Ceritra
Ceritra Warga

Jangan Ganggu Tarawih, Ini Tips Atur Waktu Bukber

Refa - Sunday, 01 February 2026 | 05:30 PM

Background
Jangan Ganggu Tarawih, Ini Tips Atur Waktu Bukber
Ilustrasi buka bersama (pexels.com/Sami Abdullah)

Bayangkan saja, bulan Ramadan tiba. Udara terasa lebih sejuk, lampu-lampu kelapa hidup menyala di sekitar masjid, dan aroma takjil yang meleleh di udara. Sambil menanti waktu maghrib, banyak keluarga berkumpul di mall atau di rumah untuk bukber. Tapi, ada satu permasalahan yang sering muncul di hati orang Indonesia, yaitu bukber yang mengganggu ibadah utama, terutama salat Tarawih. Artikel ini akan membahas bagaimana cara mengatur jadwal bukber agar tetap harmonis dengan ibadah, serta beberapa trik jitu menolak ajakan bukber dengan santai tanpa membuat hati terasa tertekan.

Mengapa Bukber Bisa Mengganggu Tarawih?

Di Indonesia, bukber biasanya dimulai sekitar 30–45 menit setelah maghrib. Banyak orang menganggapnya sebagai event sosial, tapi kalau kita lihat dari sisi keagamaan, itu menjadi tantangan. Tarawih biasanya dimulai 10–15 menit setelah sholat Isha, dan sering kali dimulai tepat setelah bukber selesai. Jadi, jika kita melewatkan waktu sholat tarawih karena masih lagi menikmati takjil atau bahkan menonton film di mall, kita melewatkan salah satu ibadah paling utama di bulan suci.

Selain itu, ketergantungan pada bukber juga memunculkan fenomena yang disebut "full masjid di awal, kosong di tengah." Saat maghrib, jamaah melimpah menyalurkan doa. Namun, di tengah malam ketika semua sudah beristirahat atau masih berada di mall, jamaah mulai berkurang. Akibatnya, salat tarawih menjadi "low turnout" dan terasa tidak maksimal.

Tips Mengatur Jadwal Bukber supaya Tidak Bentrok dengan Salat

  • Rencanakan Waktu Awal Bukber: Mulailah bukber setidaknya 30 menit sebelum maghrib. Dengan begitu, kamu punya waktu lebih untuk menunaikan salat sunnah, merenung, atau bahkan melaksanakan doa syafaat. Jika kamu sudah berada di mall, cobalah mencari area di sekitar masjid yang lebih tenang untuk sholat.
  • Gunakan Aplikasi Pengingat: Ada banyak aplikasi kalender yang bisa mengingatkan kamu kapan sholat tarawih dimulai. Tambahkan alarm khusus, atau gunakan fitur "reminder" di Google Calendar. Dengan begitu, kamu tidak akan terlewat lagi.
  • Berbagi Jadwal dengan Teman: Jika temanmu biasa mengajak untuk bukber, sampaikan rencanamu terlebih dahulu. Misalnya, "Yuk, bukber jam 19.30 saja, saya akan melakukannya di luar mall supaya bisa langsung menuju masjid." Ini membuat semua orang sadar akan jadwal dan lebih terbuka.
  • Prioritaskan Ibadah: Ingat, ibadah lebih utama. Saat kamu sedang menikmati takjil, pikirkan pula tentang sholat yang masih menanti. Hal kecil seperti mengangkat lambaian tangan atau menyembah setengah doa bisa membuatmu tetap terhubung dengan ibadah.
  • Siapkan Baju Tarawih: Bawa baju yang nyaman dan sesuai untuk sholat. Jika kamu berada di mall, cari area parkir atau ruang kebersihan yang cukup luas untuk menyiapkan diri. Dengan begitu, transisi dari bukber ke tarawih akan lebih cepat.

Bagaimana Cara Menolak Ajakan Bukber dengan Halus?

Menolak tidak selalu sulit. Terkadang, kebersamaan memang penting, namun menjaga keseimbangan antara sosial dan ibadah juga harus dihargai. Berikut beberapa cara yang dapat membantu kamu menolak bukber tanpa menimbulkan rasa bersalah atau ketegangan:

  • Berikan Alasan Sepele: "Maaf, saya sedang harus pergi ke masjid sebentar. Ada urusan penting." Dengan begitu, temanmu tidak tahu detailnya, tapi cukup memahami.
  • Ungkapkan Terima Kasih: "Terima kasih sudah mengajak, tapi saya mau ikut sholat tarawih dulu." Ini menunjukkan bahwa kamu menghargai ajakan, meski tidak bisa ikut.
  • Usulkan Waktu Lain: "Bukan sekarang, tapi bagaimana kalau bukber besok malam? Saya akan lebih santai." Ini membantu menjaga hubungan sosial tetap terjaga.
  • Gunakan Humor Ringan: "Bukan mau ngelawan, tapi bukber di mall itu kayak marathon. Saya takut lari lembut." Humor bisa meredakan ketegangan.
  • Jaga Bahasa Tubuh: Selalu senyum, tatap mata, dan gunakan nada bersahabat. Sering kali, cara kamu menyampaikan menolak sama pentingnya dengan apa yang kamu katakan.

Kenapa Ini Penting untuk Semua Generasi?

Di tengah kemajuan teknologi dan urbanisasi, kita semakin tergoda untuk menghabiskan waktu dengan cara-cara yang memudahkan. Namun, bulan Ramadan adalah saat kita diingatkan untuk kembali ke hal-hal sederhana, seperti berkumpul bersama keluarga atau teman di masjid. Bukber memang menyenangkan, tapi jika kita tidak mengatur waktu dengan bijaksana, kita bisa kehilangan esensi ibadah utama.

Bagi generasi muda, sering kali bukber first, tarawih later menjadi kebiasaan. Hal ini bisa menurunkan kualitas ibadah dan bahkan mempengaruhi kualitas spiritual. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk membuat kebiasaan baru: mulai dengan menyesuaikan jadwal, memprioritaskan ibadah, dan tetap menghargai waktu sosial. Ini bukan berarti menolak semua kegiatan sosial, melainkan menciptakan keseimbangan.

Kesimpulan

Setiap orang punya kebutuhan dan keinginan untuk menikmati kebersamaan. Tetapi, bulan Ramadan memberi kita kesempatan untuk mengevaluasi kembali prioritas kita. Dengan merencanakan jadwal, menggunakan alat bantu, dan belajar menolak dengan cara yang sopan, kita bisa menjaga diri tetap terhubung dengan ibadah utama sekaligus tetap bersosialisasi. Jadi, kapan berikutnya kamu akan mengatur bukber? Mungkin sekarang, sebelum maghrib, siapkan rencana, sempatkan sholat, dan nikmati takjil bersama teman-teman di mall tanpa takut menunda tarawih. Karena, di balik setiap acara sosial, ada ibadah yang lebih penting: menutup bulan penuh rahmat ini dengan hati yang bersih dan penuh berkah.

Logo Radio
🔴 Radio Live