Mengapa Kucing Malah Memilih Orang yang Tidak Mencari Perhatian?
Nisrina - Friday, 06 March 2026 | 09:15 PM


Pernah nggak sih kamu lagi nongkrong di cafe outdoor, terus tiba-tiba ada kucing liar yang nyelonong masuk dan langsung nangkring di pangkuan temen kamu? Padahal, temen kamu itu nggak bawa snack, nggak manggil-manggil "pus-pus", bahkan lagi asyik ngobrol serius. Sementara itu, kamu yang udah berusaha sekuat tenaga buat dapet perhatian si kucing dengan suara paling imut sedunia, malah cuma dikasih tatapan sinis atau—yang paling menyakitkan—dicuekin total.
Fenomena ini sering bikin kita garuk-garuk kepala. Ada orang yang kayak punya "mantra" rahasia atau aura sakti yang bikin semua makhluk berkaki empat, mulai dari kucing oren preman komplek sampe anjing galak di rumah tetangga, tiba-tiba jadi jinak merpati. Orang-orang kayak gini sering dijuluki animal whisperer versi lokal. Tapi, apakah ini murni bakat dari lahir, atau ada penjelasan logis di baliknya? Mari kita bedah pelan-pelan biar nggak penasaran.
Bahasa Tubuh yang "Chill" adalah Kunci
Satu hal yang harus kita sadari: hewan itu nggak paham kata-kata kita, tapi mereka adalah master dalam membaca gerak-gerik tubuh. Orang yang gampang akrab sama hewan biasanya punya pembawaan yang tenang alias chill. Mereka nggak melakukan gerakan tiba-tiba yang bikin kaget. Bayangin aja, kalau ada raksasa (alias kita manusia) lari-lari sambil teriak "Lucu banget!" ke arah kamu, reaksi pertama kamu pasti pengen kabur atau minimal pasang kuda-kuda bertahan, kan? Nah, itu yang dirasakan hewan.
Orang-orang yang "dipilih" sama hewan ini biasanya punya insting untuk nggak menatap mata secara agresif. Dalam dunia hewan, kontak mata yang terlalu intens dan lama itu sering dianggap sebagai tantangan atau ancaman. Jadi, kalau temen kamu itu cuek-cuek aja, justru itu yang bikin si hewan merasa aman. Mereka merasa nggak terancam, dan akhirnya rasa penasaran mereka mengalahkan rasa takutnya. Intinya, less is more. Semakin kamu nggak maksa, semakin mereka tertarik buat deketin kamu.
Bau "Vibe" yang Nggak Bisa Bohong
Hewan, terutama anjing dan kucing, punya indra penciuman yang ribuan kali lebih tajam dari manusia. Mereka nggak cuma bisa mencium bau parfum atau bau matahari di baju kamu, tapi juga bisa mendeteksi perubahan kimiawi dalam tubuh kita yang dipicu oleh emosi. Kedengarannya kayak fiksi ilmiah, tapi ini nyata. Ketika kita merasa takut, cemas, atau agresif, tubuh kita memproduksi hormon tertentu seperti adrenalin dan kortisol yang aromanya ketangkep sama hidung mereka.
Orang yang gampang akrab sama hewan biasanya punya tingkat kepercayaan diri yang tinggi dan pembawaan yang rileks. Mereka nggak punya ketakutan bawah sadar kalau bakal digigit atau dicakar. Aroma "damai" inilah yang bikin hewan ngerasa nyaman di deket mereka. Jadi, kalau kamu deketin kucing sambil gemeteran karena takut dicakar, si kucing bakal nangkep sinyal kalau ada sesuatu yang nggak beres, dan akhirnya dia milih buat ngejauh. Energi itu beneran nular, guys.
Faktor Jam Terbang dan Empati Tinggi
Nggak bisa dipungkiri, lingkungan masa kecil juga berpengaruh besar. Orang yang dari kecil udah biasa dikelilingi peliharaan biasanya punya "jam terbang" yang tinggi dalam membaca sinyal-sinyal halus dari hewan. Mereka tahu kapan kucing lagi mode pengen dimanja, dan kapan kucing lagi pengen sendirian karena ekornya udah mulai kibas-kibas nggak santai. Kemampuan membaca navigasi emosi non-manusia ini yang bikin interaksi mereka terlihat sangat organik dan nggak kaku.
