Duduk Berdua tapi Merasa Sendiri? Yuk Ciptakan Momen Bermakna
Refa - Friday, 20 February 2026 | 10:00 PM


Mengenal Parallel Play: Saat "Diem-dieman" Jadi Bahasa Cinta Paling Hakiki
Pernah nggak sih lagi nongkrong bareng pacar di kafe, atau mungkin lagi gogoleran di kasur bareng sahabat, tapi suasananya sepi banget? Bukan sepi karena lagi berantem atau marahan, ya. Tapi sepi karena sibuk scrolling TikTok, sementara si dia lagi asyik war di Mobile Legends atau baca thread horor di Twitter. Nggak ada obrolan berat soal masa depan, nggak ada debat soal mau makan apa. Cuma ada suara ketikan HP dan napas pelan kalian berdua.
Bagi sebagian orang, pemandangan ini mungkin kelihatan miris. "Duh, itu pasangan kok nggak ngobrol sih? HP-an mulu, mending di rumah aja kalau gitu!" Begitu kira-kira komentar netizen kalau melihat fenomena ini lewat kacamata judgmental. Tapi jujurly, buat kita yang menjalani, momen ini justru terasa... damai banget. Nah, selamat datang di dunia Parallel Play versi dewasa.
Apa Sih Parallel Play Itu?
Istilah Parallel Play sebenarnya datang dari psikologi perkembangan anak. Biasanya, ini dipakai buat menggambarkan balita yang main di area yang sama, pakai mainan yang mirip, tapi mereka nggak main bareng-bareng. Mereka cuma asyik dengan dunianya masing-masing, tapi merasa nyaman karena ada temannya di sebelah. Singkatnya: deket tapi nggak nempel.
Nah, ternyata kebiasaan ini kebawa sampai kita gede. Di dunia orang dewasa yang serba berisik dan penuh tuntutan sosial ini, Parallel Play bertransformasi jadi sebuah kebutuhan. Ini adalah kondisi di mana dua orang (atau lebih) berada di ruang yang sama, melakukan aktivitas berbeda tanpa harus saling berinteraksi secara intens, tapi tetap merasakan kehadiran satu sama lain.
Kalau kata anak zaman sekarang, ini tuh vibes-nya kayak "low maintenance quality time." Kita nggak perlu capek-capek mikirin topik pembicaraan biar nggak awkward, karena keberadaan orang di samping kita itu sudah cukup buat ngasih rasa aman.
Kenapa Main HP Masing-masing Bukan Hal Buruk?
Banyak yang salah kaprah dan menyamakan Parallel Play dengan phubbing (ignoring someone by looking at your phone). Bedanya tipis tapi krusial: niat dan kenyamanan. Phubbing itu kesannya cuek dan bikin orang lain merasa diabaikan. Sementara Parallel Play itu konsensual. Lo tahu gue lagi asyik, gue tahu lo lagi asyik, dan kita berdua oke-oke aja dengan itu.
Ada beberapa alasan kenapa aktivitas "diem-dieman produktif" ini justru sehat buat hubungan kita:
Pertama, soal Social Battery. Jujur aja, kerja seharian atau ketemu orang banyak itu bikin capek mental. Kadang kita cuma pengen istirahat tapi nggak mau ngerasa sendirian. Di sinilah Parallel Play jadi penyelamat. Kita bisa dapet aspek sosialnya (ada orang di deket kita) tanpa harus menguras energi buat ngobrol atau berekspresi.
Kedua, ini adalah bentuk kepercayaan tingkat tinggi. Pernah denger istilah comfortable silence? Nggak semua orang bisa diajak diem bareng tanpa ngerasa canggung. Kalau lo sudah sampai di tahap bisa main HP masing-masing selama dua jam tanpa ngerasa harus ngomong apa-apa, selamat! Berarti level kenyamanan lo sama dia sudah mentok ke atas. Lo nggak merasa perlu "menghibur" dia, dan dia pun nggak nuntut perhatian lo secara berlebihan.
Menghargai Autonomi di Tengah Kebersamaan
