Fakta Menarik Gurita, Si Alien Laut yang Sangat Cerdas
Nisrina - Thursday, 26 March 2026 | 01:15 PM


Pernah nggak sih kamu lagi asyik makan takoyaki, terus tiba-tiba kepikiran: "Eh, yang gue makan ini jangan-jangan dulunya lebih pinter dari gue pas ngerjain soal kalkulus?" Kedengarannya emang agak lebay, tapi serius deh, dunia ilmu pengetahuan itu nggak berhenti kagum sama makhluk bernama gurita ini. Mereka bukan sekadar hewan laut yang kenyal dan punya tinta hitam. Di balik penampilannya yang mirip alien, gurita itu sebenernya adalah "Einstein" versi bawah air.
Kalau kita bicara soal hewan cerdas, biasanya otak kita langsung lari ke lumba-lumba, simpanse, atau anjing peliharaan yang bisa disuruh salaman. Tapi gurita ini beda kelas. Mereka masuk dalam golongan moluska—saudara jauhnya siput dan kerang yang kerjaannya cuma diem atau gerak lambat banget. Bayangin, gimana ceritanya seekor makhluk yang nggak punya tulang belakang bisa punya kemampuan kognitif yang bikin para ilmuwan garuk-garuk kepala?
Punya Sembilan Otak, Gimana Nggak Jenius?
Oke, mari kita masuk ke fakta gokil pertama. Manusia cuma punya satu otak yang seringkali dipake buat galauin mantan. Nah, gurita ini punya sistem saraf yang jauh lebih kompleks. Mereka punya satu otak pusat, tapi uniknya, setiap lengannya itu punya "pikiran" sendiri. Jadi, secara teknis, gurita itu punya sembilan otak.
Dua pertiga dari sel saraf gurita itu sebenernya ada di lengan-lengannya, bukan di kepalanya. Artinya, kalau satu lengan gurita lagi sibuk ngebuka cangkang kerang, otak pusatnya bisa fokus ngawasin predator di arah lain. Lengannya bisa ngerasa, nyicipin, dan bergerak mandiri tanpa harus nunggu instruksi dari pusat. Ibaratnya, kalau kamu lagi ngetik skripsi, tangan kiri kamu bisa sambil masak mi instan dan tangan kanan bisa main game, semuanya jalan dengan sempurna tanpa ada yang kacau. Efisiensi tingkat dewa, kan?
Si Master Sulap yang Jago Nyamar
Kalau kamu pikir kemampuan bunglon ganti warna itu udah paling keren, berarti kamu belum kenal sama "Mimic Octopus". Gurita bukan cuma ganti warna biar mirip batu doang, mereka bisa ngerubah tekstur kulitnya jadi kasar, berduri, atau halus dalam hitungan detik. Tujuannya? Biar nggak kelihatan sama predator atau malah buat nipu mangsa.
Lebih gilanya lagi, beberapa spesies gurita bisa meniru bentuk hewan lain. Mereka bisa melipat kaki-kakinya biar kelihatan kayak ular laut yang berbisa atau ikan sebelah yang beracun. Ini bukan sekadar insting bertahan hidup biasa, tapi ini adalah bentuk kecerdasan visual yang sangat tinggi. Mereka tahu apa yang ditakuti oleh musuh mereka, dan mereka "berakting" jadi hal tersebut. Kalau ada piala Oscar buat kategori hewan laut, gurita pasti borong semua piala tiap tahun.
Problem Solver yang Out of the Box
Pernah lihat video gurita ngebuka toples dari dalam? Itu bukan sulap. Gurita sering banget dijadiin subjek penelitian karena kemampuan mereka memecahkan masalah. Di laboratorium, gurita bisa belajar gimana cara ngebuka tutup botol yang disekrup buat ngambil makanan di dalemnya. Mereka juga punya memori jangka pendek dan jangka panjang yang oke banget.
