Kacamata Bukan Cuma Buat Mata Minus, Tapi Penunjang Gaya Trendy
Shannon - Monday, 06 July 2026 | 07:00 PM


Kacamata Bukan Cuma Alat Bantu Lihat, Tapi Cermin Jiwa (Cielah)
Pernah nggak sih lo lagi nongkrong di Senopati atau sekadar nunggu kereta di Stasiun Sudirman, terus iseng merhatiin orang-orang lewat? Ada satu aksesori yang sering banget jadi pusat perhatian selain sepatu atau tas, yaitu kacamata. Dulu, pakai kacamata mungkin sering diidentikkan dengan kutu buku, cupu, atau anak yang kebanyakan belajar sampai matanya minus. Tapi sekarang? Wah, kacamata sudah naik kasta jadi barang wajib buat menunjang estetik.
Gue rasa kita semua setuju kalau kacamata itu bukan cuma soal fungsi medis biar nggak nabrak tiang listrik pas jalan. Lebih dari itu, frame kacamata yang nangkring di hidung seseorang itu sebenernya "loudspeaker" tanpa suara yang teriak soal siapa mereka sebenarnya. Ibaratnya, lo belum ngomong satu patah kata pun, tapi frame kacamata lo sudah ngasih tahu orang di depan lo apakah lo tipe yang asik diajak diskusi soal filsafat atau tipe yang bakal ngomongin spreadsheet excel sampai jam dua pagi.
Nah, biar nggak penasaran, mari kita bedah satu-satu gimana bentuk frame kacamata bisa menentukan "vibes" atau kepribadian seseorang. Siapkan kacamata lo, kita mulai pembahasannya.
1. Frame Bulat: Si Jiwa Seni yang (Kadang) Nyentrik
Kalau lo pakai kacamata bulat, entah itu yang framenya tipis ala John Lennon atau yang agak tebel ala Harry Potter, orang bakal otomatis mikir: "Wah, ini orang pasti kreatif." Ada kesan artistik yang kuat banget dari kacamata bulat. Biasanya, pemakai kacamata ini adalah mereka yang suka hal-hal berbau retro, indie, atau minimal punya playlist Spotify yang isinya lagu-lagu folk yang dengerinnya harus sambil ngeliatin hujan.
Kepribadian lo cenderung santai, nggak terlalu suka diatur sama norma-norma yang kaku, dan punya cara pandang yang beda terhadap dunia. Tapi hati-hati, kadang orang yang pakai kacamata bulat ini juga dicap sebagai "snob" karena seleranya yang terlalu niche. Tapi ya nggak apa-apa, yang penting gaya dulu, kan?
2. Frame Kotak atau Persegi: Sang Profesional yang Teratur
Ini adalah pilihan paling aman dan paling banyak ditemui di gedung-gedung tinggi kawasan SCBD. Frame kotak memberikan kesan tegas, serius, dan terpercaya. Kalau lo pakai frame jenis ini, lo secara nggak langsung bilang ke dunia kalau lo adalah orang yang punya rencana hidup jelas. Lo tipe yang kalau janjian nggak bakal telat lebih dari lima menit, dan meja kerja lo mungkin rapi banget.
Orang dengan kacamata kotak biasanya logis dan praktis. Lo nggak suka drama yang berbelit-belit. Tapi di balik kesan kaku itu, sebenarnya lo adalah orang yang bisa diandalkan. Teman-teman lo bakal lari ke lo kalau mereka butuh solusi buat masalah yang butuh pemikiran dingin. Meskipun ya, kadang lo dianggap kurang asik kalau diajak ngomongin hal-hal yang terlalu abstrak.
3. Cat-Eye Frame: Si Percaya Diri yang Berani Tampil
Frame kacamata yang sudut atasnya meruncing ini emang punya aura "don't mess with me" yang kuat banget. Pemakai kacamata cat-eye biasanya adalah orang-orang yang punya kepercayaan diri tingkat dewa. Lo suka jadi pusat perhatian dan lo tahu cara membawa diri. Ada sentuhan vintage tapi tetap terlihat modern dan tajam.
Kepribadian lo biasanya ekstrasert, berani mengambil risiko, dan punya selera fashion yang nggak main-main. Lo bukan tipe orang yang bakal pakai baju "apa adanya" pas keluar rumah. Bahkan cuma buat beli kopi ke depan komplek pun, penampilan harus tetap on point. Karakter lo yang kuat ini bikin orang segan, tapi sekaligus kagum sama energi yang lo bawa.
4. Aviator: Si Petualang yang Berjiwa Bebas
