Jangan Tunggu Sirine! Hafalkan Rumus "20-20-20" untuk Selamat dari Tsunami
Refa - Monday, 26 January 2026 | 03:00 PM


Teknologi peringatan dini seperti sirine atau bui pendeteksi tsunami tidak selamanya bisa diandalkan. Kerusakan alat, putusnya aliran listrik, atau keterlambatan sistem bisa berakibat fatal saat bencana terjadi.
Oleh karena itu, mitigasi mandiri berbasis kearifan lokal dan sains sederhana menjadi kunci keselamatan utama bagi masyarakat pesisir. Para ahli kebencanaan global merekomendasikan rumus "20-20-20" sebagai panduan evakuasi darurat tanpa alat.
Berikut adalah penjelasan langkah demi langkah dari rumus penyelamat nyawa tersebut:
1. Rasakan Guncangan: 20 Detik
Angka pertama merujuk pada durasi gempa. Jika masyarakat merasakan guncangan gempa bumi, baik yang menghentak keras maupun yang berayun pelan, selama 20 detik atau lebih, status waspada harus segera diaktifkan.
Gempa dengan durasi panjang, meskipun terasanya pelan (slow earthquake), sering kali menandakan pergeseran lempeng besar yang berpotensi memicu tsunami. Jangan menunggu tembok retak untuk mulai waspada.
2. Waktu Emas: 20 Menit
Angka kedua adalah batas waktu evakuasi. Setelah guncangan berhenti, jangan menunggu konfirmasi BMKG, siaran TV, atau sirine berbunyi. Asumsikan bahaya sedang menuju daratan.
Masyarakat memiliki waktu emas (golden time) kurang dari 20 menit untuk menyelamatkan diri sebelum gelombang pertama berpotensi menerjang bibir pantai. Gunakan waktu ini untuk lari secepat mungkin tanpa membawa barang berharga yang memberatkan.
3. Target Evakuasi: 20 Meter
Angka terakhir adalah target ketinggian. Lari menjauh dari pantai bukan sekadar mencari jarak sejauh-jauhnya (horizontal), melainkan mencari posisi setinggi-tingginya (vertikal).
Carilah bukit, dataran tinggi, atau bangunan beton bertingkat yang kokoh dengan ketinggian minimal 20 meter dari permukaan laut. Bangunan vertikal sering kali lebih efektif menyelamatkan nyawa daripada lari jauh di dataran rata yang masih bisa terkejar air.
Next News

5 Cara Elegan Tolak Halal Bihalal Tanpa Dicap Sombong
an hour ago

Kekuatan Meme Sebagai Bahasa Universal dan Alat Kritik Sosial Ampuh
in 3 hours

Alasan Ilmiah Air Laut Sangat Asin yang Perlu Kamu Tahu
in 2 hours

Mengapa Kita Takut Bicara di Depan Umum? Ini Penjelasannya
in an hour

Kenapa Beranda Sosmed Selalu Tahu Isi Hati? Simak Faktanya
in 20 minutes

Alasan Ilmiah Kenapa Rambut dan Kuku Manusia Tidak Pernah Berhenti Tumbuh
40 minutes ago

Pensiun Nyetrika! Kenali 6 Jenis Bahan Baju Anti-Lecek
5 hours ago

Mimpi Terasa Nyata Tapi Aneh? Simak Fakta Psikologis Ini
2 hours ago

Mengapa Lampion Identik dengan Budaya Tionghoa? Ini Jawabannya
3 hours ago

Benarkah Madu Bisa Kedaluwarsa? Cek Faktanya di Sini!
4 hours ago






