Ceritra
Ceritra Warga

Solusi Ampuh Cegah Anemia dengan Makanan Penambah Darah

Nisrina - Monday, 02 February 2026 | 07:15 PM

Background
Solusi Ampuh Cegah Anemia dengan Makanan Penambah Darah
Gejala anemia (FK Unesa/)

Anemia atau yang sering dikenal oleh masyarakat awam sebagai penyakit kurang darah adalah kondisi kesehatan yang tidak boleh dipandang sebelah mata. Kondisi ini terjadi ketika tubuh kekurangan sel darah merah yang sehat atau hemoglobin. Hemoglobin adalah protein vital yang bertugas mengangkut oksigen dari paru paru ke seluruh jaringan tubuh. Ketika kadarnya rendah organ tubuh tidak mendapatkan pasokan oksigen yang cukup sehingga memicu berbagai gangguan kesehatan.

Gejala anemia sering kali diabaikan karena dianggap sebagai kelelahan biasa. Tanda tandanya meliputi rasa lemas yang berkepanjangan kulit terlihat pucat sering merasa pusing atau sakit kepala hingga detak jantung yang tidak teratur. Jika dibiarkan kondisi ini dapat menurunkan produktivitas harian bahkan memicu komplikasi jantung pada kasus yang parah.

Kabar baiknya adalah sebagian besar kasus anemia yang disebabkan oleh kekurangan zat besi dapat dicegah dan diatasi dengan cara yang alami. Kuncinya terletak pada apa yang kita makan setiap hari. Alam telah menyediakan beragam jenis makanan yang kaya nutrisi pembentuk darah.

Memahami Peran Zat Besi dalam Tubuh

Langkah pertama untuk melawan anemia adalah memahami akar masalahnya. Penyebab paling umum dari anemia adalah defisiensi zat besi. Zat besi adalah bahan baku utama yang dibutuhkan sumsum tulang untuk memproduksi hemoglobin. Tanpa zat besi yang cukup produksi sel darah merah akan terhambat.

Kebutuhan zat besi setiap orang berbeda beda tergantung pada usia jenis kelamin dan kondisi kesehatan. Wanita usia subur ibu hamil dan anak anak yang sedang dalam masa pertumbuhan adalah kelompok yang paling rentan mengalami kekurangan zat ini. Oleh karena itu memastikan piring makan Anda terisi dengan sumber zat besi yang tepat adalah investasi kesehatan yang sangat penting.

Daging Merah dan Hati Sebagai Sumber Terbaik

Dalam dunia gizi zat besi terbagi menjadi dua jenis yaitu heme dan non heme. Zat besi heme berasal dari sumber hewani dan dikenal paling mudah diserap oleh tubuh manusia. Sumber terbaik untuk jenis ini adalah daging merah seperti daging sapi kambing atau domba.

Mengonsumsi daging merah tanpa lemak secara teratur dapat mendongkrak kadar hemoglobin dengan cepat. Selain daging merah organ dalam atau jeroan seperti hati ayam dan hati sapi juga merupakan gudangnya zat besi. Hati sering disebut sebagai superfood karena kandungan nutrisinya yang sangat padat. Namun konsumsinya tetap harus dibatasi bagi mereka yang memiliki masalah kolesterol tinggi.

Sayuran Hijau Tua yang Kaya Manfaat

Bagi Anda yang kurang menyukai daging atau menjalani pola makan vegetarian jangan khawatir. Alam juga menyediakan sumber zat besi non heme yang melimpah dalam bentuk sayuran. Sayuran berdaun hijau gelap adalah primadona dalam kategori ini.

Bayam kangkung brokoli dan sawi hijau adalah contoh sayuran yang wajib ada dalam menu harian penderita anemia. Selain zat besi sayuran ini juga kaya akan serat vitamin dan antioksidan yang baik untuk kesehatan tubuh secara menyeluruh. Meskipun penyerapan zat besi dari tanaman tidak secepat dari hewan kita bisa menyiasatinya dengan teknik kombinasi makanan yang tepat.

Kacang Kacangan dan Biji Bijian

Kelompok makanan lain yang sangat ampuh menambah darah adalah kacang kacangan. Kacang merah kacang hijau kedelai kacang hitam dan lentil merupakan sumber zat besi nabati yang sangat baik. Produk olahan kedelai seperti tahu dan tempe yang sangat akrab dengan lidah orang Indonesia juga termasuk di dalamnya.

Menambahkan kacang kacangan ke dalam sup salad atau menjadikannya camilan sehat bisa membantu memenuhi kuota zat besi harian Anda. Selain itu biji bijian seperti biji labu dan biji bunga matahari juga mengandung zat besi yang cukup tinggi dan bisa menjadi alternatif camilan yang lezat.

Pentingnya Vitamin C untuk Penyerapan Maksimal

Ini adalah rahasia yang sering terlewatkan. Memakan makanan kaya zat besi saja belum cukup. Agar tubuh bisa menyerap zat besi terutama yang berasal dari tumbuhan dengan maksimal Anda memerlukan bantuan Vitamin C. Vitamin ini berfungsi mengubah zat besi menjadi bentuk yang lebih mudah diserap oleh usus.

Oleh karena itu sangat disarankan untuk mengombinasikan makanan penambah darah dengan sumber Vitamin C. Misalnya minumlah jus jeruk murni saat Anda makan sereal atau daging. Atau tambahkan perasan jeruk nipis pada salad bayam Anda. Buah buahan seperti jeruk stroberi kiwi jambu biji dan nanas adalah pendamping yang sempurna untuk menu anti anemia Anda.

Hindari Penghambat Penyerapan Zat Besi

Selain mengetahui apa yang harus dimakan Anda juga harus tahu apa yang harus dihindari saat makan. Beberapa zat dalam makanan dan minuman tertentu dapat menghambat penyerapan zat besi secara signifikan. Musuh utamanya adalah tanin yang banyak terdapat dalam teh dan kafein dalam kopi.

Kebiasaan minum teh manis hangat atau kopi segera setelah makan berat sebenarnya sangat merugikan bagi penderita anemia. Zat tanin akan mengikat zat besi di pencernaan sebelum sempat diserap tubuh. Sebaiknya berikan jeda waktu sekitar satu hingga dua jam setelah makan sebelum Anda menikmati teh atau kopi. Susu dan produk olahan susu yang tinggi kalsium juga sebaiknya tidak dikonsumsi bersamaan dengan suplemen zat besi karena kalsium dapat berkompetisi dengan zat besi dalam proses penyerapan.

Mencegah anemia sebenarnya sederhana yaitu dengan kembali ke pola makan gizi seimbang. Dengan disiplin memilih makanan yang padat nutrisi dan memahami cara mengombinasikannya Anda bisa menjaga tubuh tetap bugar berenergi dan bebas dari ancaman kurang darah.

Logo Radio
🔴 Radio Live