Awalnya kacamata ini emang buat pilot, tapi sekarang siapa pun bisa pakai. Kalau lo milih frame aviator buat kacamata sehari-hari (bukan cuma kacamata hitam ya), lo punya jiwa petualang yang besar. Lo suka kebebasan, nggak betah berlama-lama di zona nyaman, dan mungkin punya mimpi buat keliling dunia.
Lo biasanya tipe orang yang easy going dan gampang akrab sama siapa saja. Kesan maskulin atau tomboy yang dibawa frame ini bikin lo kelihatan tangguh. Lo nggak terlalu ambil pusing sama omongan orang lain tentang gaya lo. Yang penting nyaman dan bisa diajak panas-panasan atau mendaki gunung.
5. Frame Tebal Hitam (Wayfarer Style): Si Hipster Intelektual
Nah, kalau yang ini biasanya favorit anak-anak agensi atau mereka yang kerja di industri kreatif digital. Frame hitam tebal memberikan kesan kalau lo itu pintar, up-to-date sama tren, tapi tetap punya prinsip sendiri. Lo mungkin punya ribuan referensi film atau buku yang jarang diketahui orang awam.
Kepribadian lo cenderung kritis. Lo nggak gampang percaya sama apa yang lo lihat di permukaan. Lo suka menggali lebih dalam, entah itu soal pekerjaan atau soal pasangan hidup. Meskipun kelihatan agak tertutup di awal, kalau sudah ketemu topik yang pas, lo bakal jadi pembicara yang sangat seru dan berwawasan luas.
6. Rimless atau Frameless: Si Minimalis yang Efisien
Pernah lihat orang yang kacamatanya nggak ada pinggirannya alias cuma lensa doang? Itu adalah kaum minimalis sejati. Buat lo, kacamata adalah alat bantu, bukan beban. Lo nggak mau wajah lo "terganggu" sama garis-garis frame yang tebal. Lo ingin orang melihat wajah lo apa adanya.
Lo adalah orang yang efisien, to-the-point, dan nggak suka hal-hal yang ribet. Lo tipe yang kalau beli barang fungsinya nomor satu, desain nomor dua. Kepribadian lo tenang dan stabil. Lo nggak butuh pengakuan dari aksesori yang mencolok buat nunjukin siapa diri lo yang sebenarnya.
Kesimpulannya: Frame Lo, Aturan Lo
Pada akhirnya, apakah kacamata beneran bisa menentukan kepribadian? Secara psikologis, pilihan kita terhadap sesuatu memang mencerminkan apa yang ada di dalam kepala kita. Tapi ya nggak mutlak juga. Bisa jadi lo pakai kacamata kotak cuma karena itu satu-satunya yang diskon di optik pas lo lagi bokek, atau lo pakai frame bulat karena pengen nyamar jadi orang pinter pas ujian.
Dunia ini sudah cukup ribet dengan berbagai macam label, jadi jangan sampai pilihan frame kacamata malah bikin lo merasa terkotak-kotak. Yang paling penting adalah lo nyaman pakainya. Karena sekeren apa pun frame lo, kalau lensanya burem atau ukurannya nggak pas sampai bikin pusing, ya percuma juga.
Jadi, frame mana yang nangkring di hidung lo hari ini? Apakah lo si kutu buku yang aslinya rocker, atau si petualang yang sebenernya cuma berani petualang dari dapur ke kasur? Apa pun itu, kacamata lo adalah bagian dari cerita lo. Pakai dengan bangga, dan jangan lupa dibersihin biar dunia kelihatan lebih cerah, secerah masa depan lo (amin!).
Next News

'Madu' dan Susu Kental Manis: Jebakan Gula di Meja Makan
11 hours ago

Tumbler, Termos, Hingga Dispenser Ada Jangka Waktu Pakainya, Ini Tanda-Tanda yang Perlu Diwaspadai
14 hours ago

Permen Kopi Bikin Melek, Tapi Benarkah Aman Dikonsumsi Terus?
18 hours ago

Stop Hafalin Tenses Doang! Ini Cara Jago Bahasa Inggris Tanpa Ribet
19 hours ago

Estetik Belum Tentu Aman, Memindahkan Isi Produk ke Wadah Lain Ternyata Berisiko
4 days ago

Kebiasaan Tidur dengan Kipas Bisa Bikin Tubuh 'Protes'', Mitos atau Fakta?
4 days ago

Dari Ornamen ke Minimalis, Apa yang Mengubah Tren Desain?
4 days ago

Filosofi Tangga: Lebih dari Sekadar Penghubung Lantai
4 days ago

Sabung Ayam hingga Topeng Monyet, Hiburan yang Dibayar dengan Derita Hewan
5 days ago

Bosan Menu Dada Ayam? Intip Variasi Protein Sehat Lainnya
5 days ago




