Rahasia Kenapa Tubuh Cepat Lowbatt Padahal Tidak Melakukan Pekerjaan Berat
Nisrina - Thursday, 26 March 2026 | 06:15 AM


Pernah nggak sih lo ngerasa baru jam dua siang, tapi rasanya otak udah kayak mesin laptop tua yang bunyi kipasnya udah kencang banget? Padahal, kalau diingat-ingat, lo nggak habis angkat beban di gym atau lari maraton keliling Gelora Bung Karno. Lo cuma duduk di depan laptop, sesekali meeting, dan balas chat. Tapi kok, rasanya capeknya sampai ke tulang sumsum? Ternyata, masalahnya bukan di beban kerja yang segunung, tapi di bocor-bocor halus energi yang kita biarkan terjadi setiap hari.
Ibarat baterai handphone yang drop padahal nggak dipakai buat main game berat, tubuh dan mental kita juga punya "background apps" yang diam-diam nyedot daya tanpa kita sadari. Kebiasaan-kebiasaan ini sering kita anggap remeh, bahkan dianggap normal karena semua orang melakukannya. Padahal, kalau ini dibiarkan terus, nggak heran kalau istilah "burnout" jadi makanan sehari-hari anak muda zaman sekarang. Mari kita bedah satu-persatu, apa saja sih parasit energi yang sering kita pelihara ini?
Doomscrolling Saat Mata Baru Terbuka
Jujurly, siapa yang hal pertama yang dicari pas bangun tidur adalah HP? Kita semua hampir pasti bersalah dalam hal ini. Sebelum nyawa terkumpul penuh, kita sudah menyuguhi otak dengan informasi yang nggak difilter. Mulai dari drama Twitter yang nggak ada habisnya, flexing teman di Instagram yang baru liburan ke Swiss, sampai berita politik yang bikin darah tinggi.
Secara psikologis, ini namanya "overstimulation". Lo memaksa otak untuk memproses ribuan informasi dalam waktu singkat saat dia baru saja mau booting. Hasilnya? Belum juga mandi, mental lo sudah lelah karena rasa iri, cemas, atau sekadar overload informasi. Ini adalah cara paling efektif untuk memulai hari dengan tangki energi yang sudah tersisa setengah.
Penyakit 'Gak Enakan' alias People Pleasing
Ada satu beban yang beratnya melebihi beban hidup, yaitu berkata "iya" padahal hati pengen bilang "nggak". Kebiasaan nggak enakan ini adalah penguras energi nomor wahid. Bayangkan, lo sudah capek kerja seharian, lalu ada teman yang ngajak nongkrong di tempat yang jauh dan lo sebenernya males banget. Tapi karena takut dibilang sombong atau takut merusak pertemanan, lo akhirnya berangkat juga dengan senyum yang dipaksakan.
Berpura-pura itu mahal harganya, kawan. Menjaga wajah agar terlihat tetap oke padahal batin lagi teriak itu butuh energi emosional yang luar biasa besar. Menjadi "people pleaser" berarti lo memprioritaskan kenyamanan orang lain di atas kesehatan mental lo sendiri. Capeknya nggak cuma fisik karena harus pindah tempat, tapi capek batin karena lo merasa nggak punya kontrol atas hidup sendiri.
Mitos Multitasking yang Menipu
Dulu, multitasking dianggap sebagai skill dewa. Semakin banyak yang lo kerjakan dalam satu waktu, semakin keren. Padahal, otak manusia itu bukan prosesor komputer yang punya banyak core. Otak kita lebih mirip pelari yang cuma bisa fokus ke satu lintasan. Saat lo mencoba membalas email sambil dengerin podcast dan nyusun laporan, otak lo sebenarnya melakukan "task switching" dengan frekuensi yang gila-gilaan.
Setiap kali lo pindah fokus, ada biaya yang harus dibayar oleh otak lo. Namanya "switching cost". Otak perlu beberapa detik untuk menyesuaikan diri lagi ke tugas sebelumnya. Kalau dalam satu jam lo pindah-pindah fokus sampai lima puluh kali, kebayang nggak betapa panasnya mesin di kepala lo? Nggak heran kalau sore hari lo merasa linglung dan nggak fokus, itu tandanya otak lo sudah minta ampun.