Selain itu, ada faktor kepribadian. Orang dengan empati tinggi biasanya lebih peka terhadap kebutuhan makhluk lain. Mereka nggak memperlakukan hewan kayak boneka yang bisa dimainin kapan aja, tapi sebagai subjek yang punya perasaan. Mereka bakal nunggu si hewan yang dateng duluan, baru kemudian memberikan respon. Sikap saling menghargai ruang personal (personal space) ini ternyata sangat dihargai di dunia binatang.
Bukan Sihir, Tapi Soal Frekuensi
Ada teori menarik yang bilang kalau ini soal sinkronisasi frekuensi. Beberapa orang punya ritme hidup yang lebih lambat dan suara yang lebih rendah, yang secara alami menenangkan bagi hewan. Suara yang melengking tinggi seringkali bikin hewan merasa terdistraksi atau bahkan stres. Makanya, jangan heran kalau orang yang ngomongnya kalem atau bahkan jarang ngomong malah lebih disukai sama peliharaan daripada mereka yang heboh sendiri.
Kadang, kita juga harus ngakuin kalau ada faktor keberuntungan atau "rejeki anak sholeh". Ada chemistry yang nggak bisa dijelasin secara sains 100 persen. Sama kayak kita manusia yang kadang ngerasa "klik" sama orang asing padahal baru ketemu sekali, hewan pun punya preferensi personal. Mungkin bau sabun kamu mirip sama bau pemilik lama mereka, atau cara kamu duduk ngingetin mereka sama tempat tidur favoritnya.
Gimana Caranya Biar Kita Juga "Disukai" Hewan?
Kalau kamu termasuk tim yang sering dicuekin kucing, jangan berkecil hati dulu. Kamu bisa kok melatih aura "animal magnet" ini. Mulailah dengan belajar untuk nggak terlalu agresif. Kalau ketemu hewan baru, biarin mereka yang deketin kamu duluan buat nyium-nyium tangan kamu. Jangan langsung nyosor mau elus kepalanya. Ibarat PDKT sama gebetan, kalau terlalu agresif di awal malah bikin ilfeel, kan?
Posisikan tubuh kamu lebih rendah, jangan berdiri menjulang kayak raksasa. Jongkok atau duduk bisa bikin kamu kelihatan lebih setara di mata mereka. Dan yang paling penting, coba buat rileks. Atur napas, jangan tegang. Hewan bakal ngerasain kalau kamu tulus pengen temenan sama mereka tanpa ada niat buat nyakitin. Pada akhirnya, jadi orang yang disukai hewan itu bukan soal kekuatan super, tapi soal kesabaran, kepekaan, dan kemampuan buat sedikit "merendah" demi memahami bahasa sunyi mereka.
Jadi, besok-besok kalau kamu liat temen kamu dikerubutin kucing, jangan iri ya. Mungkin emang vibenya lagi sefrekuensi aja sama alam semesta. Tapi nggak ada salahnya dicoba tips tadi, siapa tahu besok giliran kamu yang jadi "bos" para anabul di komplek rumah!
Next News

Penyebab Kaos Kaki Cepat Robek dan Kapan Waktunya Dibuang
4 hours ago

Rahasia Mengembalikan Putih Bersih Baju yang Terkena Getah Lengket
5 hours ago

Stop Buang Biji Labu! Inilah Manfaat Luar Biasa yang Lo Lewatin
6 hours ago

Rahasia Khasiat Biji Nangka Rebus Superfood Lokal Anti Mahal
7 hours ago

Stop Buang Kulit Manggis! Kenali Kandungan Ajaib di Dalamnya
9 hours ago

Mengenal Khasiat Habbatussauda: Tradisi yang Didukung Ilmu Medis
8 hours ago

Mirip Tapi Beda, Yuk Kenali Perbedaan Temulawak vs Temu Putih
10 hours ago

Fakta Nutrisi dan Manfaat Labu Kuning Superfood Lokal Anti Mahal
11 hours ago

Tips Ampuh Usir Rasa Mengganjal di Tenggorokan Saat Bangun Pagi
12 hours ago

Kenapa Makan Sayur Terasa Seperti Kerja Paksa? Ini Jawabannya
13 hours ago






