Makna di Balik Angka Inflasi Indonesia 2025 yang Terkendali
Nisrina - Monday, 05 January 2026 | 01:15 AM


Badan Pusat Statistik atau BPS baru saja menutup buku catatan ekonomi tahun 2025 dengan merilis sebuah angka yang sangat krusial bagi dompet kita semua. Sepanjang tahun lalu, tingkat inflasi Indonesia tercatat berada di level 2,92 persen secara tahunan atau year on year. Bagi para ekonom dan pembuat kebijakan, angka ini adalah sebuah rapor biru yang melegakan. Capaian ini menunjukkan bahwa mesin ekonomi kita berhasil berjalan dengan suhu yang terjaga, tidak terlalu panas hingga mendidih, namun juga tidak terlalu dingin hingga membeku. Angka di bawah tiga persen ini menandakan bahwa stabilitas harga barang dan jasa secara umum masih berada dalam koridor target yang ditetapkan oleh pemerintah dan Bank Indonesia.
Meskipun secara statistik angka 2,92 persen terdengar rendah dan aman, namun realitas di lapangan sering kali dirasakan berbeda oleh masyarakat awam. Bagi ibu rumah tangga yang berbelanja ke pasar setiap pagi, kenaikan harga sekecil apa pun tetaplah kenaikan yang menggerus jatah belanja harian. Inflasi di level ini berarti harga-harga kebutuhan pokok memang merangkak naik secara perlahan tapi pasti. Beras, cabai, bawang, hingga biaya transportasi mungkin mengalami fluktuasi yang membuat kita harus pintar-pintar mengatur ulang prioritas pengeluaran. Inilah seni bertahan hidup di tengah ekonomi yang tumbuh; pendapatan harus berlari lebih kencang agar tidak terbalap oleh laju kenaikan harga.
Keberhasilan menahan inflasi di bawah tiga persen sebenarnya adalah buah dari kerja keras menyeimbangkan pasokan dan permintaan. Sepanjang tahun 2025, kita melihat upaya pemerintah yang cukup agresif dalam mengendalikan harga pangan yang bergejolak atau volatile food. Operasi pasar, bantuan sosial pangan, hingga pemantauan distribusi di daerah-daerah sentra produksi menjadi jurus andalan untuk meredam lonjakan harga yang biasanya menggila saat hari besar keagamaan atau cuaca buruk. Tanpa intervensi ini, bukan tidak mungkin angka inflasi kita akan melambung tinggi dan mencekik daya beli masyarakat kecil yang paling rentan.
Angka inflasi 2,92 persen ini juga menjadi modal psikologis yang penting untuk menapaki tahun 2026. Stabilitas harga memberikan kepastian bagi dunia usaha untuk melakukan ekspansi. Pengusaha berani menghitung biaya produksi dan menetapkan harga jual tanpa takut bayang-bayang lonjakan biaya mendadak. Bagi investor asing, inflasi yang terkendali adalah sinyal bahwa otoritas moneter Indonesia memiliki kredibilitas dan kemampuan yang mumpuni dalam mengelola makroekonomi. Hal ini penting untuk menjaga nilai tukar Rupiah agar tetap gagah di hadapan mata uang asing.
Namun, kita tidak boleh terlena dengan angka statistik yang cantik ini. Tantangan di tahun 2026 mungkin akan berbeda wajahnya. Faktor eksternal seperti konflik geopolitik global yang bisa memicu kenaikan harga minyak dunia, serta ancaman perubahan iklim yang bisa mengganggu panen raya, adalah risiko nyata yang mengintai. Inflasi ibarat tekanan darah dalam tubuh manusia; ia harus selalu dipantau. Terlalu rendah bisa berarti ekonomi lesu, terlalu tinggi bisa memicu krisis sosial.
Pada akhirnya, angka 2,92 persen hanyalah sebuah indikator di atas kertas. Ujian sesungguhnya ada pada seberapa kuat daya beli rakyat di akar rumput. Harapan terbesar kita adalah agar kenaikan harga yang terjadi bisa selalu diimbangi, atau bahkan dilampaui, oleh kenaikan pendapatan masyarakat. Ekonomi yang sehat bukan hanya soal harga yang murah, tetapi soal kemampuan rakyat untuk membeli kebutuhan hidupnya dengan layak dan bermartabat tanpa harus berutang. Semoga stabilitas ini terus terjaga demi kesejahteraan bersama.
Next News

IHSG 15 Januari 2026 Hijau di Awal Perdagangan, Investor Mulai Berani Masuk
2 hours ago

Rupiah 15 Januari 2026 Menguat Tipis, Pasar Dunia Masih Risk-Off
2 hours ago

Harga Emas Antam 15 Januari 2026 Meroket! Rupiah dan Gejolak AS Jadi Biang Kerok
an hour ago

Gejolak Harga Pangan: Membaca Pola Naik Turunnya Harga Cabai dan Telur di Pasaran
21 hours ago

IHSG Comeback ke 9.000! Transaksi Triliunan Rupiah Sejak Pembukaan
a day ago

Rupiah 14 Januari 2026 Hijau Sesaat, Tekanan Global Tak Bisa Diabaikan
a day ago

Harga Emas Antam Hari Ini Makin Mahal, Cek Angka Terbarunya!
a day ago

Bukan Pelit, Tapi Realistis! Mengapa Menolak Ajakan Nongkrong Justru Bikin Kamu Cepat Kaya
a day ago

Awas Jebakan QR Code Palsu! Ini Cara Cek Biar Saldo dan Data Nggak Lenyap
a day ago

Modal 10 Ribu Bisa Jadi Investor? Ini Bukan Hoaks
a day ago






