Ceritra
Ceritra Warga

Jangan Asal Jual! Inilah Waktu Terbaik dan Tempat Paling Menguntungkan untuk Melepas Emasmu

Refa - Monday, 02 February 2026 | 12:30 PM

Background
Jangan Asal Jual! Inilah Waktu Terbaik dan Tempat Paling Menguntungkan untuk Melepas Emasmu
Sertifikat emas (Pinterest/)

Investasi emas sering kali disebut sebagai penyelamat nilai kekayaan, namun keuntungan yang sesungguhnya baru akan terasa saat emas tersebut dicairkan menjadi uang tunai. Banyak orang terjebak dalam kesalahan pemula: membeli emas saat harga naik dan menjualnya secara terburu-buru saat harga turun, atau menjual di tempat yang memberikan harga beli balik (buyback) rendah.

Agar tidak merugi dan bisa mengantongi cuan maksimal, menjual emas membutuhkan strategi dan perhitungan waktu yang tepat. Bukan sekadar datang ke toko emas terdekat, ada beberapa langkah taktis yang perlu diperhatikan untuk memastikan aset logam mulia dihargai setinggi mungkin di tahun 2026 ini.

1. Perhatikan Waktu Kepemilikan (Investasi Jangka Panjang)

Emas bukanlah instrumen untuk trading harian atau investasi jangka sangat pendek. Hal ini disebabkan adanya selisih harga (spread) antara harga beli dan harga jual kembali. Biasanya, selisih ini berkisar antara 7% hingga 11%.

Strategi terbaik adalah menjual emas setelah masa kepemilikan minimal 2 hingga 5 tahun. Dalam rentang waktu tersebut, kenaikan harga emas secara tahunan biasanya sudah mampu menutupi selisih spread tersebut dan memberikan keuntungan bersih yang signifikan. Menjual emas hanya beberapa bulan setelah membeli kemungkinan besar akan membuat nilai aset justru terlihat "berkurang" karena terpotong biaya selisih tersebut.

2. Pantau Harga Buyback Secara Real-Time

Jangan terpaku pada harga jual emas yang sering muncul di berita. Harga yang paling penting bagi penjual adalah Harga Buyback. Setiap toko emas, butik Antam, hingga Pegadaian memiliki daftar harga beli balik yang berbeda-beda setiap harinya.

Sebelum memutuskan untuk pergi ke luar rumah, lakukan riset kecil melalui situs resmi atau aplikasi penyedia layanan emas. Bandingkan harga buyback di Butik Emas Antam, Galeri 24, hingga toko emas ritel ternama. Selisih harga buyback sebesar Rp5.000 hingga Rp10.000 per gram mungkin terlihat kecil, namun jika menjual emas dalam jumlah besar (misalnya 50 gram), selisih tersebut mencapai ratusan ribu rupiah.

3. Pastikan Sertifikat dan Kemasan dalam Kondisi Sempurna

Kondisi fisik emas dan kelengkapan administrasinya sangat menentukan harga jual. Di pasar emas Indonesia, emas yang memiliki sertifikat lengkap selalu dihargai lebih tinggi dan lebih mudah diterima.

  • Sertifikat CertiCard: Jangan sesekali membuka kemasan plastik press pada emas Antam model terbaru. Jika kemasan tersebut rusak atau terbuka, harga jualnya bisa turun secara drastis karena emas harus melalui proses pengecekan laboratorium ulang.
  • Kondisi Emas Fisik: Untuk emas batangan model lama yang sertifikatnya masih berupa kertas, pastikan kertas tersebut tidak hilang, sobek, atau terkena air. Emas tanpa sertifikat biasanya akan dikenakan potongan harga yang lumayan besar oleh pihak pembeli.

4. Pilih Tempat Penjualan yang Tepat

Tempat di mana emas dijual sangat memengaruhi hasil akhir yang didapat. Berikut adalah perbandingannya:

  • Butik Emas Antam: Tempat terbaik jika menjual emas merek Antam karena harga buyback-nya sangat transparan dan mengikuti harga pasar resmi.
  • Pegadaian (Galeri 24): Sangat disarankan jika memiliki emas merek UBS atau Galeri 24. Prosesnya cepat dan harga belinya sangat kompetitif.
  • Toko Emas Ritel: Terkadang toko emas besar berani membeli dengan harga lebih tinggi dari harga buyback Antam jika kondisi emas sangat mulus dan merupakan merek yang mereka jual kembali.
  • Sesama Investor (P2P): Menjual langsung ke kerabat atau teman yang sedang ingin membeli emas bisa memberikan keuntungan maksimal bagi kedua pihak. Anda bisa menjual di harga tengah (antara harga beli dan harga buyback pasar), sehingga penjual untung lebih tinggi dan pembeli dapat harga lebih murah.

5. Manfaatkan Momen Kenaikan Harga Global

Emas cenderung naik harganya saat terjadi ketidakpastian ekonomi, inflasi tinggi, atau konflik geopolitik. Jika tidak dalam kondisi mendesak (dana darurat), tunggulah momen-momen saat nilai Rupiah sedang melemah atau harga emas dunia sedang melambung. Menjual di puncak tren kenaikan akan memberikan keuntungan yang jauh lebih manis.

6. Perhitungkan Potongan Pajak

Berdasarkan peraturan perpajakan di Indonesia, transaksi buyback emas dengan nilai tertentu biasanya dikenakan potongan pajak penghasilan (PPh 22). Besaran pajak ini akan lebih kecil jika penjual dapat menunjukkan NPWP. Jadi, jangan lupa membawa kartu NPWP atau menunjukkan nomornya saat bertransaksi di lembaga resmi untuk menghemat pengeluaran pajak.

Penutup: Jual dengan Kepala Dingin

Menjual emas adalah keputusan finansial yang besar. Jangan menjual hanya karena ikut-ikutan tren atau panik melihat harga yang turun sesaat. Gunakan strategi di atas untuk memastikan setiap gram emas yang telah disimpan selama bertahun-tahun memberikan hasil yang sepadan dengan kesabaran saat menyimpannya.

Logo Radio
🔴 Radio Live