Sering Makan Mi Instan? Ini 3 Alasan Medis Mengapa Berat Badan Cepat Naik
Refa - Tuesday, 27 January 2026 | 01:00 PM


Mi instan memang menjadi makanan penyelamat saat lapar melanda, namun di balik kepraktisannya, tersimpan risiko kesehatan serius. Eva Kurniawati, ahli gizi dari Universitas Indonesia, memperingatkan masyarakat agar tidak menjadikan mi instan sebagai menu harian karena dampaknya yang signifikan terhadap kenaikan berat badan ekstrem atau obesitas.
Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 mencatat angka obesitas di Indonesia sudah mengkhawatirkan, yakni mencapai 21,8% pada penduduk usia dewasa. Kebiasaan makan yang salah menjadi salah satu penyumbang terbesar angka ini.
Berikut adalah 3 alasan medis mengapa mi instan menjadi musuh bagi berat badan ideal:
1. Komposisi "Miskin Nutrisi"
Mi instan dikategorikan sebagai makanan tinggi kalori namun rendah gizi. Kandungan utamanya didominasi oleh karbohidrat, lemak jenuh, dan natrium (garam) yang sangat tinggi.
Sebaliknya, makanan ini sangat minim kandungan protein, serat, vitamin, dan mineral yang justru dibutuhkan tubuh untuk metabolisme. Ketidakseimbangan ini membuat tubuh menimbun energi berlebih menjadi lemak karena tidak ada serat yang membantu proses pencernaan dan rasa kenyang yang bertahan lama.
2. Pemicu Inflamasi (Peradangan)
Selain kandungan gizinya, efek samping dari bahan pengawet dan bumbu instan dapat memicu stres pada sistem pencernaan yang berujung pada inflamasi.
Kondisi peradangan dalam tubuh ini sering kali merusak sistem metabolisme lemak, sehingga tubuh lebih mudah menyimpan lemak daripada membakarnya. Ditambah lagi jika dikonsumsi saat stres atau kurang tidur, hormon lapar akan semakin tidak terkendali.
3. Solusi "Piring T" (Isi Piringku)
Untuk mencegah obesitas, Kementerian Kesehatan menyarankan konsep "Isi Piringku". Jika kamu terpaksa makan mi instan, jangan hanya makan mi saja.
Pastikan porsi mi (karbohidrat) hanya mengisi 2/3 bagian dari setengah piring. Sisanya wajib diisi dengan sayuran dan buah (sebesar setengah piring penuh) serta lauk pauk protein (sebesar 1/3 bagian dari setengah piring). Menambah telur dan sawi pada mi instan bukan sekadar hiasan, tapi upaya penyeimbang gizi agar tidak melulu tepung dan micin.
Next News

Jangan Pakai Filter! Gunakan 5 Teknik Ini Agar Foto Produkmu Terlihat Premium
in 4 minutes

Cuma 5 Menit! Resep Smoothie Pemulihan Otot Setelah Olahraga Malam
2 hours ago

Jangan Asal Lari! Taktik Menghindari Lubang dan Kendaraan Saat Olahraga Malam
26 minutes ago

Makan Apa Setelah Olahraga Malam? Panduan Nutrisi Agar Tidur Nyenyak & Otot Kuat
an hour ago

Panduan Lengkap Peta Persebaran Empat Madzhab Fikih di Dunia Islam
11 minutes ago

Bahaya Memendam Stres Kerja yang Sering Dianggap Tanda Mental Kuat
an hour ago

Misteri Penyebab Hiu Paus Sering Terdampar di Laut Selatan
2 hours ago

Misteri Bunga Wijaya Kusuma Mekar Tengah Malam yang Dianggap Sakral
3 hours ago

Cukup Sudah! 5 Tanda Lingkungan Kerja Toxic yang Mengharuskanmu Segera Resign
3 hours ago

Terbangun Lapar Tengah Malam Sebaiknya Makan Dulu atau Paksa Tidur
4 hours ago