Gini lho, setiap orang itu punya hobi dan cara healing yang beda-beda. Mungkin pasangan lo sukanya baca manga, sementara lo sukanya belanja online. Memaksa harus melakukan satu aktivitas yang sama setiap kali ketemu itu malah bisa bikin hubungan terasa kayak beban.
Dengan melakukan Parallel Play, kita sebenarnya lagi memberikan ruang buat satu sama lain untuk jadi diri sendiri. Kita tetap bisa menikmati hobi masing-masing, tapi tetap ada rasa "kebersamaan" karena secara fisik kita dekat. Ini tuh kayak bilang, "Gue suka ada lo di sini, dan gue menghargai apa pun yang lagi lo kerjain." Manis banget, kan?
Bahkan bagi orang-orang dengan kondisi neurodivergent (seperti ADHD atau Autisme), Parallel Play atau yang sering disebut body doubling itu sangat membantu fokus. Kehadiran orang lain di ruangan yang sama bikin mereka lebih tenang dan produktif meskipun orang tersebut nggak ngebantuin kerjaan mereka secara langsung.
Batasannya Gimana? Jangan Sampai Kebablasan!
Tapi ya, tetep ada tapinya. Meskipun Parallel Play itu sehat, jangan sampai ini jadi pelarian buat menghindari masalah. Kalau setiap kali ketemu isinya cuma main HP tanpa pernah ada obrolan mendalam selama berminggu-minggu, ya itu mah namanya bukan Parallel Play, tapi lagi nunggu waktu buat putus aja.
Kuncinya ada di keseimbangan. Ada waktunya kita harus put the phone down dan benar-benar ngobrol tatap muka, dengerin curhatan mereka, atau deep talk sampai subuh. Parallel Play harusnya jadi pelengkap, bukan menu utama dalam hubungan.
Tips biar nggak salah paham: komunikasikan! Lo bisa bilang, "Eh, aku lagi pengen santai sambil baca-baca berita nih, kita santai bareng yuk tapi aku sambil main HP ya?" Dengan begitu, pasangan lo nggak bakal merasa dicuekin atau bertanya-tanya kenapa lo tiba-tiba jadi pendiam.
Kesimpulan: Diam Itu Emas (dan Sehat)
Jadi, buat kalian yang sering ngerasa bersalah karena kalau lagi kumpul malah sibuk sama gadget masing-masing, coba deh tarik napas dalam-dalam. Selama kalian berdua merasa nyaman, terkoneksi, dan tetap ada interaksi kecil sesekali (kayak nunjukin video lucu di IG ke dia), then you are fine.
Dunia sudah cukup menuntut kita buat selalu on dan responsif. Nggak ada salahnya menciptakan ruang kecil di mana kita bisa "sendirian tapi bareng-bareng." Karena kadang, bentuk perhatian paling tulus itu bukan cuma lewat kata-kata manis, tapi lewat kesediaan untuk menemani dalam keheningan tanpa perlu menuntut apa-apa.
Main HP bareng di ruangan yang sama? Gas terus, yang penting hatinya tetep nyambung!
Next News

Pasangan Diam Tanpa Sebab? Simak Cara Mengatasinya
3 hours ago

Vibes Ramadan dan Perjuangan Pasangan di Balik Dapur
4 hours ago

Dari Mesra Jadi Hambar? Kenali Tanda Hubungan Perlu Diselamatkan
a day ago

Ramadhan Bukan Ajang Lomba Capek: Tips Atur Waktu di Bulan Suci
a day ago

Tidur Nggak Berkualitas Bisa Bikin Hubungan Retak, Ini Faktanya
2 days ago

Capek Ribut Terus sama Pasangan? Lakukan Langkah Ini
2 days ago

Fenomena Loveflation Bikin Anak Muda Terjerat Utang Demi Cinta
2 days ago

10 Pertanyaan Deep Talk yang Akan Membuatmu Lebih Dekat dengan Pasangan Malam Ini
6 days ago

Movie Marathon di Rumah? Pilih 5 Film Ini untuk Malam Valentine yang Tak Terlupakan
6 days ago

5 Ide Kencan Intim yang Lebih Berkesan daripada Restoran Mewah
6 days ago






