Ceritra
Ceritra Uang

Sedia Uang Lebih Sebelum ke Pasar: Dinamika Harga Pangan Awal Tahun 2026

Nisrina - Monday, 19 January 2026 | 03:15 PM

Background
Sedia Uang Lebih Sebelum ke Pasar: Dinamika Harga Pangan Awal Tahun 2026
Komoditas cabai rawit merah, hijau, dan cabai merah keriting yang dijual pedagang di Pasar Kramat Jati, Jakarta. (ANTARA/Harianto)

Awal tahun sering kali menjadi momen "kaget" bagi para ibu rumah tangga dan pengelola keuangan keluarga. Bukan hanya karena sisa liburan akhir tahun yang membuat dompet menipis, tetapi juga karena harga bahan pokok di pasar yang kompak merangkak naik. Fenomena lonjakan harga di bulan Januari, seperti yang terjadi di tahun 2026 ini, sebenarnya adalah siklus berulang yang didorong oleh dua faktor utama: cuaca ekstrem dan antisipasi momen besar keagamaan.

Di awal tahun 2026 ini, kita kembali disuguhi drama harga komoditas pedas dan sumber protein utama. Hujan deras yang mengguyur sentra-sentra produksi pangan memicu gagal panen dan menghambat distribusi logistik. Akibatnya, pasokan menipis sementara permintaan tetap tinggi. Situasi ini diperparah dengan sentimen pasar menjelang bulan Ramadan yang akan segera tiba, membuat pedagang dan distributor mulai melakukan penyesuaian harga. Kenaikan harga cabai rawit merah yang menembus angka psikologis dan telur ayam yang makin mahal adalah sinyal bahwa inflasi pangan masih menjadi tantangan nyata bagi ketahanan ekonomi rumah tangga.

Bagi masyarakat, fluktuasi ini mengajarkan pentingnya fleksibilitas dalam pola konsumsi. Tidak selamanya kita bisa bergantung pada satu jenis komoditas. Saat harga cabai rawit "pedas" di kantong, beralih ke cabai bubuk atau pasta cabai bisa menjadi solusi sementara. Begitu pun dengan sumber protein, diversifikasi ke ikan atau tahu-tempe saat harga telur dan ayam melambung bisa menjaga keseimbangan gizi tanpa merusak arus kas bulanan. Menjadi konsumen cerdas bukan hanya soal menawar harga, tetapi juga tentang strategi menyiasati kelangkaan dengan alternatif yang ada.

Berikut adalah Update Harga Rata-Rata Bahan Pokok Nasional (Per 19 Januari 2026) berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional:

  • Cabai Rawit Merah: Rp56.800 per kg (naik signifikan, di wilayah timur seperti Maluku Utara bahkan bisa tembus Rp95.000/kg).
  • Telur Ayam Ras: Rp33.800 per kg (cenderung tinggi dari harga normal Rp27.000-an).
  • Bawang Merah: Rp52.000 per kg.
  • Bawang Putih: Rp45.000 per kg.
  • Daging Ayam Ras: Rp39.400 per kg.
  • Daging Sapi (Kualitas 1): Rp135.250 per kg.
  • Beras Medium: Rp15.850 - Rp16.550 per kg.
  • Minyak Goreng Curah: Rp20.700 per liter.
  • Gula Pasir Premium: Rp21.100 per kg.
Logo Radio
🔴 Radio Live