Ceritra
Ceritra Teknologi

Teknologi Kacamata AR yang Bikin Kita Mengerti Semua Bahasa

Refa - Tuesday, 16 December 2025 | 11:30 AM

Background
Teknologi Kacamata AR yang Bikin Kita Mengerti Semua Bahasa
XRAI Glass (Pinterest/HarkBuzzz)

Pernahkah membayangkan hidup seperti sedang menonton film asing? Saat orang lain berbicara dalam bahasa yang tidak dimengerti, tiba-tiba muncul teks terjemahan (subtitle) melayang di udara tepat di bawah wajah mereka.

Dulu, hal ini hanya khayalan di film fiksi ilmiah. Namun tahun ini, teknologi tersebut sudah menjadi kenyataan.

Gelombang baru perangkat Kacamata Pintar (Smart Glasses) kini hadir dengan fitur penerjemah langsung (real-time translation). Tidak perlu lagi repot mengetik di ponsel atau menyodorkan alat penerjemah. Cukup pakai kacamata, tatap lawan bicara, dan biarkan teknologi bekerja.

Mata Menatap Mata, Bukan Layar

Selama ini, aplikasi penerjemah di ponsel memang membantu, tapi menciptakan jarak. Saat mengobrol dengan warga asing, mata kita sibuk bolak-balik menatap layar HP untuk membaca terjemahan. Interaksi mata (eye contact) menjadi hilang.

Dengan kacamata pintar ini, penghalang itu runtuh. Mikrofon di kacamata akan menangkap suara lawan bicara, mengolahnya dengan kecerdasan buatan (AI), lalu memproyeksikan teks terjemahannya langsung di lensa kacamata.

Pengguna tetap bisa menatap mata lawan bicara sambil membaca apa yang mereka ucapkan. Obrolan menjadi lebih natural, sopan, dan manusiawi, seolah-olah semua orang di dunia berbicara bahasa yang sama.

Harapan Baru bagi Teman Tuli

Namun, dampak terbesar teknologi ini bukan hanya untuk turis yang hobi jalan-jalan. Teknologi ini adalah "mukjizat" bagi komunitas tuli dan teman dengar.

Bagi penyandang gangguan pendengaran, mengikuti percakapan di lingkungan yang ramai sangatlah sulit. Mereka harus bergantung pada kemampuan membaca gerak bibir yang melelahkan.

Dengan kacamata yang menampilkan subtitle dunia nyata ini, mereka bisa "melihat" suara. Mereka bisa tahu apa yang diucapkan teman, pelayan restoran, atau guru tanpa harus menebak-nebak. Teknologi akhirnya kembali ke fungsi utamanya: memanusiakan manusia dan menjembatani keterbatasan.

Privasi Tetap Jadi Perhatian

Tentu saja, kehadiran kacamata berkamera dan bermikrofon ini memunculkan pertanyaan soal privasi: "Apakah diam-diam saya direkam?"

Oleh karena itu, perusahaan teknologi kini melengkapi kacamata tersebut dengan lampu indikator LED yang akan menyala terang saat fitur aktif. Ini memberi tanda pada orang sekitar bahwa kacamata sedang "mendengarkan" atau bekerja.

Terlepas dari pro-kontranya, satu hal yang pasti yaitu tembok bahasa yang memisahkan umat manusia selama ribuan tahun, kini perlahan mulai runtuh sepotong demi sepotong.

Logo Radio
🔴 Radio Live