Ngeri! Satu Minuman Energi Bisa Picu Gangguan Jantung, Bahkan pada Orang Sehat
Refa - Monday, 26 January 2026 | 12:30 PM


Popularitas minuman berenergi sebagai "doping" instan saat lelah ternyata menyimpan ancaman serius bagi organ vital. Sebuah penelitian medis mengungkap fakta mengerikan. Hanya dengan mengonsumsi satu kaleng minuman berenergi, perubahan negatif pada fungsi kardiovaskular (jantung dan pembuluh darah) langsung terjadi.
Riset yang dilakukan oleh Mayo Clinic ini memperingatkan bahwa efek samping tersebut tidak hanya berlaku bagi peminum jangka panjang, melainkan bisa menimpa orang muda yang sehat sekalipun hanya dalam satu kali konsumsi.
Berikut adalah 3 reaksi tubuh yang terjadi setelah menenggak sekaleng minuman berenergi:
1. Lonjakan Hormon Stres (Norepinephrine)
Temuan paling signifikan adalah peningkatan drastis kadar norepinephrine dalam darah. Hormon ini berfungsi sebagai respons stres kimiawi tubuh.
Pada peserta penelitian, kadar hormon ini melonjak hingga dua kali lipat setelah meminum minuman berenergi. Peningkatan norepinephrine berlebih diketahui dapat memicu gangguan irama jantung (aritmia) yang berpotensi fatal jika tidak ditangani.
2. Peningkatan Tekanan Darah Akut
Selain hormon, tekanan darah (tensi) tercatat mengalami kenaikan yang tajam dalam waktu singkat. Kandungan kafein dosis tinggi yang dikombinasikan dengan taurin dan gula menyebabkan pembuluh darah menyempit (vasokonstriksi).
Akibatnya, jantung dipaksa bekerja ekstra keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Bagi individu yang memiliki bakat hipertensi atau kelainan jantung tersembunyi, kondisi ini sangat berbahaya dan bisa memicu serangan mendadak.
3. Risiko Serangan Jantung Usia Muda
Mitos bahwa penyakit jantung hanya menyerang orang tua kini terbantahkan. Kebiasaan konsumsi minuman berenergi menjadi salah satu faktor pemicu utama serangan jantung pada usia produktif.
Beban kerja jantung yang berlebihan (overdrive) akibat stimulan kimiawi membuat otot jantung menebal atau melemah seiring waktu. Risiko ini semakin berlipat ganda jika minuman tersebut dikonsumsi sebelum aktivitas fisik berat atau olahraga.
Next News

Bahaya Nasi yang Salah Masak: Bisa Melumpuhkan Pencernaan
14 hours ago

Ketemu Kucing Hitam Saat Berkendara? Simak Fakta dan Mitosnya
17 hours ago

Budaya Makan Visual: Ketika Kamera Lebih Lapar dari Perut
19 hours ago

Dilema Rak Dekorasi: Tanaman Hidup vs Palsu Mana yang Lebih Oke?
3 days ago

Alasan Mengapa Kamu Harus Selalu Bawa Tas Belanja Sendiri
4 days ago

Bekal Cepat Basi? Ini 5 Rahasia Packing Bekal Makan Siang Agar Tetap Enak
4 days ago

Mengenal Sejarah Teddy Bear: Kenapa Harus Pakai Nama Teddy?
5 days ago

Misteri Earworm: Kenapa Lagu yang Kita Benci Malah Susah Hilang?
8 days ago

Membedah Lebih Dalam: Pengaruh Pola Asuh Orang Tua Dalam Kepercayaan Diri Individu
9 days ago

Bukan Kebetulan, Ini Asal Usul Nama Makanan Berawalan Bak
9 days ago





