Ceritra
Ceritra Warga

Olahraga Saat Perut Kosong, Ini Aturan yang Wajib Dipatuhi!

Refa - Tuesday, 03 February 2026 | 11:30 AM

Background
Olahraga Saat Perut Kosong, Ini Aturan yang Wajib Dipatuhi!
Ilustrasi workout (pexels.com/MART PRODUCTION)

Berpuasa bukan berarti kita harus menghentikan seluruh aktivitas fisik dan hanya berdiam diri menunggu azan Maghrib. Justru, menjaga tubuh tetap bergerak adalah cara terbaik untuk memastikan metabolisme tetap lancar dan suasana hati tetap terjaga selama bulan suci.

Namun, tentu saja intensitasnya tidak bisa disamakan dengan hari-hari biasa. Olahraga saat perut kosong membutuhkan strategi yang cerdas agar manfaat kebugaran didapat tanpa harus mengalami dehidrasi atau kelelahan ekstrem. Berikut adalah panduan lengkap agar tetap aktif bergerak dengan aman selama menjalankan ibadah puasa di tahun 2026.

Memilih Waktu Terbaik: Kapan Sebaiknya Bergerak?

Waktu adalah segalanya saat berolahraga di bulan Ramadan. Memaksakan diri berolahraga di tengah hari saat matahari sedang terik hanya akan menguras cairan tubuh dengan cepat. Ada tiga pilihan waktu yang paling disarankan oleh para ahli kebugaran:

  1. Sesaat Sebelum Berbuka (30-60 Menit Sebelum Maghrib): Ini adalah waktu favorit banyak orang. Karena waktu makan sudah dekat, kita tidak perlu khawatir akan merasa lemas dalam waktu lama. Kehilangan cairan bisa segera digantikan saat azan berkumandangan.
  2. Setelah Berbuka Puasa: Di waktu ini, tubuh sudah mendapatkan asupan energi dari makanan dan minuman. Intensitas olahraga bisa sedikit ditingkatkan, namun sebaiknya beri jeda sekitar 1-2 jam setelah makan berat agar pencernaan tidak terganggu.
  3. Setelah Salat Tarawih: Waktu ini cocok bagi yang ingin berolahraga dengan lebih leluasa tanpa terburu-buru oleh jadwal ibadah. Udara malam yang lebih sejuk juga membuat aktivitas fisik terasa lebih nyaman.

Jenis Olahraga Ringan yang Direkomendasikan

Selama berpuasa, fokuslah pada jenis latihan yang menjaga kelenturan dan tonus otot, bukan untuk memecahkan rekor angkat beban atau lari maraton. Beberapa pilihan yang aman adalah:

1. Jalan Santai

Jalan kaki adalah olahraga paling sederhana namun efektif. Cukup berjalan di sekitar lingkungan rumah atau di atas treadmill dengan kecepatan rendah selama 20-30 menit. Aktivitas ini sangat rendah risiko namun mampu menjaga sirkulasi darah tetap optimal.

2. Yoga atau Stretching

Gerakan yoga yang berfokus pada pernapasan dan peregangan otot sangat membantu menenangkan pikiran sekaligus menjaga kelenturan tubuh. Selain menyehatkan fisik, yoga juga membantu menjaga kesehatan mental agar tetap sabar dan tenang selama berpuasa.

3. Bersepeda Santai

Jika ingin menghirup udara segar, bersepeda dengan rute datar dan santai bisa menjadi pilihan menarik untuk ngabuburit. Pastikan tidak menempuh jarak yang terlalu jauh agar energi tidak terkuras habis sebelum waktunya berbuka.

4. Latihan Beban Ringan

Kita masih bisa melakukan squat, push-up, atau plank di rumah. Lakukan dalam repetisi yang lebih sedikit dan jangan terlalu memaksakan diri. Tujuannya adalah agar otot tidak menjadi kaku selama sebulan penuh.

Tips Aman Agar Tidak Dehidrasi

Kunci utama berolahraga saat puasa adalah mendengarkan alarm tubuh sendiri. Berikut adalah protokol keselamatan yang perlu diperhatikan:

  • Perhatikan Cairan di Malam Hari: Terapkan pola minum 2-4-2 (dua gelas saat berbuka, empat gelas sepanjang malam, dan dua gelas saat sahur) untuk memastikan cadangan cairan tubuh cukup untuk beraktivitas esok hari.
  • Jangan Memaksakan Diri: Jika tiba-tiba merasa pusing, mata berkunang-kunang, atau mual, segera hentikan aktivitas fisik. Itu adalah sinyal bahwa tubuh sedang mengalami dehidrasi atau penurunan gula darah yang drastis.
  • Gunakan Pakaian yang Nyaman: Pilihlah baju olahraga yang menyerap keringat dan memiliki sirkulasi udara yang baik agar suhu tubuh tetap terjaga.

Nutrisi Pendukung untuk Pemulihan

Olahraga yang baik harus didukung oleh nutrisi yang tepat. Saat sahur, konsumsilah makanan yang mengandung karbohidrat kompleks seperti gandum atau nasi merah yang memberikan energi stabil. Saat berbuka, jangan lupa asupan protein untuk memperbaiki sel-sel otot yang bekerja selama olahraga ringan tadi.

Dengan mengikuti panduan yang tepat, olahraga justru akan membuat tubuh terasa lebih segar dan tidak mudah mengantuk di siang hari. Mari jadikan Ramadan 2026 sebagai momen untuk sehat secara lahir dan batin.

Logo Radio
🔴 Radio Live