jadi kalau kalian ada rencana mau pakai baju backless buat pesta atau mau kondangan, mungkin jadwal bekamnya perlu digeser. Tapi kalau cuma buat aktivitas sehari-hari, ya cuek aja. Anggap saja itu tato temporer hasil perjuangan melawan toksin dalam tubuh. Jadi, gimana? Berani coba buat "disedot" atau masih betah sama rasa pegal yang nggak berujung itu?
Dunia medis memang terus berkembang, tapi terkadang cara-cara lama yang sudah ada sejak ribuan tahun lalu tetap punya tempat spesial karena memang terbukti khasiatnya. Bekam bukan cuma soal tradisi, tapi soal mendengarkan apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh tubuh kita yang sudah terlalu lelah bekerja rodi ini. Selamat mencoba, dan rasakan sendiri sensasi jadi "manusia gurita" demi kesehatan yang lebih paripurna.
Next News

Sukses Tapi Cemas? Mungkin Kamu Kena 'Imposter Syndrom'
2 minutes ago

Baju Warna Apa Pun Tetap Cakep Pakai Denim, Ini Rahasianya
3 hours ago

Fungsi Penting Hidran Kebakaran yang Sering Diabaikan Warga
5 hours ago

Segar Banget! Intip Tren Visual Lemon di Musik Korea Terbaru
6 days ago

Rahasia Kulit Lembap: Pilih Body Serum, Cream, atau Lotion?
7 days ago

Intip Keseruan Allo Bank Festival 2026, Pesta Musik Paling Ramai Dibicarakan Bulan Ini
8 days ago

Hobi Belanja Online? Lakukan Hal Ini Sebelum Buang Sampah Paket
8 days ago

Penantian Abad Ini Berakhir, Pre-order GTA VI Resmi Dibuka
11 days ago

Misteri Bulan-Bulan Dalam 1 Tahun yang Tak Terasa Kunjung Usai dan yang Terasa Singkat, Begini Penjelasan Ilmiahnya
11 days ago

Bosan Penampilan Lama? Yuk Coba Warna Rambut yang Lagi Viral
12 days ago