Meja Berantakan dan Visual Clutter
Mungkin lo tipe orang yang merasa "estetik" dengan meja penuh kabel, tumpukan kertas, dan bekas gelas kopi. Tapi sadar nggak sih, pemandangan yang berantakan itu secara tidak langsung ngirim sinyal ke otak kalau ada banyak "pekerjaan yang belum selesai". Secara bawah sadar, otak lo terus-menerus memproses tumpukan barang itu sebagai distraksi.
Visual clutter atau kekacauan visual ini bikin fokus kita gampang teralihkan. Setiap kali mata lo menangkap tumpukan kertas yang berantakan, otak lo bakal mikir, "Aduh, itu kapan ya diberesin?" Meskipun cuma sepersekian detik, gangguan-gangguan kecil ini kalau dikumpulkan seharian bakal bikin lo merasa jauh lebih capek secara mental dibandingkan kalau lo kerja di ruangan yang bersih dan minimalis.
Overthinking Hal-hal yang Sudah Lewat
Kebiasaan yang satu ini biasanya datang di malam hari, tapi dampaknya kerasa sampai besoknya. Mengulang-ulang percakapan di kepala tentang kesalahan kecil yang lo buat di depan bos, atau mikirin kenapa tadi siang gebetan balesnya singkat banget. Ini namanya "rumination", alias memamah biak pikiran negatif.
Overthinking itu kayak lari di atas treadmill. Lo gerak terus, keringetan, capek, tapi nggak ke mana-mana. Masalahnya nggak selesai, yang ada malah energi lo habis buat skenario-skenario fiktif yang 90% nggak bakal terjadi. Capek pikiran itu seringkali lebih melelahkan daripada capek fisik karena dia nggak bisa dibawa tidur dengan mudah.
Kurang Minum Air Putih
Ini terdengar sangat receh dan seperti nasihat dokter puskesmas, tapi dehidrasi ringan adalah penyebab utama rasa kantuk dan lemas di siang hari. Otak kita sebagian besar terdiri dari air. Begitu kadar air turun sedikit saja, fungsi kognitif kita bakal melambat. Kita jadi gampang lemot, susah mikir, dan akhirnya merasa "fatigue" atau kelelahan kronis.
Seringkali kita salah mengira rasa haus sebagai rasa lapar atau rasa butuh kafein. Kita malah nambah kopi lagi, yang ujung-ujungnya malah bikin makin dehidrasi. Coba deh, kalau udah ngerasa mulai pusing atau nggak fokus, minum segelas air putih besar. Kadang solusinya memang sesederhana itu, nggak perlu sampai beli suplemen mahal.
Jadi, dari daftar di atas, mana yang paling sering lo lakuin tanpa sadar? Mengubah kebiasaan emang nggak semudah membalikkan telapak tangan, tapi dengan mulai menyadari "bocor-bocor" energi ini, kita bisa lebih bijak mengelola diri. Ingat, energi kita itu terbatas. Jangan dihabiskan untuk hal-hal yang sebenernya nggak kasih nilai tambah apa-apa buat hidup kita. Hidup udah keras, jangan ditambah capek karena kebiasaan sendiri yang nggak perlu.
Next News

Air Purifier Alami dengan Pelihara 5 Tanaman Indoor Ini!
in 2 hours

Tips Bersihkan Karpet Kantor Tanpa Merusak Serat Kain
in 3 hours

Jangan Sepelekan! Ini Pentingnya Cek Karet Wiper Pasca Mudik
in 2 hours

Makan Siang Apa Hari Ini? Cara Seru Tentukan Menu Kantor
in 5 hours

Solusi Ampuh Usir Bau Apek di Ruang Kerja Agar Tetap Fokus
in 18 minutes

Fakta Menarik Gurita, Si Alien Laut yang Sangat Cerdas
in 7 hours

Rahasia di Balik Motif Hitam Putih Zebra yang Unik
in 6 hours

Sakti! Begini Cara Jokes Receh Ubah Suasana Jadi Seru
in 5 hours

Strategi Menjaga Kesehatan Mental di Era Digital
in 5 hours

Rahasia di Balik Wangi Parfum yang Bisa Memutar Memori
in 4 hours






