Ngeri! Satu Minuman Energi Bisa Picu Gangguan Jantung, Bahkan pada Orang Sehat


Popularitas minuman berenergi sebagai "doping" instan saat lelah ternyata menyimpan ancaman serius bagi organ vital. Sebuah penelitian medis mengungkap fakta mengerikan. Hanya dengan mengonsumsi satu kaleng minuman berenergi, perubahan negatif pada fungsi kardiovaskular (jantung dan pembuluh darah) langsung terjadi.
Riset yang dilakukan oleh Mayo Clinic ini memperingatkan bahwa efek samping tersebut tidak hanya berlaku bagi peminum jangka panjang, melainkan bisa menimpa orang muda yang sehat sekalipun hanya dalam satu kali konsumsi.
Berikut adalah 3 reaksi tubuh yang terjadi setelah menenggak sekaleng minuman berenergi:
1. Lonjakan Hormon Stres (Norepinephrine)
Temuan paling signifikan adalah peningkatan drastis kadar norepinephrine dalam darah. Hormon ini berfungsi sebagai respons stres kimiawi tubuh.
Pada peserta penelitian, kadar hormon ini melonjak hingga dua kali lipat setelah meminum minuman berenergi. Peningkatan norepinephrine berlebih diketahui dapat memicu gangguan irama jantung (aritmia) yang berpotensi fatal jika tidak ditangani.
2. Peningkatan Tekanan Darah Akut
Selain hormon, tekanan darah (tensi) tercatat mengalami kenaikan yang tajam dalam waktu singkat. Kandungan kafein dosis tinggi yang dikombinasikan dengan taurin dan gula menyebabkan pembuluh darah menyempit (vasokonstriksi).
Akibatnya, jantung dipaksa bekerja ekstra keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Bagi individu yang memiliki bakat hipertensi atau kelainan jantung tersembunyi, kondisi ini sangat berbahaya dan bisa memicu serangan mendadak.
3. Risiko Serangan Jantung Usia Muda
Mitos bahwa penyakit jantung hanya menyerang orang tua kini terbantahkan. Kebiasaan konsumsi minuman berenergi menjadi salah satu faktor pemicu utama serangan jantung pada usia produktif.
Beban kerja jantung yang berlebihan (overdrive) akibat stimulan kimiawi membuat otot jantung menebal atau melemah seiring waktu. Risiko ini semakin berlipat ganda jika minuman tersebut dikonsumsi sebelum aktivitas fisik berat atau olahraga.
Next News

Bukan Sekadar Bedak, Makeup Adalah Rekaman Sejarah
10 days ago

Mendengarkan Musik Saat Berkendara: Bikin Fokus atau Justru Bahaya?
12 days ago

Transformasi Artis: Tinggalkan Panggung Demi Kursi Politik
12 days ago

Waspada Bahaya Abu Vulkanik bagi Kesehatan dan Cat Mobil
13 days ago

Dari War Tiket ke OOTD: Rahasia Dibalik Ritual Konser Masa Kini
13 days ago

Mahalnya Harga di Balik Wajah yang "Nggak Pakai Apa-Apa"
13 days ago

Akademik vs Praktisi: Rahasia Memilih Sekolah yang Tepat
16 days ago

Alasan Kenapa Makanan Bioskop Lebih Mahal Daripada Tiket Film Yang Dijual
18 days ago

Kenapa Film Horor Selalu Laris di Indonesia? Membedah Fenomena Genre Paling Konsisten
18 days ago

Kenapa Abu Vulkanik Sangat Berbahaya Bagi Mesin Pesawat?
18 days ago


