Ceritra
Ceritra Warga

Ruwahan Bukan Tempat Mengorek Hidup Orang, Ini Etikanya

Refa - Tuesday, 03 February 2026 | 09:30 AM

Background
Ruwahan Bukan Tempat Mengorek Hidup Orang, Ini Etikanya
Ilustrasi keluarga muslim (Freepik/rawpixel)

Tradisi Ruwahan di bulan Sya'ban adalah momen yang kental dengan nilai kekeluargaan dan sosial. Di acara ini, orang-orang berkumpul, berdoa bersama, hingga berbagi cerita tentang silsilah keluarga. Namun, di balik hangatnya silaturahmi, ada satu aspek yang sering terlupakan namun sangat krusial di era modern ini: privasi.

Menjaga batasan informasi, baik dalam percakapan langsung maupun saat membagikan momen di media sosial, menjadi bentuk penghormatan tertinggi terhadap sesama. Privasi bukan tentang menutupi rahasia, melainkan tentang kontrol atas diri sendiri di tengah keriuhan tradisi.

Etika Bertanya dalam Ruwahan: Menghindari "Luka" di Tengah Doa

Saat berkumpul dengan keluarga besar atau tetangga, seringkali pertanyaan yang dianggap "basi-basi" justru bisa menyinggung privasi seseorang. Pertanyaan mengenai kapan menikah, kapan memiliki momongan, atau berapa penghasilan saat ini sering muncul di tengah-tengah acara Ruwahan.

Menghormati privasi orang lain berarti memahami bahwa setiap orang memiliki perjuangan yang tidak terlihat. Fokuslah pada topik pembicaraan yang lebih membangun, seperti kesehatan, kabar anggota keluarga yang jarang ditemui, atau mengenang jasa baik leluhur yang sedang didoakan. Dengan menjaga lisan, kita memastikan bahwa tujuan utama Ruwahan, yaitu ketenangan dan keberkahan tetap terjaga.

Bijak Membagikan Momen Ruwahan ke Media Sosial

Di era digital, hampir setiap momen sedekah atau makan bersama dalam Ruwahan diunggah ke media sosial. Namun, ada beberapa hal terkait privasi yang perlu diperhatikan:

  1. Izin Sebelum Memotret: Tidak semua orang merasa nyaman wajahnya muncul di beranda publik. Terutama jika sedang dalam keadaan santai atau sedang menyantap hidangan.
  2. Privasi Penerima Sedekah: Jika memberikan hantaran atau sedekah kepada mereka yang kurang mampu, hindari mengambil foto wajah mereka secara mencolok untuk kebutuhan konten. Menjaga martabat penerima adalah bagian dari kemuliaan sedekah itu sendiri.
  3. Keamanan Lokasi: Mengunggah foto yang menunjukkan detail rumah atau alamat secara jelas dapat mengundang risiko keamanan.

Perlindungan Data dan Privasi di Balik Layar

Seiring dengan banyaknya informasi yang dibagikan secara online, kita juga harus sadar akan kebijakan privasi pada platform yang kita gunakan. Setiap kali mengakses informasi atau mendaftarkan diri di situs komunitas untuk kebutuhan organisasi acara, penting untuk memastikan bahwa data pribadi kita terlindungi.

Prinsipnya sama dengan tradisi Ruwahan: kita ingin berbagi, namun ada batasan yang tidak boleh dilanggar. Memahami kebijakan privasi membantu kita untuk tetap aman saat berinteraksi di dunia maya, memastikan bahwa niat baik kita dalam bersosialisasi tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Kesimpulan: Kesantunan Adalah Kunci

Tradisi Ruwahan mengajarkan kita tentang hubungan antarmanusia dan hubungan dengan Sang Pencipta. Kesantunan dalam menjaga privasi adalah perpanjangan dari nilai-nilai luhur tersebut. Dengan menghargai ruang pribadi orang lain, baik di dunia nyata maupun di media sosial, kita telah menjalankan esensi dari bulan Sya'ban yang penuh dengan rahmat dan pengampunan.

Mari jadikan Ruwahan tahun ini sebagai momen silaturahmi yang tidak hanya mengenyangkan perut dengan hidangan lezat, tapi juga menenangkan hati dengan etika yang terjaga.

Logo Radio
🔴 Radio Live