Ceritra
Ceritra Warga

Haus Berat? Jangan Langsung Minum Air Dingin, Ini Alasannya

Refa - Saturday, 28 March 2026 | 01:00 PM

Background
Haus Berat? Jangan Langsung Minum Air Dingin, Ini Alasannya
Ilustrasi minum air dingin (Freepik/Freepik)

Haus Kerontang Tapi Jangan Langsung Glek: Kenapa Minum Air Es Terlalu Cepat Saat Cuaca Terik Itu Bahaya?

Bayangkan skenario ini: Kamu baru saja berjalan kaki di bawah terik matahari jam 12 siang. Aspal rasanya menguap, keringat bercucuran sampai ke punggung, dan tenggorokan rasanya sudah seperti padang pasir yang nggak kena hujan setahun. Begitu sampai di warung atau sampai rumah, benda pertama yang kamu cari adalah botol air mineral dingin dari kulkas. Tanpa pikir panjang, kamu langsung meminumnya dengan cepat—glek, glek, glek—sampai habis setengah botol. Rasanya? Surga dunia, sih, awalnya. Tapi selang beberapa detik, tiba-tiba kepalamu rasanya seperti ditusuk jarum es, atau perutmu mulai terasa melilit nggak jelas.

Fenomena ini bukan hal baru. Kita sering banget diperingatkan orang tua supaya jangan langsung minum es kalau lagi kepanasan. Dulu mungkin kita anggap itu cuma mitos orang tua biar kita nggak boros es batu. Tapi ternyata, secara medis, ada penjelasan masuk akal kenapa perilaku "balapan" minum air es saat cuaca lagi panas-panasnya itu berisiko buat kesehatan. Nggak cuma bikin pusing sebentar, dampaknya bisa merembet ke mana-mana.

Nah, buat kamu yang hobi banget melakukan ritual ini, mendingan simak dulu lima bahaya minum air es terlalu cepat saat cuaca terik berikut ini. Biar nggak cuma asal segar, tapi badan tetap aman terkendali.

1. Serangan Brain Freeze yang Bikin "Ngadat"

Pernah nggak, setelah minum air es yang dingin banget dengan cepat, tiba-tiba dahi atau pelipismu terasa nyeri yang tajam banget? Itulah yang namanya brain freeze, atau dalam bahasa medis disebut sphenopalatine ganglioneuralgia. Nama medisnya memang ribet, tapi sensasinya sangat akrab di kita.

Ini terjadi karena pembuluh darah di langit-langit mulut kaget karena perubahan suhu yang drastis. Saat air es menyentuh bagian atas mulut secara mendadak dan cepat, pembuluh darah di sana langsung menyempit (konstriksi) lalu melebar lagi dengan cepat. Proses "kaget" ini mengirimkan sinyal rasa sakit ke otak melalui saraf trigeminal. Otak kita pun salah menerjemahkan rasa dingin itu sebagai rasa sakit yang menusuk. Kalau kamu sering melakukan ini, sarafmu bisa jadi terlalu sensitif, dan percayalah, sakit kepala karena brain freeze itu bisa merusak mood seharian.

2. Syok pada Saraf Vagus dan Detak Jantung

Ini yang agak ngeri tapi jarang diketahui orang awam. Di tubuh kita ada yang namanya saraf vagus, saraf kranial terpanjang yang mengatur banyak fungsi otomatis, termasuk detak jantung. Saraf ini lewat di area leher dan dekat dengan kerongkongan. Saat kamu mengguyur kerongkonganmu dengan air yang suhunya sangat rendah secara mendadak, saraf vagus bisa ikut "kaget".

Efek dari stimulasi mendadak pada saraf vagus ini bisa menyebabkan penurunan detak jantung secara tiba-tiba atau yang dikenal dengan istilah bradikardia. Dalam beberapa kasus ekstrem, orang bisa merasa kliyengan sampai pingsan karena jantungnya seolah-olah "terhenti" sejenak akibat shock suhu. Jadi, meminum air es pelan-pelan bukan cuma soal etika, tapi soal memberikan waktu bagi sistem saraf internal kita buat beradaptasi dengan perubahan suhu.

