Sering Skip Sunscreen Saat Mendung? Hati-hati Kulit Bisa Cepat Menua
Refa - Tuesday, 13 January 2026 | 04:30 PM


Peralihan cuaca dari musim kering ke musim hujan kerap memicu berbagai gangguan pada kesehatan kulit, khususnya wajah. Kondisi lembap dan perubahan suhu dapat menyebabkan munculnya jerawat, noda hitam, hingga kulit tampak kusam apabila tidak dirawat dengan tepat.
Dokter spesialis kulit, kelamin, dan estetika RSUD Husada Prima, Mochammad Ayyub Arachman, menekankan pentingnya perawatan wajah secara rutin agar kulit tetap sehat. Menurutnya, prinsip dasar perawatan kulit pada pria dan wanita pada dasarnya tidak berbeda, yakni dimulai dari tahap pembersihan menggunakan sabun wajah yang disesuaikan dengan kebutuhan kulit, baik untuk tujuan mencerahkan maupun untuk kulit sensitif.
Selain membersihkan wajah, Ayyub menyebutkan bahwa menjaga keseimbangan kulit juga menjadi langkah penting. Hal ini dapat dilakukan dengan penggunaan pelembap atau serum guna mempertahankan kelembapan alami kulit. Ia menegaskan bahwa membersihkan dan melembapkan merupakan fondasi utama perawatan kulit, tanpa memandang jenis kelamin.
Ia juga mengingatkan pentingnya penggunaan tabir surya yang mengandung perlindungan sinar ultraviolet. Sunscreen sebaiknya tetap digunakan meski cuaca sedang mendung atau saat aktivitas dilakukan di dalam ruangan.
Ayyub menjelaskan bahwa sinar ultraviolet terbagi menjadi dua jenis, yakni UVB yang biasanya terasa melalui panas dan cahaya matahari, serta UVA yang dapat menembus hingga ke dalam ruangan. Bahkan saat langit mendung, paparan UVA justru tetap tinggi dan berpotensi merusak kulit.
Oleh karena itu, penggunaan produk pelindung UV yang mampu menangkal UVA dan UVB dinilai sangat penting. Tabir surya sebaiknya diaplikasikan secara rutin, baik saat berada di luar ruangan, di dalam ruangan, maupun ketika cuaca tidak cerah.
Sementara itu, General Manager QNET Indonesia, Ganang Rindarko, menilai perawatan kulit wajah perlu mendapat perhatian serius dalam aktivitas sehari-hari. Menjaga kesehatan kulit tidak hanya berdampak pada penampilan, tetapi juga membantu memperlambat proses penuaan sel, melindungi kulit dari paparan sinar UV di iklim tropis, serta meminimalkan dampak buruk polusi udara di wilayah padat penduduk.
Next News

Jangan Sampai Perut Kenyang Tapi Otak "Busung Lapar": Membedah Prioritas Pendidikan Selain MBG
in 5 hours

Soft saving vs YOLO spending: nabung pelan atau nikmatin hidup sekarang?
2 days ago

Doomscrolling economy: kebiasaan scroll berita bikin makin cemas soal masa depan
2 days ago

Adaptasi cepat: "survival skill" utama Gen Z di dunia yang terus berubah
2 days ago

Self-preparedness: skill penting yang jarang diajarkan di Sekolah!
3 days ago

Bukan Sekadar Tinta: Membedah Ritual Rasa Sakit dan Komitmen di Balik Seni Tato
in 43 minutes

Shortcut Menuju Melarat: Membongkar Algoritma dan Manipulasi Psikologi di Balik Slot Gacor
in 38 minutes

FOMO vs realita: tekanan sosial di era semua serba update
3 days ago

Climate Anxiety: Kenapa Berita Lingkungan Bikin Kita Sesak?
3 days ago

Kenapa Petinggi Korporat Sekarang Lebih Pilih Ransel daripada Pakai Koper?
4 days ago





