Jawa Timur Buktikan Sport Tourism adalah Investasi Jangka Panjang
Nisrina - Wednesday, 10 December 2025 | 05:15 PM


Berita mengenai dorongan Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk menyelenggarakan event olahraga berskala besar yang menarik peserta dari luar daerah menunjukkan kesadaran baru: olahraga bukan hanya soal prestasi, tetapi juga mesin penggerak ekonomi yang kuat. Fenomena ini dikenal sebagai Sport Tourism.
Event olahraga, mulai dari maraton massal, kejuaraan sepeda, hingga turnamen nasional, memiliki sifat sebagai pendorong ekonomi regional. Ketika peserta, pelatih, ofisial, dan penonton berbondong-bondong datang, roda ekonomi lokal seketika berputar kencang.
Berikut adalah tiga alasan utama mengapa investasi pada event olahraga berskala besar sangat strategis untuk pembangunan ekonomi daerah:
1. Multiplier Effect: Uang Berputar di Berbagai Sektor
Peserta yang datang dari luar daerah tidak hanya menghabiskan uang untuk pendaftaran. Setiap rupiah yang mereka keluarkan akan memberikan efek berlipat (multiplier effect) pada banyak sektor:
- Akomodasi: Peningkatan hunian hotel, homestay, dan penginapan.
- Kuliner dan UMKM: Peningkatan penjualan makanan lokal, warung makan, dan kafe di sekitar lokasi event.
- Transportasi: Peningkatan permintaan transportasi lokal (ojek online, taksi, sewa mobil) dan sarana logistik.
- Cinderamata: Peningkatan pembelian oleh-oleh khas daerah.
Dengan demikian, event olahraga menjadi peluang emas bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal untuk mendapatkan pangsa pasar yang lebih luas dan pendapatan yang signifikan.
2. Branding Daerah: Promosi Gratis Berskala Nasional
Event olahraga berskala besar secara otomatis menjadi sorotan media nasional. Liputan ini jauh lebih efektif dan murah daripada kampanye pariwisata tradisional.
- Daya Tarik Wisata: Ketika peserta datang, mereka tidak hanya fokus pada pertandingan, tetapi juga menjelajahi potensi wisata alam dan budaya daerah tersebut. Foto-foto dan video yang mereka unggah di media sosial menjadi promosi gratis (endorsement) yang kredibel.
- Menciptakan Destinasi: Daerah yang sukses menyelenggarakan event tertentu (misalnya, Banyuwangi dengan balap sepedanya) akan dicap sebagai destinasi spesialis, menarik kunjungan wisata reguler di luar jadwal pertandingan.
3. Peningkatan Kualitas Infrastruktur dan Layanan Publik
Komitmen untuk menjadi tuan rumah event besar memaksa pemerintah daerah meningkatkan kualitas fasilitas.
- Infrastruktur Olahraga: Pembangunan atau renovasi stadion, lintasan lari, atau venue lainnya yang dapat digunakan oleh masyarakat lokal setelah event selesai (warisan/legacy).
- Layanan Pendukung: Peningkatan kualitas jalan, transportasi umum, dan keamanan.
Peningkatan infrastruktur ini adalah investasi evergreen yang secara langsung meningkatkan kualitas hidup masyarakat setempat, di luar manfaat ekonomi dari event itu sendiri.
Investasi Jatim dalam event olahraga menegaskan bahwa Sport Tourism adalah model pembangunan yang cerdas: meningkatkan kesehatan masyarakat sambil menggerakkan roda perekonomian daerah secara berkelanjutan.
Next News

Start Keras di Awal Tahun, Pembuktian Mental Juara Wakil Indonesia di India Open
a day ago

Evaluasi Langkah Aldila Sutjiadi di Hobart International 2026
a day ago

John Herdman Resmi Nakhodai Timnas Indonesia
2 days ago

Belajar dari Kekalahan Jonatan Christie: Ketika Kesabaran Menjadi Senjata Paling Mematikan di Lapangan
4 days ago

Menutup Paruh Musim dengan Manis dan Menjaga Asa Juara Bajul Ijo
4 days ago

Bukannya Sehat, Banyak Pemula Justru Cedera Gara-Gara 5 Kesalahan Ini
6 days ago

Masih Ngaku Nggak Punya Waktu Olahraga? Coba 5 Gerakan Ini di Kamar
6 days ago

Mimpi Buruk London Utara dan Lubang Menganga di Lini Serang The Lilywhites
7 days ago

Bukan Pelatih, Ini Peran yang Dipilih Messi Setelah Pensiun
7 days ago

Membangun Mentalitas Juara Lewat Tangan Dingin John Herdman di Timnas Indonesia
7 days ago