3. Sistem Pencernaan yang Jadi "Mager"

Logikanya sederhana: proses pencernaan itu butuh suhu tubuh yang stabil (sekitar 37 derajat Celcius) supaya enzim-enzim bisa bekerja dengan maksimal. Ketika kamu memasukkan air es dalam jumlah banyak dan cepat, suhu di area perut akan drop seketika. Pembuluh darah di sekitar sistem pencernaan bakal menyempit sebagai respons alami untuk menjaga panas tubuh.

Hasilnya? Proses pencernaan jadi terhambat alias mager. Tubuhmu yang tadinya fokus menyerap nutrisi dari makanan yang baru kamu makan, malah terpaksa mengalihkan energinya untuk menaikkan kembali suhu di area perut supaya normal lagi. Ini juga yang menjelaskan kenapa kadang perut terasa kembung atau mual setelah minum es saat cuaca panas. Ibarat mesin yang lagi panas-panasnya dipaksa kerja, eh malah disiram air es, ya pasti mesinnya kaget dan performanya turun.

4. Radang Tenggorokan dan Produksi Lendir Berlebih

Mungkin kamu pernah dengar orang bilang, "Jangan minum es nanti batuk." Itu ada benarnya, meskipun es sendiri bukan virus atau bakteri. Masalahnya ada pada lendir pelindung atau mukus di saluran pernapasan. Suhu dingin yang ekstrem dan tiba-tiba bisa memicu tubuh untuk memproduksi lendir lebih banyak sebagai bentuk perlindungan diri.

Lendir yang menumpuk ini malah bisa jadi tempat yang nyaman buat kuman atau virus untuk nempel. Selain itu, suhu dingin yang mendadak bikin membran mukosa di tenggorokan kehilangan kemampuan untuk melawan infeksi secara efisien. Jadi, jangan heran kalau sehabis minum air es saat terik matahari, besok paginya tenggorokanmu terasa gatal, kering, atau mulai muncul gejala radang. Bukan esnya yang salah, tapi cara kamu mengonsumsinya yang bikin benteng pertahanan tenggorokanmu jebol.

5. Gangguan Penyerapan Nutrisi dan Lemak

Ada sebuah teori yang cukup populer bahwa minum air es setelah atau saat makan bisa membuat lemak dalam makanan jadi lebih padat dan sulit dicerna. Meskipun ini masih jadi perdebatan di dunia medis, banyak praktisi kesehatan yang setuju bahwa suhu rendah memang memperlambat metabolisme lemak. Saat kamu minum air es terlalu cepat di tengah cuaca panas, tubuh yang sedang dalam mode "bertahan dari panas" akan mengalami stres metabolisme.

Air dingin cenderung menghambat proses pemecahan lemak karena suhunya yang ekstrem. Selain itu, karena tubuh sibuk meregulasi suhu, penyerapan nutrisi lain seperti vitamin dan mineral juga jadi tidak maksimal. Padahal, saat cuaca panas, tubuh kita justru butuh nutrisi dan hidrasi yang efisien untuk mengganti cairan yang hilang lewat keringat.

Gimana Dong Biar Tetap Segar Tapi Aman?

Kita realistis saja, melarang orang minum es di Indonesia saat matahari lagi galak-galaknya itu hampir mustahil. Es teh manis atau air mineral dingin tetaplah primadona. Tapi, ada cara pintarnya. Pertama, usahakan minum air suhu ruang dulu satu atau dua teguk untuk "mendinginkan" suhu internal sebelum dihajar air es. Kedua, minumlah secara perlahan. Jangan langsung satu gelas besar habis dalam hitungan detik. Biarkan air es itu diam sejenak di mulut sebelum ditelan supaya suhunya sedikit naik.

Intinya, tubuh kita punya mekanisme adaptasi yang luar biasa, tapi dia bukan robot yang bisa dipindah suhunya secara instan tanpa kompensasi. Menghargai kerja organ dalam dengan cara minum pelan-pelan adalah bentuk self-care paling sederhana yang bisa kamu lakukan hari ini. Jadi, lain kali kalau ketemu es teh di siang bolong, nikmati pelan-pelan saja. Sensasinya bakal lebih awet, dan badanmu nggak akan protes di kemudian hari.

Logo Radio
🔴 Radio Live