Ceritra
Ceritra Warga

Kenapa Jam Tangan Selalu di Kiri? Cek Penjelasannya di Sini

Nisrina - Tuesday, 24 March 2026 | 08:15 PM

Background
Kenapa Jam Tangan Selalu di Kiri? Cek Penjelasannya di Sini
Ilustrasi (Pexels/Josh Willink)

Pernah nggak sih lo lagi asyik nongkrong, terus tiba-tiba kepikiran hal random yang nggak penting-penting amat tapi bikin penasaran? Misalnya, kenapa hampir semua orang di dunia ini—termasuk lo mungkin—selalu masang jam tangan di pergelangan tangan kiri? Coba deh perhatiin sekeliling lo. Kalau ada sepuluh orang pakai jam, kemungkinan besar delapan atau sembilan di antaranya bakal naruh itu jam di sebelah kiri. Sisanya? Ya, mungkin mereka kidal atau emang pengen tampil beda aja alias rebel.

Fenomena ini bukan terjadi secara ajaib atau karena ada hukum negara yang mewajibkannya. Bukan juga karena tangan kiri itu lebih "suci" buat pamer Rolex atau jam KW super hasil diskonan marketplace. Ada alasan teknis, sejarah yang lumayan panjang, sampai urusan kepraktisan yang bikin kebiasaan ini jadi standar global yang tak tertulis.

Dulu Jam Itu Nggak Dipakai, Tapi Dikantongi

Mari kita mundur ke masa lalu, tepatnya sebelum Perang Dunia I. Zaman itu, pria-pria maskulin nggak pakai jam tangan. Jam tangan itu dianggap barang feminin, perhiasan buat kaum hawa yang biasanya dipakai sebagai gelang. Para pria sejati waktu itu pakai jam saku yang ditaruh di rompi atau celana. Ribet? Banget. Lo harus ngerogoh saku dulu cuma buat tahu sekarang jam berapa.

Perubahan besar terjadi saat perang pecah. Para serdadu di medan tempur butuh sinkronisasi waktu buat nyusun strategi serangan. Bayangin lo lagi megang senapan atau kendali kuda, terus harus ngerogoh saku buat liat jam. Nggak praktis dan bisa berujung maut. Akhirnya, mereka mulai ngiket jam saku itu ke pergelangan tangan pakai tali kulit. Inilah cikal bakal jam tangan yang kita kenal sekarang. Dan karena mayoritas orang itu dominan tangan kanan (right-handed), maka tangan kiri dipilih sebagai tempat bersemayamnya si jam tangan supaya tangan kanan tetap bebas beraksi tanpa gangguan.

Masalah Keamanan dan Keawetan

Nah, alasan paling masuk akal kenapa tangan kiri jadi favorit adalah soal keamanan. Tangan dominan kita—buat kebanyakan orang adalah tangan kanan—biasanya jauh lebih aktif. Kita pakai tangan kanan buat nulis, buka pintu, ngaduk kopi, sampai gebrak meja kalau lagi emosi. Kalau jam tangan ditaruh di tangan kanan, risikonya gede banget. Jam lo bakal sering kebentur meja, kegores tembok, atau bahkan kena tumpahan kuah bakso saat lo lagi semangat makan.

Dengan naruh jam di tangan kiri, lo secara otomatis meminimalkan kontak fisik si jam dengan benda-benda keras di sekitar. Tangan kiri cenderung lebih pasif, tugasnya cuma buat penyangga atau aktivitas yang nggak terlalu "grasak-grusuk". Jadi, jam tangan lo bakal lebih awet dan mulus. Investasi buat beli jam mahal jadi nggak sia-sia cuma gara-gara baret di minggu pertama pemakaian.

Si Mahkota yang Berada di Kanan

Coba deh liat jam tangan analog lo sekarang. Ada tombol pemutar kecil di pinggirnya, kan? Namanya crown atau mahkota. Perhatiin posisinya, hampir semua produsen jam naruh crown itu di angka tiga atau sisi kanan badan jam. Kenapa? Biar gampang diputer pakai tangan kanan pas jamnya nempel di tangan kiri.

Kalau lo pakai jam di tangan kanan, posisi crown bakal menghadap ke arah siku atau lengan atas. Kalau lo mau nyocokin waktu atau muter spring buat jam mekanik, posisi tangan lo bakal jadi aneh dan pegel. Produsen jam dunia sudah mendesain produk mereka sedemikian rupa untuk kenyamanan tangan kanan yang mengakses sisi kiri. Jadi, kalau lo tetep maksa pakai jam di tangan kanan, lo sebenarnya lagi ngelawan desain ergonomis yang udah dipikirin matang-matang sama insinyur jam di Swiss sana.

Gimana Nasib Si Kidal?

Mungkin lo bakal nanya, "Terus gimana kabar temen gue yang kidal?" Nah, ini menarik. Orang kidal biasanya punya dua pilihan: tetap ikut arus pakai di kiri dengan risiko ribet, atau pindah ke kanan. Sebenarnya sekarang udah banyak kok destro watches, alias jam yang didesain khusus buat dipakai di tangan kanan dengan posisi crown di sebelah kiri.

Tapi jujur aja, banyak juga orang kidal yang akhirnya terbiasa pakai jam di kiri karena emang dunianya "didesain" buat orang kanan. Ini semacam adaptasi alami. Tapi kalau lo liat ada orang pakai jam di tangan kanan dan dia bukan kidal, biasanya dia punya alasan personal. Entah itu biar kelihatan unik, alasan medis, atau mungkin dia emang tipikal orang yang suka mendobrak status quo cuma buat seru-seruan.

Era Smartwatch yang Mengubah Aturan

Masuk ke era digital dan smartwatch, aturan main ini sebenarnya mulai sedikit luntur. Jam pintar sekarang punya sensor detak jantung dan fitur canggih lainnya yang butuh presisi. Menariknya, di pengaturan Apple Watch atau Garmin, lo bisa milih mau pakai di tangan mana dan arah layarnya bakal menyesuaikan. Ini bukti kalau teknologi mulai mengakomodasi keberagaman posisi tangan.

Tapi tetep aja, secara naluriah, kita bakal balik lagi ke tangan kiri. Kenapa? Karena saat lo ngetik di laptop atau pakai mouse, tangan kanan lo sibuk banget. Kalau ada notifikasi masuk di jam, lo cuma tinggal angkat pergelangan tangan kiri dikit tanpa harus ngehentiin aktivitas tangan kanan. Efisiensi, kawan!

Kesimpulan: Kenyamanan di Atas Segalanya

Akhirnya, pakai jam di tangan kiri itu sebenarnya gabungan antara warisan sejarah militer, tuntutan desain teknis, dan insting buat melindungi barang berharga. Kita ngikutin apa yang dilakukan kakek-nenek kita karena emang itu posisi yang paling masuk akal secara fungsional. Tapi ya balik lagi, fashion itu soal ekspresi diri. Kalau menurut lo pakai jam di tangan kanan atau bahkan di pergelangan kaki itu keren dan nyaman, go ahead!

Tapi kalau boleh jujur, tangan kiri emang udah paling bener sih. Selain nggak bikin ribet pas nulis, jam tangan di tangan kiri itu punya aura "siap kerja" yang nggak bisa didebat. Jadi, jam tangan lo hari ini di posisi mana? Jangan-jangan malah lagi ketinggalan di meja kamar mandi gara-gara buru-buru berangkat kerja tadi pagi?

Logo Radio
🔴 Radio Live