Puasa Bukan Alasan Stop Olahraga, Ini Jam Emasnya
Refa - Sunday, 01 February 2026 | 01:30 PM


"Latihan lemas, nggak latihan otot hilang."
Dilema ini menghantui para pegiat olahraga (gym enthusiast, pelari, hingga pesepeda) setiap kali Ramadan tiba. Ketakutan akan massa otot yang menyusut (muscle atrophy) sering kali bertarung dengan rasa takut akan dehidrasi atau kelelahan ekstrem.
Faktanya, keputusan untuk berhenti total selama sebulan justru adalah kesalahan besar. Berhenti bergerak membuat metabolisme tubuh melambat (melakukan hibernasi), yang berujung pada tubuh yang semakin lesu dan penimbunan lemak pasca-lebaran.
Kunci tetap bugar saat puasa bukan pada memaksakan diri, melainkan pada penyesuaian Waktu (Timing) dan Intensitas. Ingat, tubuh yang berpuasa memiliki cadangan glikogen (gula otot) yang terbatas. Oleh karena itu, ubah pola pikir Anda. Geser dari mode "Peningkatan Performa" (Performance/Bulking) menjadi mode "Pemeliharaan" (Maintenance).
Berikut adalah panduan waktu terbaik dan strategi latihan agar otot aman dan lemak terbakar.
1. Menjelang Berbuka: "Golden Hour" Bakar Lemak
Bagi Anda yang menjadikan Ramadan sebagai momentum menurunkan berat badan (fat loss) atau cutting, ini adalah waktu terbaik Anda.
Waktu Ideal: 30-60 menit sebelum azan Magrib.
Mekanisme Tubuh: Pada jam-jam kritis di sore hari, cadangan karbohidrat dan gula dalam tubuh sudah habis terpakai untuk aktivitas seharian. Saat Anda memaksa tubuh bergerak ringan, tubuh tidak punya pilihan lain selain membakar cadangan lemak sebagai sumber energi utama.
Jenis Olahraga: Pilih intensitas rendah hingga sedang atau Low Intensity Steady State (LISS).
- Jalan cepat (Brisk Walking)
- Jogging santai
- Bersepeda ringan (Ngabuburit)
Keuntungan: Risiko dehidrasi sangat minim karena segera setelah sesi latihan selesai, waktu berbuka tiba. Nutrisi dan cairan tubuh yang hilang bisa langsung tergantikan seketika.
2. Setelah Tarawih: Waktu Terbaik Angkat Beban
Bagi Anda yang fokus pada hypertrophy (pembentukan otot) atau menjaga kekuatan, jangan paksakan latihan beban di sore hari saat energi nol.
Waktu Ideal: Setelah Salat Tarawih (Sekitar pukul 20.00 atau 21.00).
Mekanisme Tubuh: Pada waktu ini, tubuh sudah mendapatkan "bensin" kembali. Asupan cairan dan energi dari takjil dan makan malam sudah dicerna. Kadar glikogen otot sudah terisi, memungkinkan tubuh untuk melakukan kontraksi otot maksimal atau latihan intensitas tinggi (HIIT) dengan aman.
Catatan Penting:
- Beri jeda sekitar 1 jam setelah makan besar agar perut tidak begah/mual.
- Hindari olahraga terlalu larut malam (di atas jam 22.00) agar ritme tidur (sirkadian) tidak terganggu dan Anda bisa bangun sahur dengan segar.
3. Strategi Kunci: Rumus Hidrasi & Turunkan Ego
Selain waktu latihan, dua hal ini adalah penentu apakah Anda akan bugar atau justru tumbang di tengah jalan.
A. Rumus Hidrasi 2-4-2
Musuh utama olahraga saat puasa adalah Dehidrasi, bukan rasa lapar. Jangan minum air berlebihan sekaligus (kembung), tapi bagilah secara berkala untuk memenuhi kebutuhan 8 gelas sehari:
2 Gelas: Saat Berbuka Puasa (Takjil & setelah salat Magrib).
4 Gelas: Sepanjang Malam (Antara Isya, setelah Tarawih/Olahraga, hingga sebelum tidur).
2 Gelas: Saat Sahur (1 gelas bangun tidur, 1 gelas sebelum Imsak).
B. Turunkan Ego (Intensity Management)
Ramadan bukan waktu untuk memecahkan rekor pribadi (Personal Best). Ego yang tinggi bisa berujung cedera atau sakit.
- Turunkan Volume & Beban: Kurangi intensitas hingga 40-50% dari kemampuan normal Anda.
- Contoh Lari: Jika biasa lari 10km, cukup lari 5km santai.
- Contoh Angkat Beban: Jika biasa Squat 100kg, turunkan menjadi 50-60kg namun jaga teknik tetap sempurna.
Tujuannya adalah menstimulasi otot agar tetap aktif dan "sadar", bukan untuk menghancurkan serat otot yang butuh recovery panjang.
Kesimpulan
Tubuh kita adalah mesin yang adaptif. Dengan strategi yang tepat, puasa tidak akan menghalangi hobi olahraga Anda.
Dengarkan tubuh Anda (listen to your body). Jika hari itu terasa sangat lemas, jangan dipaksa. Istirahat juga merupakan bagian dari latihan. Tetaplah bergerak, jaga hidrasi, dan nikmati ibadah puasa dengan tubuh yang bugar.
Next News

Misteri Bunga Wijaya Kusuma Mekar Tengah Malam yang Dianggap Sakral
in 7 hours

Cukup Sudah! 5 Tanda Lingkungan Kerja Toxic yang Mengharuskanmu Segera Resign
in 7 hours

Terbangun Lapar Tengah Malam Sebaiknya Makan Dulu atau Paksa Tidur
in 6 hours

Rekan Kerja Suka Cari Muka? Inilah 5 Cara Profesional Menghadapinya Tanpa Perlu Emosi
in 6 hours

Mengenal Ular Siput Jerapah Si Ahli Kamuflase Hutan Jawa
in 5 hours

Panduan Lengkap Jenis Kerjasama Ekonomi Syariah dan Pengertiannya
in 4 hours

Jam Kerja Habis, Notifikasi Tetap Bunyi? Saatnya Pasang Boundaries
in 5 hours

Managing Up: Strategi Menghadapi Atasan Micromanagement Tanpa Konflik
in 4 hours

Tahu Nilai Dirimu! Panduan Taktis Meminta Kenaikan Gaji dan Benefit Secara Profesional
in 3 hours

Rahasia Bikin Mi Instan Lebih Sehat dengan Modifikasi Bumbu
in 3 hours






