Stanford hingga Tsinghua Lirik Beasiswa Patriot, Program Transmigrasi Indonesia Jadi Rebutan
Refa - Monday, 19 January 2026 | 06:00 PM


Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menyampaikan bahwa tiga universitas ternama luar negeri menunjukkan minat untuk berpartisipasi dalam Program Beasiswa Patriot. Ketiganya yakni Technical University of Munich (Jerman), Tsinghua University (China), dan Stanford University (Amerika Serikat).
Minat kerja sama dari TUM dan Tsinghua disampaikan langsung melalui pertemuan tatap muka dengan perwakilan kampus. Sementara potensi kolaborasi dengan Stanford diperoleh melalui informasi dari IPB University.
Meski demikian, rencana kerja sama tersebut masih menghadapi kendala regulasi, terutama terkait penerimaan mahasiswa asing serta penerapan program gelar ganda antara perguruan tinggi luar negeri dan kampus dalam negeri. Pemerintah saat ini mulai membahas penyesuaian regulasi untuk membuka ruang kolaborasi yang lebih fleksibel.
Kolaborasi dengan universitas asing dinilai penting untuk mendorong transfer pengetahuan, meningkatkan inovasi teknologi, serta menghadirkan sistem pendidikan berstandar internasional bagi pengembangan kawasan transmigrasi.
Program Beasiswa Patriot sendiri merupakan program unggulan Kementerian Transmigrasi yang baru diluncurkan awal 2026. Penerima beasiswa akan menjalani matrikulasi di kampus utama, dilanjutkan pendidikan lapangan di kawasan transmigrasi, serta masa pengabdian kepada masyarakat sebelum menyelesaikan program secara penuh.
Next News

Penjara Emas di Balik Layar: Kenapa Jadi Terkenal Itu Nggak Selamanya Indah Seperti di Sosial Media
6 hours ago

Mengupas Rahasia di Balik Pentingnya Struktur Panitia dalam Acara
6 hours ago

Kenapa Setan Kita Beda? Sebuah Studi Sosiologi Hantu Indonesia
7 hours ago

Main character syndrome: semua orang pengen jadi pusat cerita
a day ago

Digital fatigue: capek hidup yang semuanya harus online
a day ago

Quiet quitting di kehidupan sosial: makin selektif atau makin menjauh?
a day ago

Hustle culture burnout: capek ngejar sukses yang nggak ada garis finish-nya
a day ago

Lazarus Effect: Ketika Kehidupan "Kembali" Setelah Kematian Klinis
8 hours ago

Breadcrumbing, tapi versi karier: dikasih harapan kerja tapi nggak jelas arahnya
2 days ago

Astronot di Masa Kecil, Budak Corporate di Masa Depan: Ke Mana Larinya Ambisi Kita?
10 hours ago






