Gagal Ginjal Kini Mengintai Usia Produktif Akibat Minuman Kekinian
Refa - Tuesday, 27 January 2026 | 10:30 AM


Penyakit Gagal Ginjal Kronis (GGK) yang dulu identik dengan lansia kini mulai menyerang kelompok usia muda secara signifikan. Ahli gizi dari Universitas Airlangga (Unair), Annis Catur Adi, mengungkapkan bahwa pergeseran tren usia penderita ini disebabkan oleh beban kerja ginjal yang semakin berat akibat gaya hidup modern.
Pemicu utamanya adalah konsumsi minuman bubuk instan dan kurangnya asupan air mineral. Kebiasaan mengonsumsi minuman yang mengandung Bahan Tambahan Pangan (BTP) seperti pewarna, pemanis buatan, dan pengawet memaksa ginjal bekerja ekstra keras untuk menyaring racun, yang lama-kelamaan menyebabkan keausan fungsi organ.
Berikut adalah 3 tips praktis dari ahli gizi untuk menjaga ginjal tetap sehat di tengah maraknya minuman instan:
1. Encerkan Minuman Bubuk
Minuman serbuk memang praktis, namun sering kali mengandung gula, krimer, dan zat anti-kempal yang pekat. Jika tetap ingin mengonsumsinya, tambahkan air lebih banyak dari takaran biasa agar larutan menjadi lebih encer.
Mengencerkan minuman membantu mengurangi konsentrasi kalori dan zat kimia yang masuk, sehingga beban kerja ginjal untuk menyaringnya menjadi sedikit lebih ringan dibandingkan meminumnya dalam kondisi pekat.
2. Pisahkan Gula (Untuk Kopi/Teh)
Saat memesan kopi atau teh kekinian, biasakan untuk meminta gula dipisah atau dikurangi (less sugar).
Gula cair yang sering digunakan dalam minuman cup memiliki indeks glikemik tinggi yang tidak hanya memicu diabetes tetapi juga merusak ginjal dalam jangka panjang. Mengontrol takaran gula sendiri adalah langkah sederhana namun berdampak besar.
3. Konsep "Gelontor" dengan Air Mineral
Batasi konsumsi minuman saset atau berwarna maksimal satu atau dua kali sehari. Lebih penting lagi, terapkan prinsip "gelontor".
Setiap kali mengonsumsi minuman padat kalori atau manis, wajib diimbangi dengan minum air mineral dalam jumlah yang cukup. Air putih berfungsi membilas dan melancarkan sirkulasi darah yang sempat mengental akibat zat-zat tambahan, serta membantu ginjal membuang residu racun dari tubuh.
Next News

Jangan Sampai Perut Kenyang Tapi Otak "Busung Lapar": Membedah Prioritas Pendidikan Selain MBG
15 hours ago

Soft saving vs YOLO spending: nabung pelan atau nikmatin hidup sekarang?
3 days ago

Doomscrolling economy: kebiasaan scroll berita bikin makin cemas soal masa depan
3 days ago

Adaptasi cepat: "survival skill" utama Gen Z di dunia yang terus berubah
3 days ago

Self-preparedness: skill penting yang jarang diajarkan di Sekolah!
4 days ago

Bukan Sekadar Tinta: Membedah Ritual Rasa Sakit dan Komitmen di Balik Seni Tato
19 hours ago

Shortcut Menuju Melarat: Membongkar Algoritma dan Manipulasi Psikologi di Balik Slot Gacor
19 hours ago

FOMO vs realita: tekanan sosial di era semua serba update
4 days ago

Climate Anxiety: Kenapa Berita Lingkungan Bikin Kita Sesak?
4 days ago

Kenapa Petinggi Korporat Sekarang Lebih Pilih Ransel daripada Pakai Koper?
5 days ago





