Memahami Attachment Styles sebagai Kunci Hubungan yang Lebih Sehat
Nisrina - Wednesday, 10 December 2025 | 04:00 PM


Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa Anda bereaksi berlebihan saat pasangan terlambat membalas pesan, atau mengapa Anda cenderung menjauh saat hubungan mulai terasa terlalu intim? Jawabannya mungkin ada pada Tipe Kelekatan (Attachment Style) yang terbentuk sejak masa kanak-kanak.
Teori Kelekatan, yang dipopulerkan oleh John Bowlby dan Mary Ainsworth, menjelaskan bagaimana hubungan kita dengan figur pengasuh utama (biasanya orang tua) di masa kecil membentuk cara kita berinteraksi, mencintai, dan mencari kedekatan di masa dewasa.
Mengenali tipe kelekatan diri sendiri dan pasangan adalah langkah awal menuju hubungan yang lebih sehat dan matang.
Berikut adalah empat tipe kelekatan utama:
1. Kelekatan Aman (Secure Attachment)
- Ciri-ciri: Ini adalah tipe kelekatan yang paling sehat. Individu dengan tipe aman nyaman dengan keintiman, mampu mandiri tanpa rasa takut ditinggalkan, dan dapat mengatur emosi mereka dengan baik.
- Dalam Hubungan: Mereka mampu berkomunikasi secara terbuka, percaya pada pasangan, dan melihat konflik sebagai kesempatan untuk tumbuh, bukan sebagai ancaman perpisahan.
- Pesan Utama: "Saya layak dicintai, dan saya bisa mengandalkan Anda."
2. Kelekatan Cemas (Anxious/Preoccupied Attachment)
- Ciri-ciri: Individu ini haus akan kedekatan dan keintiman, tetapi secara internal takut ditinggalkan atau ditolak. Mereka cenderung terlalu fokus pada pasangan dan membutuhkan validasi eksternal yang konstan.
- Dalam Hubungan: Mereka mudah cemas ketika pasangan tidak merespons cepat (overthinking), rentan terhadap kecemburuan, dan sering menggunakan drama atau upaya menarik perhatian agar pasangannya memberikan jaminan cinta.
- Pesan Utama: "Saya membutuhkan Anda untuk meyakinkan saya bahwa Anda mencintai saya."
3. Kelekatan Menghindar (Avoidant/Dismissive Attachment)
- Ciri-ciri: Individu ini menghargai kemandirian dan kebebasan di atas segalanya. Mereka cenderung merasa tidak nyaman dengan keintiman emosional yang berlebihan dan sering menarik diri ketika hubungan menjadi terlalu serius atau intim.
- Dalam Hubungan: Mereka menciptakan jarak emosional, sulit mengungkapkan perasaan, dan mungkin menganggap pasangan mereka 'terlalu sensitif' atau 'terlalu menuntut'. Ini adalah mekanisme pertahanan diri untuk menghindari keterikatan yang dianggap mengancam.
- Pesan Utama: "Saya nyaman sendirian, dan saya tidak butuh siapa-siapa terlalu dekat."
4. Kelekatan Tidak Teratur (Disorganized/Fearful-Avoidant Attachment)
- Ciri-ciri: Ini adalah tipe paling kompleks, gabungan antara cemas dan menghindar. Mereka sangat menginginkan keintiman, tetapi pada saat yang sama, mereka sangat takut dan bingung dengan keintiman itu sendiri.
- Dalam Hubungan: Mereka menampilkan perilaku yang kontradiktif—satu saat menarik diri (avoidant), di saat lain mengejar (anxious). Konflik sering terjadi karena mereka tidak tahu cara merespons kedekatan dengan aman.
- Pesan Utama: "Saya ingin dekat, tetapi saya takut jika saya dekat, Anda akan menyakiti saya."
Kabar baiknya, tipe kelekatan bukanlah takdir. Individu dengan tipe cemas, menghindar, atau tidak teratur dapat bergerak menuju Kelekatan Aman melalui kesadaran diri, terapi, dan yang paling penting, menjalin hubungan yang sehat dengan pasangan yang aman.
Dengan mengenali pola respons Anda, Anda dapat mengelola kecemasan atau dorongan untuk menjauh, dan mulai membangun fondasi cinta yang stabil, jujur, dan matang.
Next News

Kamu Kecewa Sama Dia… atau Sama Versi Dia di Kepalamu Sendiri?
2 days ago

Pacar Baru Kok Mirip Mantan? Ternyata Ini Ulah Otak Bawah Sadarmu
2 days ago

Menikah Itu Komitmen Seumur Hidup, Tapi Kenapa Banyak yang Terburu-buru?
2 days ago

Alasan di Balik Sulitnya Menyampaikan Isi Hati yang Sebenarnya
2 days ago

5 Love Languages Tak Lagi Soal Fisik, Ini Adaptasinya di Dunia Digital
4 days ago

“Cintai Diri Sendiri Sebelum Orang Lain”, Ini Makna yang Sering Disalahpahami
4 days ago

Jangan Salah Kirim, Ini Arti Sebenarnya di Balik Warna-warni Emoji Hati
4 days ago

Menghidupkan Kembali Romansa di Tengah Rutinitas dengan Kalimat Jenaka
4 days ago

People Pleaser Syndrome: Berhenti Bilang 'Iya' Saat Hatimu Berteriak 'Tidak', Ini Cara Menolak Tanpa Rasa Bersalah
10 days ago

Tanda-tanda Kamu Sering Memanipulasi Diri Sendiri Demi Menjaga Perasaan Orang Lain
10 days ago