Ada satu cerita terkenal tentang seekor gurita bernama Inky di Akuarium Nasional Selandia Baru. Inky ngerasa bosen atau mungkin pengen "healing" ke laut lepas. Suatu malam, dia berhasil keluar dari celah kecil di tangkinya, merayap di lantai sejauh beberapa meter, terus masuk ke pipa pembuangan yang langsung menuju ke laut. Dia kabur! Inky nggak cuma sekadar gerak asal-asalan, dia paham pemetaan ruang dan tahu mana jalan keluar menuju kebebasan. Ini membuktikan kalau mereka punya kesadaran diri dan kemauan yang kuat, nggak cuma gerak berdasarkan insting lapar doang.
Pengguna Alat yang Handal
Dulu, ilmuwan mikir kalau cuma manusia dan primata yang bisa pakai alat. Eh, ternyata gurita juga masuk geng ini. Ada spesies gurita yang suka bawa-bawa tempurung kelapa yang udah belah. Buat apa? Buat dijadiin rumah berjalan atau tameng kalau tiba-tiba ada bahaya. Mereka bakal masuk ke dalem tempurung itu, terus ditutup rapat. Pas dirasa aman, mereka bawa lagi kelapanya. Ini adalah bukti nyata dari penggunaan alat yang sistematis. Mereka merencanakan sesuatu untuk masa depan, bukan cuma buat saat itu aja.
- Bisa mengenali wajah manusia: Gurita di penangkaran tahu mana perawat yang sering kasih makan dan mana yang pernah ngeganggu mereka.
- Hobi main: Kayak kucing atau anjing, gurita juga suka mainan. Mereka sering terlihat mainin arus air atau benda-benda di sekitarnya cuma buat kesenangan.
- Evolusi yang unik: DNA gurita sangat berbeda dari makhluk bumi lainnya sampai-sampai ada candaan kalau mereka itu sebenernya alien yang jatuh ke laut jutaan tahun lalu.
Tragedi di Balik Kecerdasan
Tapi jujur ya, hidup jadi gurita itu sebenernya cukup tragis. Meskipun pinter banget, umur mereka pendek banget, biasanya cuma satu sampe lima tahun. Dan yang lebih sedih lagi, mereka itu makhluk soliter alias penyendiri. Mereka nggak bisa nurunin ilmu pengetahuannya ke anak cucunya karena gurita biasanya mati setelah bereproduksi atau menjaga telurnya sampai menetas.
Bayangin kalau gurita umurnya bisa sampai 50 tahun dan mereka hidup berkelompok kayak lumba-lumba. Mungkin mereka udah bangun peradaban sendiri di bawah laut, atau jangan-jangan mereka udah punya teknologi yang lebih canggih dari kita. Sayangnya, alam punya cara sendiri buat menyeimbangkan semuanya.
Jadi, lain kali kalau kamu lihat gurita—entah itu di akuarium atau di piring makan—ingatlah kalau mereka itu salah satu mahakarya evolusi yang paling luar biasa. Mereka adalah bukti kalau kecerdasan itu nggak harus selalu punya bentuk yang sama kayak manusia. Kadang, kecerdasan itu punya delapan lengan, bisa ganti warna, dan punya sembilan otak yang bekerja dalam harmoni di tengah gelapnya samudera.
Gimana? Masih tega ngelihat gurita cuma sebagai bahan makanan doang? Ya, meskipun enak sih, tapi setidaknya sekarang kita tahu kalau kita lagi berhadapan sama salah satu makhluk paling jenius di planet bumi ini.
Next News

Seni Berdamai dengan Sisi Gelap Diri Manusia
in an hour

Detoks Pikiran dari Kebiasaan Suka Mengeluh
in 15 minutes

Cek Macam Istilah Bau dalam Bahasa Jawa!
35 minutes ago

Cek Fakta Mitos Kesehatan Mata di Era Teknologi Masa Depan
15 hours ago

Waspada Kebiasaan Pagi yang Bikin Mata Perih dan Tidak Nyaman
a day ago

Scroll HP Sambil Rebahan di Kamar Gelap? Hati-Hati Efek Sampingnya
14 hours ago

Bosan Makan Wortel? Ini Rahasia Mata Tajam Selain Wortel
17 hours ago

Anak Anteng Main HP? Waspadai Dampak Buruk Sinar Biru Ini
18 hours ago

Susah Tidur tapi Nggak Doyan Susu? Ini 7 Minuman Ajaib Biar Cepat Terkapar di Kasur
11 hours ago

Sering di Ruang AC? Kenali Risiko Kulit Kering dan Kusam
20 hours ago






