Ceritra
Ceritra Warga

Minum Air Dingin Saat Cuaca Panas, Benarkah Bikin Batuk dan Flu?

Refa - Saturday, 31 January 2026 | 12:00 PM

Background
Minum Air Dingin Saat Cuaca Panas, Benarkah Bikin Batuk dan Flu?
Ilustrasi minum air (pexels.com/RUN 4 FFWPU)

"Jangan minum es terus, nanti batuk lho!" Kalimat ini pasti sudah sering kita dengar sejak kecil, terutama dari orang tua. Saat matahari sedang terik membakar dan tenggorokan kering, segelas air es rasanya seperti surga. Namun, rasa takut akan sakit tenggorokan, flu, atau bahkan pembuluh darah pecah sering kali membuat kita ragu.

Benarkah air dingin adalah biang keladi penyakit saat cuaca panas? Atau itu hanya mitos turun-temurun yang tidak terbukti secara medis?

Berdasarkan penjelasan Ahli Gizi (seperti yang dilansir dari Suara Surabaya), ternyata minum air dingin saat cuaca panas TIDAK membuat sakit, asalkan dikonsumsi dengan cara yang benar. Mari kita bedah fakta medisnya agar Anda tidak lagi parno memegang gelas es.

1. Fakta: Suhu Air vs Virus (Siapa Pelakunya?)

Ahli gizi dan dokter sepakat bahwa air dingin tidak mengandung virus influenza. Penyebab utama batuk, pilek, dan radang tenggorokan adalah infeksi virus atau bakteri, bukan suhu air.

Lantas, kenapa banyak orang sakit setelah minum es?

  • Daya Tahan Tubuh Menurun: Saat cuaca panas ekstrem, tubuh bekerja keras mengatur suhu. Jika kelelahan dan imun turun, virus mudah masuk. Kebetulan saat itu kamu sedang minum es, sehingga air es yang dijadikan kambing hitam.
  • Kebersihan Es Batu: Sering kali yang bikin sakit bukan dinginnya, tapi higienitasnya. Es balok mentah yang beli di pinggir jalan mungkin mengandung bakteri E.coli atau Salmonella yang menyebabkan gangguan pencernaan dan radang.

2. Manfaat Tersembunyi: Mencegah Dehidrasi

Justru, ahli gizi menyarankan konsumsi air yang suhunya lebih rendah (sejuk) saat udara panas. Mengapa?

  • Palatabilitas (Rasa Enak): Air dingin terasa lebih segar di lidah. Ini memicu psikologis seseorang untuk minum lebih banyak.
  • Rehidrasi Cepat: Karena rasanya enak, target minum 2 liter sehari lebih mudah tercapai. Bandingkan jika kamu harus minum air hangat saat suhu udara 35°C, pasti malas minum dan risiko dehidrasi (kurang cairan) justru meningkat.

Jadi, air dingin membantu menjaga tubuh tetap terhidrasi dengan baik di tengah gempuran panas.

3. Tubuh Kita Punya "Pemanas Otomatis"

Banyak yang takut minum air es karena isu "pembuluh darah pecah" atau "jantung kaget". Faktanya, tubuh manusia adalah mesin canggih yang memiliki sistem termoregulasi.

Saat air es masuk ke mulut dan melewati kerongkongan, suhunya akan langsung dihangatkan oleh tubuh sebelum sampai ke lambung. Jadi, air yang sampai ke perut suhunya sudah tidak sedingin es batu lagi. Tubuh akan menyesuaikan suhu tersebut dalam hitungan detik agar sesuai dengan suhu inti tubuh (core temperature).

Kapan Harus Hati-Hati?

Meskipun aman, ada beberapa kondisi di mana harus mengerem konsumsi air es ekstrem:

  1. Habis Olahraga Berat (Jantung Berdebar Kencang): Saat heart rate sangat tinggi, minum air es sekaligus dalam jumlah banyak bisa memicu refleks saraf vagus yang bikin pusing atau brain freeze. Sebaiknya minum air sejuk (cool), bukan air beku (ice cold), dan minum secara perlahan (sip by sip).
  2. Gigi Sensitif: Jelas, ini akan memicu rasa ngilu yang tajam.
  3. Sedang Demam Tinggi: Saat demam, tubuh menggigil. Minum air es bisa memicu respon menggigil lebih hebat. Air hangat atau suhu ruang lebih disarankan untuk kenyamanan.

Kesimpulan

Jangan takut menikmati segelas air es atau infused water dingin saat cuaca Surabaya (atau kota lain) sedang panas-panasnya. Itu tidak akan membuat sakit flu atau radang.

Yang membuat sakit adalah dehidrasi (kurang minum) atau minum es yang kotor. Jadi, pastikan es batu dibuat dari air matang dan nikmati kesegarannya tanpa rasa bersalah!

Logo Radio
🔴 Radio Live