Ceritra
Ceritra Olahraga

Jogging Santai Justru Lebih Efektif Bakar Lemak, Loh! Kok Bisa? Yuk, Cari Tahu!

Refa - Friday, 19 December 2025 | 11:45 AM

Background
Jogging Santai Justru Lebih Efektif Bakar Lemak, Loh! Kok Bisa? Yuk, Cari Tahu!
Ilustrasi Jogging (Pinterest/myfitnesspal)

Banyak orang berhenti lari setelah beberapa hari karena merasa tersiksa. Napas terengah-engah, dada sakit, dan kaki pegal luar biasa. Masalahnya bukan pada ketidakmampuan fisik, melainkan kesalahan strategi. Kebanyakan pemula berlari terlalu cepat.

Dunia sains olahraga kini menyoroti metode Zone 2 Training atau lari dengan intensitas rendah. Filosofinya terdengar kontradiktif: "Lari lebih lambat untuk bisa lari lebih jauh dan cepat di kemudian hari."

Mengapa Lari Lambat Itu Penting?

Saat seseorang berlari santai (di mana ia masih bisa mengobrol kalimat panjang tanpa terputus napasnya), tubuh berada di Zona 2 detak jantung. Di zona ini, tubuh dipaksa menggunakan lemak sebagai bahan bakar utama, bukan karbohidrat.

Secara fisiologis, lari lambat melatih efisiensi mitokondria (pabrik energi sel). Jika terus dilakukan rutin, mesin tubuh menjadi lebih irit bensin dan tidak mudah lelah. Sebaliknya, lari yang terlalu "ngoyo" atau sprint terus-menerus justru memicu stres kortisol tinggi dan risiko cedera sendi, tanpa membangun fondasi stamina yang kuat.

Kunci Keberhasilan

Lupakan kecepatan (pace). Indikator keberhasilan lari santai adalah kenyamanan. Jika selesai lari tubuh terasa segar dan bukan hancur lebur, berarti intensitasnya sudah tepat. Ini adalah cara paling berkelanjutan untuk menurunkan berat badan dan menjaga kesehatan jantung jangka panjang.

Logo Radio
🔴 Radio Live