Rahasia Talenan Kayu Wangi ala Home Cafe, Bye Bau Amis!
Refa - Saturday, 21 February 2026 | 11:00 AM


Dilema Bau Amis di Talenan Kayu? Coba Ramuan Lemon dan Garam Biar Gak Bikin Emosi
Siapa di sini yang hobi masak tapi paling males kalau urusan beberes dapur, apalagi kalau sudah ketemu sama yang namanya bau amis? Kita semua pasti setuju kalau talenan kayu itu punya estetika tersendiri. Rasanya kalau motong-motong pakai talenan kayu, aura kita langsung naik level jadi ala-ala chef profesional di YouTube atau minimal ngerasa kayak konten kreator home cafe yang estetik abis. Tapi ya itu, talenan kayu punya satu kekurangan yang kadang bikin kita pengen balik lagi ke talenan plastik yang membosankan: porinya hobi banget nyimpen bau.
Pernah nggak sih kamu habis motong ikan tongkol atau ayam, terus sudah dicuci pakai sabun cuci piring yang katanya "ekstra jeruk nipis" sampai berbusa-busa, tapi pas dicium lagi baunya masih nempel kayak prangko? Bau amis itu seolah-olah sudah jadi bagian dari jiwa si kayu tersebut. Masalahnya, kalau talenan yang masih bau amis itu kita pakai buat potong buah atau roti, ya wassalam. Rasa semangkanya jadi ada hint-hint ikan lautnya. Kan nggak lucu banget ya.
Nah, daripada kamu emosi dan ujung-ujungnya malah buang itu talenan kayu mahal-mahal, mending kita pakai cara yang lebih cerdas dan organik. Jawabannya ada di dapur kamu sendiri, yaitu kolaborasi maut antara lemon dan garam kasar. Serius, dua bahan ini bukan cuma buat bikin bumbu masakan, tapi juga bisa jadi tim penyelamat buat talenan kesayangan kamu.
Kenapa Harus Lemon dan Garam?
Mungkin kamu mikir, "Kenapa nggak pakai pemutih atau cairan kimia keras aja sekalian biar kuman mati?" Ya bisa aja sih, tapi inget, talenan itu bersentuhan langsung sama makanan kita. Pakai bahan alami jauh lebih aman buat kesehatan jangka panjang. Lemon itu mengandung asam sitrat yang fungsinya kayak disinfektan alami. Dia pinter banget ngebunuh bakteri penyebab bau. Plus, aroma lemon itu seger banget, otomatis bakal menyingkirkan bau amis yang bandel tadi.
Terus fungsi garam kasarnya buat apa? Garam di sini bertindak sebagai alat scrubbing atau ampelas halus. Karena teksturnya yang kasar (pilih yang garam krosok atau sea salt ya, jangan garam meja yang halus banget), dia bisa masuk ke sela-sela serat kayu dan ngangkat sisa-sisa protein ikan atau daging yang terjebak di sana. Jadi, lemon yang kerja ngehancurin baunya, garam yang kerja ngegosok kotorannya keluar.
Cara Eksekusi yang Gak Pakai Ribet
Oke, mari kita masuk ke tahap praktek. Siapkan satu buah lemon yang segar (yang kandungan airnya banyak) dan segenggam garam kasar. Caranya gampang banget, bahkan sambil ngelamun mikirin cicilan pun bisa.
Pertama, taburkan garam kasar secara merata di atas permukaan talenan kayu yang kering. Jangan pelit-pelit sama garamnya, tabur aja sampai kayak salju tipis menutup permukaan kayu.
Kedua, potong lemon jadi dua bagian. Gunakan satu belahan lemon sebagai "spons" gosoknya. Tekan lemon kuat-kuat sampai airnya keluar, lalu gosokkan ke seluruh permukaan talenan yang sudah ada garamnya tadi. Gerakannya melingkar ya, supaya garamnya bisa bekerja maksimal mengikis kotoran.
Kamu bakal lihat tuh, cairan lemon dan garamnya lama-lama bakal berubah warna jadi agak butek atau abu-abu. Itu tandanya kotoran dan sisa bau yang ngumpet di dalam pori kayu sudah mulai terangkat.
Kalau sudah rata, jangan langsung dibilas. Biarkan dulu sekitar 10 sampai 15 menit. Kasih waktu buat si asam lemon ini bekerja deep cleansing ke serat kayu.
Sentuhan Akhir Agar Talenan Awet
Setelah didiamkan, barulah kamu bilas pakai air bersih. Kalau mau lebih mantap, pakai air hangat biar sisa-sisa lemaknya makin luntur. Setelah dibilas, keringkan talenan dengan cara diangin-anginkan atau dilap pakai kain bersih. Jangan langsung ditaruh di dalam lemari yang lembap ya, karena musuh terbesar kayu itu adalah kelembapan yang bisa bikin jamuran.
Sedikit tips tambahan buat kamu yang mau talenannya tetap kelihatan baru: setelah kering total, kamu bisa oleskan sedikit food-grade mineral oil. Ini tujuannya biar kayu nggak gampang pecah-pecah dan porinya tertutup, jadi bau amis nggak gampang masuk lagi di pemakaian berikutnya. Kayak skin care buat talenan lah istilahnya.
Melakukan ritual lemon dan garam ini minimal sebulan sekali (atau tiap habis eksekusi bahan makanan yang baunya nauzubillah) bakal bikin dapur kamu lebih higienis dan mood masak tetap terjaga. Nggak perlu lagi deh drama hidung kembang kempis gara-gara bau amis yang nggak mau hilang. Gampang, murah, dan yang paling penting: kerjanya nyata. Jadi, sudah siap "nyalonin" talenan kayu kamu hari ini?
Next News

Tips Berani Solo Traveling Buat Kamu yang Sering Ragu
in 6 hours

Talenan Kayu Kayak Properti Horor? Ini Tips Membersihkannya
in 5 hours

Gorden Kusam Bikin Rumah Suram? Yuk, Ganti Gaya Pinterest!
in an hour

Ilusi Mata! Ubah Suasana Kamar Sempit Lewat Gorden
in 18 minutes

Gorden Berdebu dan Bau? Ini Tips Membersihkannya Tanpa Ribet
42 minutes ago

Cara Elegan Jawab Pertanyaan Kapan Nikah saat Buka Puasa
9 hours ago

Tips Usir Kerak Purba di Kamar Mandi Tanpa Capek Menyikat
14 hours ago

Kurangi Obesitas Informasi dengan Digital Detox Sejak Pagi
9 hours ago

Kaki Terendam Air Keruh? Ini Solusi Cepat Saluran Air Mampet
15 hours ago

Cara Terapkan Frugal Living yang Benar Tanpa Dicap Orang Kikir
11 hours ago






