Ceritra
Ceritra Warga

Lebih Berbahaya dari Flu? HMPV Mengintai Tanpa Vaksin dan Antivirus, Dokter Minta Warga Waspada

Refa - Thursday, 22 January 2026 | 02:00 PM

Background
Lebih Berbahaya dari Flu? HMPV Mengintai Tanpa Vaksin dan Antivirus, Dokter Minta Warga Waspada
Ilustrasi HMPV (iStock/)

Masyarakat diminta untuk tidak memandang remeh ancaman Human Metapneumovirus (HMPV) yang belakangan kasusnya merangkak naik. Berbeda dengan Influenza atau Covid-19 yang sudah memiliki "senjata" penangkal berupa vaksin dan obat antivirus spesifik, HMPV ternyata jauh lebih tricky karena belum memiliki lawan medis yang sepadan.

Para dokter spesialis paru dan anak di Surabaya kompak menyuarakan keprihatinan. Tanpa adanya tameng farmasi (vaksin) dan senjata pembunuh virus (antivirus), tubuh manusia dipaksa bertarung sendirian mengandalkan sistem imun. Kondisi ini menjadi alarm bahaya, terutama bagi kelompok rentan yang kekebalan tubuhnya lemah.

Berikut adalah peringatan keras dari tenaga medis terkait strategi bertahan hidup melawan HMPV:

Jangan Cari "Obat Ajaib", Karena Belum Ada

Fakta medis yang paling menakutkan adalah ketiadaan terapi spesifik. Jika seseorang terinfeksi HMPV, dokter hanya bisa memberikan pengobatan suportif atau pereda gejala (symptomatic treatment), seperti penurun panas, infus cairan, atau bantuan oksigen jika sesak napas.

Masyarakat dilarang keras sembarangan meminum antibiotik. HMPV adalah virus, bukan bakteri, sehingga antibiotik sama sekali tidak mempan dan justru berisiko memicu resistensi obat di kemudian hari.

Masker Wajib di Ruang Tertutup

Karena tidak ada vaksin untuk mencegahnya, satu-satunya cara memutus rantai penularan adalah kembali pada disiplin protokol kesehatan. Dokter menekankan penggunaan masker yang benar menutup hidung dan mulut terutama saat berada di transportasi umum, ruang tunggu rumah sakit, atau ruangan ber-AC yang padat orang.

Masker dinilai efektif menyaring droplet mikroskopis yang membawa virus HMPV saat penderita batuk atau bersin. Melepas masker di kerumunan saat ini sama saja dengan "setor nyawa" bagi mereka yang memiliki komorbid.

Cuci Tangan Bukan Basa-basi

Selain lewat udara, HMPV adalah virus yang "lengket". Ia bisa bertahan hidup di permukaan benda (gagang pintu, mainan anak, meja) selama beberapa jam. Tangan yang menyentuh benda terkontaminasi lalu mengucek mata atau hidung menjadi pintu masuk tol bagi virus ini.

Kebiasaan mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir minimal 20 detik harus kembali digalakkan. Hand sanitizer juga wajib menjadi barang bawaan di tas setiap kali keluar rumah.

Logo Radio
🔴 Radio Live