Ceritra
Ceritra Warga

Peralatan Dapur Ini Terlihat Awet, Padahal Diam-Diam Berbahaya

Refa - Saturday, 07 February 2026 | 01:30 PM

Background
Peralatan Dapur Ini Terlihat Awet, Padahal Diam-Diam Berbahaya
Ilustrasi peralatan dapur (pexels.com/ready made )

Sering kali kita merasa bangga memiliki perlengkapan dapur yang awet selama bertahun-tahun. Namun, dalam aspek kesehatan dan keamanan pangan, "awet" secara fisik tidak selalu berarti "aman" secara mikrobiologis. Seiring waktu, penggunaan berulang dan paparan suhu tinggi dapat menyebabkan degradasi material yang memicu pelepasan zat kimia berbahaya atau menciptakan celah mikroskopis bagi pertumbuhan koloni bakteri.

Mengetahui kapan harus merelakan peralatan lama dan menggantinya dengan yang baru adalah bentuk investasi kesehatan bagi seluruh anggota keluarga. Berikut adalah daftar perlengkapan dapur yang memiliki masa pakai terbatas dan harus diganti secara berkala.

1. Spons Cuci Piring (Setiap 2–4 Minggu)

Spons adalah benda paling kotor di dapur, bahkan sering kali lebih banyak mengandung bakteri dibandingkan dudukan toilet.

  • Alasan: Tekstur spons yang berpori dan kondisinya yang hampir selalu lembap menjadikannya tempat berkembang biak yang sempurna bagi kuman. Meski sudah dicuci, bakteri di bagian dalam spons sulit dihilangkan sepenuhnya.
  • Tanda Harus Ganti: Jika spons sudah mulai berbau, teksturnya hancur, atau warnanya sudah berubah kusam, segera buang dan ganti dengan yang baru.

2. Talenan Plastik (Setiap 6–12 Bulan)

Talenan plastik yang sudah penuh dengan bekas sayatan pisau dapat menjadi ancaman kesehatan yang tersembunyi.

  • Alasan: Sayatan yang dalam sulit dijangkau oleh sabun dan sikat saat dicuci. Selain itu, plastik yang tergores berisiko melepaskan partikel mikroplastik ke dalam bahan makanan yang sedang dipotong.
  • Tanda Harus Ganti: Segera ganti jika permukaan talenan sudah kasar karena banyak guratan dalam, terdapat noda hitam yang tidak bisa hilang (jamur), atau bentuknya sudah melengkung.

3. Wajan Anti Lengket (Setiap 2–3 Tahun)

Lapisan anti lengket (teflon) memiliki batas ketahanan panas dan gesekan yang terbatas.

  • Alasan: Lapisan yang sudah terkelupas dapat melepaskan zat kimia perfluorinated (PFAS) ke dalam masakan. Selain itu, makanan akan lebih mudah lengket dan gosong, yang memicu pembentukan zat karsinogenik pada makanan.
  • Tanda Harus Ganti: Jika lapisan hitam mulai mengelupas, ada goresan logam yang terlihat, atau kemampuan anti lengketnya sudah hilang meski sudah diberi minyak.

4. Spatula Plastik atau Silikon (Setiap 1–2 Tahun)

Peralatan berbahan polimer rentan mengalami kerusakan akibat paparan suhu panas terus-menerus.

  • Alasan: Ujung spatula yang sering terkena wajan panas bisa meleleh secara mikroskopis atau menjadi retak. Retakan ini menjadi tempat bersembunyi sisa lemak dan bakteri yang sulit dibersihkan.
  • Tanda Harus Ganti: Periksa apakah ujung spatula sudah berubah bentuk (meleleh), berubah warna, atau terasa lengket meski sudah dicuci bersih.

5. Wadah Plastik Penyimpanan Makanan (Setiap 1–2 Tahun)

Wadah plastik memiliki masa pakai terbatas, terutama jika sering digunakan untuk memanaskan makanan di microwave.

  • Alasan: Plastik yang sudah lama dan sering terpapar panas cenderung melepaskan bahan kimia seperti BPA atau phthalates. Selain itu, plastik yang sudah tergores mudah menyerap bau dan sisa warna makanan.
  • Tanda Harus Ganti: Ganti wadah yang sudah keruh, terdapat noda yang menempel permanen, berbau tidak sedap, atau tutupnya sudah tidak lagi rapat (kedap udara).

Penutup: Dapur Sehat Dimulai dari Kesadaran

Melakukan "audit" perlengkapan dapur secara rutin bukan berarti pemborosan, melainkan langkah preventif untuk menjamin kualitas makanan yang kita konsumsi. Perlengkapan yang bersih dan layak pakai tidak hanya membuat kegiatan memasak lebih menyenangkan, tetapi juga memberikan rasa aman bagi kesehatan jangka panjang.

Logo Radio
🔴 Radio Live