Kembaran Bumi Ditemukan 146 Tahun Cahaya Jauhnya, Namun Terjebak dalam Es
Refa - Thursday, 29 January 2026 | 12:30 PM


Pencarian planet serupa Bumi di luar tata surya kembali membuahkan hasil mengejutkan. NASA melalui analisis data teleskop Kepler baru saja mengonfirmasi penemuan kandidat planet baru bernama HD 137010 b.
Meskipun ukurannya hampir identik dengan Bumi dan mengorbit bintang yang mirip Matahari, planet ini dijuluki "Ice-Cold Earth" atau "Bumi Dingin". Letaknya sekitar 146 tahun cahaya dari kita, namun kondisinya jauh lebih ekstrem dibandingkan planet tetangga kita, Mars.
Berikut adalah 3 fakta utama mengenai penemuan planet beku ini:
1. Suhu Permukaan Lebih Dingin dari Mars
Keunikan utama HD 137010 b adalah suhunya. Meskipun planet ini berbatu dan hanya sedikit lebih besar dari Bumi, ia menerima cahaya dan panas kurang dari sepertiga yang diterima Bumi dari Matahari. Akibatnya, estimasi suhu permukaannya mencapai -68°Celsius. Sebagai perbandingan, suhu rata-rata permukaan Mars "hanya" sekitar minus 65 derajat Celsius. Jika planet ini tidak memiliki atmosfer tebal, maka permukaannya hanyalah bola es abadi yang tidak ramah bagi kehidupan seperti yang kita kenal.
2. Harapan di Tepian Zona Layak Huni
Meski beku, tim peneliti dari University of Southern Queensland menyebutkan bahwa harapan kehidupan belum tertutup rapat. Planet ini berada di "tepian luar" zona layak huni (habitable zone). Kuncinya ada pada atmosfer. Jika HD 137010 b memiliki atmosfer yang kaya akan karbon dioksida (efek rumah kaca yang kuat), suhunya bisa terperangkap dan menjadi cukup hangat untuk mempertahankan air dalam bentuk cair. Peluang planet ini berada di zona layak huni diperkirakan sekitar 40 hingga 51 persen, tergantung komposisi udaranya.
3. Target Emas untuk Teleskop James Webb
Penemuan ini dianggap istimewa bukan hanya karena karakteristik planetnya, tetapi karena bintang induknya cukup terang. HD 137010 b adalah salah satu dari sedikit planet seukuran Bumi yang mengorbit bintang terang yang bisa diamati dengan metode transit (planet melintas di depan bintang).
Hal ini menjadikannya target "laboratorium" yang sempurna bagi Teleskop Luar Angkasa James Webb (JWST). Di masa depan, astronom dapat membidik atmosfer planet ini untuk mencari jejak uap air atau biosignatur lainnya tanpa terhalang cahaya bintang yang terlalu silau atau redup.
Next News

Penantian Abad Ini Berakhir, Pre-order GTA VI Resmi Dibuka
42 minutes ago

Misteri Bulan-Bulan Dalam 1 Tahun yang Tak Terasa Kunjung Usai dan yang Terasa Singkat, Begini Penjelasan Ilmiahnya
2 hours ago

Bosan Penampilan Lama? Yuk Coba Warna Rambut yang Lagi Viral
a day ago

Hobi Kuliner Tapi Sering Sakit? Cek Cara Makanmu Sekarang
a day ago

Kaca Mana yang Paling Jujur? Rahasia Penampilan di Kamar Mandi vs Mal
a day ago

Kucing Bikin Biskuit, Side-Eye Ekspresif Anjing: Tingkah Lucu Hewan yang Ternyata Ada Artinya
2 days ago

Bangkit Setelah Gagal SNBT: PTN Ini Masih Buka Jalur Mandiri Hingga Juni
2 days ago

Legend is Back! BIGBANG Pilih JIS untuk Konser 20 Tahun di 2027
4 days ago

Rahasia Tetap Segar Meski Sibuk: Lebih dari Sekadar Kerja dan Tidur
4 days ago

Misteri Rasa Manis di Air Mineral: Fakta atau Cuma Iklan
4 days ago




