Rincian Terbaru Harga Bahan Pokok Nasional Per 20 Januari 2026
Nisrina - Tuesday, 20 January 2026 | 09:15 AM


Masyarakat perlu kembali menyesuaikan anggaran belanja dapur seiring dengan pembaruan data harga pangan terkini. Berdasarkan laporan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis atau PIHPS Nasional pada Selasa, 20 Januari 2026, tercatat adanya fluktuasi harga pada sejumlah komoditas vital yang menjadi kebutuhan sehari-hari.
Komoditas yang paling mencolok pergerakannya hari ini adalah kelompok cabai. Harga rata-rata nasional untuk cabai rawit merah kini berada di angka Rp55.000 per kilogram. Angka ini menunjukkan tren harga yang masih cukup tinggi dan pedas bagi konsumen rumah tangga maupun pelaku usaha kuliner. Kenaikan ini umumnya dipengaruhi oleh faktor cuaca dan distribusi logistik di beberapa sentra produksi yang belum sepenuhnya pulih.
Selain cabai, komoditas sumber protein hewani juga mengalami penyesuaian harga yang signifikan. Telur ayam ras segar diperdagangkan dengan harga rata-rata Rp31.950 per kilogram secara nasional. Kenaikan harga telur ini perlu diantisipasi mengingat telur adalah salah satu bahan lauk pauk yang paling banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia sebagai alternatif protein yang terjangkau.
Berikut adalah rangkuman pantauan harga rata-rata komoditas pangan lainnya berdasarkan data PIHPS Nasional hari ini. Bawang merah ukuran sedang dibanderol dengan harga sekitar Rp43.850 per kilogram. Sementara itu, bawang putih ukuran sedang yang sebagian besar masih mengandalkan pasokan impor berada di kisaran harga Rp46.200 per kilogram.
Untuk komoditas daging, harga daging ayam ras segar tercatat berada di level Rp38.650 per kilogram. Sedangkan untuk daging sapi kualitas 1 harganya relatif stabil namun tetap tinggi di angka Rp138.450 per kilogram, dan daging sapi kualitas 2 berada di kisaran Rp129.500 per kilogram.
Pada kelompok kebutuhan pokok lainnya, harga beras kualitas medium I terpantau di angka Rp16.000 per kilogram dan beras kualitas super I mencapai Rp17.500 per kilogram. Gula pasir kualitas premium dijual dengan harga rata-rata Rp19.300 per kilogram, sementara gula pasir lokal berada di harga Rp18.200 per kilogram. Minyak goreng kemasan bermerk 1 tercatat seharga Rp21.750 per kilogram.
Perlu dicatat bahwa harga-harga tersebut adalah rata-rata nasional. Di tingkat pasar tradisional daerah tertentu, harga bisa saja berbeda jauh tergantung pada ketersediaan stok lokal dan kelancaran jalur distribusi. Wilayah Indonesia Timur seperti Maluku dan Papua biasanya memiliki standar harga yang lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional tersebut karena faktor biaya logistik yang lebih besar.
Next News

Kurs Rupiah Anjlok, Saatnya Rem Keinginan Belanja Impulsif
8 hours ago

Kurs Dolar AS Cetak Rekor Baru Tembus Rp17.660, Rupiah Terkapar Dihantam Badai Geopolitik dan Sentimen MSCI
a day ago

IHSG Anjlok 4,64 Persen Jelang Penutupan Sesi I, Investor Dibayangi Tekanan Global
a day ago

Rekor Kelam Sejarah Baru Ekonomi Indonesia Saat Rupiah Hari ini Terperosok Ke Angka Rp 17.600 Per Dollar AS di Tengah Guncangan Global Mei 2026
4 days ago

Lantai Bursa Berdarah Saat IHSG Terjun Bebas ke Level 6.734 Akibat Badai Rebalancing MSCI dan Rupiah yang Terkapar di Angka 17.525
6 days ago

Update Harga Emas Antam Hari Ini Meledak Hingga Tembus Rp 1.567.000 Per Gram di Tengah Guncangan Ekonomi Global 2026
6 days ago

Antara Cuan, Mimpi Jadi Sultan, dan Realita Pahit: Apa Sih Sebenarnya Crypto Itu?
7 days ago

Akselerasi Indeks Harga Saham Gabungan Menuju Level Sembilan Ribu Lima Puluh dan Strategi Defensif Otoritas Jasa Keuangan di Tengah Volatilitas MSCI
7 days ago

Rupiah Tembus Rp17.500 per Dolar AS, Tekanan Ekonomi Global Jadi Pemicu
7 days ago

Gerak IHSG antara Prediksi Merosot dan Kejutan Penguatan Usai Rilis Data Ekonomi
15 days ago




