Gagal Ginjal Kini Mengintai Usia Produktif Akibat Minuman Kekinian


Penyakit Gagal Ginjal Kronis (GGK) yang dulu identik dengan lansia kini mulai menyerang kelompok usia muda secara signifikan. Ahli gizi dari Universitas Airlangga (Unair), Annis Catur Adi, mengungkapkan bahwa pergeseran tren usia penderita ini disebabkan oleh beban kerja ginjal yang semakin berat akibat gaya hidup modern.
Pemicu utamanya adalah konsumsi minuman bubuk instan dan kurangnya asupan air mineral. Kebiasaan mengonsumsi minuman yang mengandung Bahan Tambahan Pangan (BTP) seperti pewarna, pemanis buatan, dan pengawet memaksa ginjal bekerja ekstra keras untuk menyaring racun, yang lama-kelamaan menyebabkan keausan fungsi organ.
Berikut adalah 3 tips praktis dari ahli gizi untuk menjaga ginjal tetap sehat di tengah maraknya minuman instan:
1. Encerkan Minuman Bubuk
Minuman serbuk memang praktis, namun sering kali mengandung gula, krimer, dan zat anti-kempal yang pekat. Jika tetap ingin mengonsumsinya, tambahkan air lebih banyak dari takaran biasa agar larutan menjadi lebih encer.
Mengencerkan minuman membantu mengurangi konsentrasi kalori dan zat kimia yang masuk, sehingga beban kerja ginjal untuk menyaringnya menjadi sedikit lebih ringan dibandingkan meminumnya dalam kondisi pekat.
2. Pisahkan Gula (Untuk Kopi/Teh)
Saat memesan kopi atau teh kekinian, biasakan untuk meminta gula dipisah atau dikurangi (less sugar).
Gula cair yang sering digunakan dalam minuman cup memiliki indeks glikemik tinggi yang tidak hanya memicu diabetes tetapi juga merusak ginjal dalam jangka panjang. Mengontrol takaran gula sendiri adalah langkah sederhana namun berdampak besar.
3. Konsep "Gelontor" dengan Air Mineral
Batasi konsumsi minuman saset atau berwarna maksimal satu atau dua kali sehari. Lebih penting lagi, terapkan prinsip "gelontor".
Setiap kali mengonsumsi minuman padat kalori atau manis, wajib diimbangi dengan minum air mineral dalam jumlah yang cukup. Air putih berfungsi membilas dan melancarkan sirkulasi darah yang sempat mengental akibat zat-zat tambahan, serta membantu ginjal membuang residu racun dari tubuh.
Next News

Alasan Kenapa Makanan Bioskop Lebih Mahal Daripada Tiket Film Yang Dijual
11 hours ago

Kenapa Film Horor Selalu Laris di Indonesia? Membedah Fenomena Genre Paling Konsisten
15 hours ago

Kenapa Abu Vulkanik Sangat Berbahaya Bagi Mesin Pesawat?
12 hours ago

Kenapa Ada Orang Harus Dengar Musik Agar Bisa Konsentrasi?
8 days ago

Alasan Medis Kenapa Toleransi Pedas Tiap Orang Berbeda
8 days ago

Termometer Sang Konduktor: Bagaimana Suhu Mengatur Jam Kehidupan Surabaya
9 days ago

Tren Belanja Online Warga Surabaya: Dari Marketplace ke Live Shopping
9 days ago

Bukan Sekadar 'Buta Aturan': Menelusuri Akar Rendahnya Kepatuhan Hukum di Indonesia
20 days ago

Trotoar Berbagi: Dilema Pedagang Kaki Lima Antara Hak Ekonomi dan Hak Pejalan Kaki
20 days ago

Graffiti: Seni atau Perusak Lingkungan?
20 days ago

