Ternyata, Mikroplastik Sudah Masuk ke Tubuh Manusia, Loh!
Refa - Thursday, 29 January 2026 | 04:30 PM


Bayangkan kamu sedang minum segelas air dingin di tengah hujan, lalu tiba-tiba kamu sadar bahwa selama ini, plastik kecil mikroskopik sudah menari di dalam tubuhmu. Hasil penelitian 2022‑2024 ini memang membawakan fakta yang bikin perut berbisa: mikroplastik tak hanya terjebak di perut, tapi ia melintasi dinding usus, masuk ke aliran darah, dan bahkan menghantam plasenta ibu hamil serta berselimut di ASI. Kalau sebelumnya kita hanya khawatir tentang plastik di makanan, sekarang semua orang mulai ngerasa, "Yah, bahkan jari-jari kami kan terkontaminasi!"
Jadi, apa sih yang membuat partikel mikroskopik ini lincah menembus dinding biologis? Yuk, kita intip prosesnya secara santai.
Bagaimana Mikroplastik Menembus Dinding Usus?
- Ukuran partikel—Mikroplastik biasanya berukuran 1–5 mm, tetapi ada versi lebih kecil, "nanoplastik" (diameter kurang 100 nm). Kecilnya partikel ini membuatnya mudah diserap lewat sel-sel lining usus.
- Transportasi paratis—Ada dua jalur utama: 1) transcellular (melalui sel) dan 2) paracellular (antara sel). Pada sel usus, reseptor dan pori-pori bisa secara tidak sengaja "mengizinkan" masuknya partikel ini.
- Peradangan dan ketegangan usus—Kondisi seperti irritable bowel syndrome atau luka usus dapat membuka "lubang" ekstra, sehingga mempermudah mikroplastik masuk ke aliran darah.
Semua ini seolah‑olah ada "pintu kunci" yang terserah microplastik, seolah‑olah dia punya kunci yang pas di depan pintu gerbang tubuh.
Masuk ke Aliran Darah: Jalan ke Seluruh Tubuh
Setelah lolos dari dinding usus, mikroplastik masuk ke vena portal, lalu ke hati. Hati biasanya memfilter segala zat asing, namun sebagian mikroplastik cukup "cepat" melewati filter dan langsung mengalir ke sistem sistemik yang artinya ke seluruh organ. Ini seperti seseorang yang lolos dari penjara dan langsung merantau ke kota lain.
Di dalam darah, partikel ini beredar bersama oksigen dan nutrisi, dan bisa menempel di sel-sel tubuh. Beberapa penelitian menandakan bahwa mikroplastik bisa berinteraksi dengan protein dan lipid, menjadikan ia seperti "suku kecil" yang menempel di sel dan bahkan di organ penting.
Plasenta
Plasenta berfungsi menahan sebagian zat berbahaya dari darah ibu, tapi ternyata ia tidak sepenuhnya aman. Mikroplastik, terutama yang berukuran nanometer, dapat menembus lapisan plasenta melalui mekanisme transendothelial (menembus sel-sel endotel) dan paracellular (menembus antara sel).
Penelitian tahun 2023 di laboratorium terkemuka menemukan bahwa partikel plastik 50 nm masuk ke jaringan plasenta dan bahkan ditemukan di sel-sel janin. Jadi, tidak sekadar "cairan yang tak terjelas" yang masuk, tapi juga partikel fisik yang bisa berakumulasi di jaringan janin.
ASI: Sumber Nutrisi Sehari‑hari Si Kecil
Kehebohan berikutnya? Partikel mikroplastik ditemukan di ASI. Pada 2024, sampel dari 150 ibu hamil di beberapa kota besar menunjukkan rata-rata 0,3–1,5 mikroplastik per mililiter ASI. Ini berarti, bayi yang sudah mulai merasakan ASI mungkin sudah "menelan" partikel kecil ini sejak dini.
Asi memuat sel-sel imun, antibodi, dan nutrisi penting—maka partikel ini bisa masuk ke sistem imun bayi sekaligus ke organ organ penting yang masih dalam proses perkembangan.
Potensi Dampak
- Perkembangan janin—Mikroplastik dapat menimbulkan peradangan ringan di jaringan janin, memicu stres oksidatif, dan menurunkan kemampuan seluler. Beberapa studi di hewan menampilkan perubahan mikrostruktur otak dan gangguan neurodevelopmental.
- Imunitas neonatus—Selama ASI, partikel mikroplastik bisa menempel di sel-sel imun primer, seperti sel B dan T. Ini dapat memengaruhi diferensiasi dan fungsi sel imun, sehingga sistem imun bayi bisa menjadi "terus terang" tapi tidak sekuat yang diharapkan.
- Risiko kronis—Paparan jangka panjang, terutama bagi ibu hamil dan bayi, berpotensi meningkatkan risiko obesitas, diabetes, bahkan alergi. Karena partikel ini bersifat inert, ia bisa bertahan lama di tubuh, seolah-olah menambah "beban" ekstra.
Gak ada satu solusi ajaib, tapi beberapa hal yang bisa kita lakukan:
- Minum air filter atau botol yang terbuat dari stainless steel.
- Kurangi penggunaan produk plastik sekali pakai.
- Gunakan pembersih rumah dengan bahan alami, karena beberapa sabun mengandung microbeads.
- Beritahu penyedia kebun makanan di pasar lokal untuk mengurangi kontaminasi plastik.
Next News

Jangan Pakai Filter! Gunakan 5 Teknik Ini Agar Foto Produkmu Terlihat Premium
in 7 hours

Cuma 5 Menit! Resep Smoothie Pemulihan Otot Setelah Olahraga Malam
in 4 hours

Jangan Asal Lari! Taktik Menghindari Lubang dan Kendaraan Saat Olahraga Malam
in 6 hours

Makan Apa Setelah Olahraga Malam? Panduan Nutrisi Agar Tidur Nyenyak & Otot Kuat
in 5 hours

Panduan Lengkap Peta Persebaran Empat Madzhab Fikih di Dunia Islam
in 6 hours

Bahaya Memendam Stres Kerja yang Sering Dianggap Tanda Mental Kuat
in 5 hours

Misteri Penyebab Hiu Paus Sering Terdampar di Laut Selatan
in 4 hours

Misteri Bunga Wijaya Kusuma Mekar Tengah Malam yang Dianggap Sakral
in 3 hours

Cukup Sudah! 5 Tanda Lingkungan Kerja Toxic yang Mengharuskanmu Segera Resign
in 4 hours

Terbangun Lapar Tengah Malam Sebaiknya Makan Dulu atau Paksa Tidur
in 2 hours






