Olahraga Padel Tennis Jadi Primadona Baru Kaum Urban
Refa - Tuesday, 16 December 2025 | 03:30 PM


Jika melintas di pusat kebugaran atau area komersial kota-kota besar belakangan ini, pemandangan baru sering tertangkap mata. Sebuah lapangan yang mirip lapangan tenis, tapi ukurannya lebih kecil dan dikelilingi oleh dinding kaca bening.
Di dalamnya, empat orang terlihat sibuk memukul bola dengan raket yang bentuknya unik. Inilah Padel Tennis, cabang olahraga yang sedang melanda dunia dan kini menjadi primadona baru di Indonesia.
Padel sering disebut sebagai "anak perkawinan" antara tenis dan squash. Olahraga ini mengambil sistem poin dari tenis, tapi meminjam konsep dinding pantul dari squash. Hasilnya adalah permainan yang cepat, seru, dan penuh kejutan.
Dinding Kaca Adalah Teman
Daya tarik utama Padel terletak pada dinding kacanya. Dalam tenis biasa, jika bola melewati pemain, poin hilang. Namun dalam Padel, bola yang lolos dan memantul ke dinding kaca belakang masih dianggap hidup.
Pemain bisa memukul balik bola tersebut setelah memantul dari kaca. Aturan ini membuat reli permainan menjadi lebih panjang dan dramatis. Bola yang dikira mati tiba-tiba bisa kembali menyerang. Sensasi "menyelamatkan bola dari pantulan kaca" inilah yang bikin pemain ketagihan.
Lebih Mudah dari Tenis, Lebih Seru dari Squash
Mengapa olahraga ini tiba-tiba booming? Alasannya sederhana: Padel sangat ramah bagi pemula.
Belajar tenis lapangan membutuhkan teknik tinggi dan waktu lama agar bola tidak melayang keluar pagar. Sedangkan di Padel, raketnya yang padat (tanpa senar) lebih mudah dikendalikan. Tenaga yang dibutuhkan juga tidak sebesar tenis, lebih mengandalkan taktik penempatan bola.
Karena hampir selalu dimainkan dalam format ganda (2 lawan 2), Padel menjadi olahraga yang sangat sosial. Jarak antar pemain cukup dekat, sehingga obrolan dan candaan bisa terus terjadi di tengah permainan. Ini yang membuat Padel sering dijadikan ajang networking atau kumpul-kumpul sehat sepulang kerja.
Raket Bolong-Bolong yang Futuristik
Selain permainannya, alat tempurnya juga menarik perhatian. Raket Padel tidak menggunakan senar, melainkan terbuat dari material komposit karbon yang padat namun berlubang-lubang.
Desainnya terlihat futuristik dan stylish. Ditambah lagi dengan tren fashion olahraga yang kini makin keren, lapangan Padel sering kali berubah menjadi ajang adu outfit yang sporty.
Lapangan Padel kini mulai menjamur, dari Jakarta hingga Surabaya. Banyak penyewaan lapangan yang buka hingga larut malam karena tingginya minat pekerja kantoran yang ingin mencari keringat dengan cara yang menyenangkan. Padel membuktikan bahwa olahraga kompetitif tetap bisa dilakukan dengan santai dan penuh gaya.
Next News

Manfaat Hiking Ringan bagi Jantung dan Kesehatan Mental
15 hours ago

Rutinitas 5 Menit Morning Mobility agar Tubuh Tidak 'Berkarat'
3 hours ago

Fakta Medis dan Dampak Olahraga Malam Bagi Kesehatan Tubuh
11 hours ago

Demam Olahraga Padel yang Sedang Mengguncang Gaya Hidup Sehat Indonesia
13 hours ago

Panduan Durasi Olahraga Aman dan Efektif Bagi Penderita Hipertensi Agar Tensi Turun
15 hours ago

Sejarah dan Perkembangan Bola Voli di Indonesia, dari Masa Penjajahan hingga Era Proliga
18 hours ago

10 Gerakan Peregangan Ampuh Usir Pegal dan Mata Lelah Bagi Pekerja Kantoran yang Duduk Seharian
a day ago

Rumus Persentase Berat Badan Agar Rucking Tetap Aman
20 hours ago

7 Olahraga Paling Ampuh Usir Pegal dan Stres Bagi Pekerja Kantoran
a day ago

Bakar Lemak 3x Lipat Sambil Jalan Santai? Ini Rahasia Rucking
21 hours ago






