Ceritra
Ceritra Warga

Fakta Kesehatan di Balik Kebiasaan Minum Kopi Pagi Saat Perut Kosong

Nisrina - Tuesday, 27 January 2026 | 11:15 AM

Background
Fakta Kesehatan di Balik Kebiasaan Minum Kopi Pagi Saat Perut Kosong
Ilustrasi (Freepik/)

Bagi banyak orang membuka mata di pagi hari belum lengkap rasanya tanpa kehadiran secangkir kopi hangat. Aroma khas biji kopi yang diseduh dianggap ampuh untuk membangkitkan semangat dan mengusir sisa kantuk.

Namun kebiasaan ini sering kali menimbulkan perdebatan panjang mengenai dampaknya bagi kesehatan tubuh jangka panjang. Banyak yang bertanya apakah aman membiarkan cairan hitam pekat ini masuk saat perut belum terisi makanan.

Secara medis kopi memang diketahui memiliki sifat asam yang cukup kuat. Mengonsumsinya saat perut kosong dapat merangsang produksi asam lambung secara berlebihan dalam waktu singkat.

Bagi individu yang memiliki sistem pencernaan sensitif hal ini tentu bisa menjadi pemicu masalah yang serius. Rasa tidak nyaman seperti mulas atau kembung sering kali muncul sebagai reaksi awal tubuh.

Risiko gangguan pencernaan seperti GERD atau naiknya asam lambung ke kerongkongan bisa meningkat drastis. Dinding lambung yang belum terlapisi oleh makanan akan langsung terpapar oleh iritasi akibat cairan asam yang meningkat tersebut.

Ini sebabnya penderita maag kronis sangat tidak disarankan melakukan ritual ngopi ini tanpa sarapan terlebih dahulu. Menjaga kesehatan lapisan lambung jauh lebih penting daripada sekadar mengejar kesegaran instan.

Selain urusan lambung ada kaitan erat antara asupan kafein pagi hari dan hormon kortisol dalam tubuh. Di pagi hari kadar hormon stres atau kortisol manusia sebenarnya sedang berada di titik puncaknya secara alami. Menambahkan kafein di saat level hormon ini sedang tinggi justru dapat memicu peningkatan stres dan kecemasan berlebih. Tubuh bisa menjadi gelisah atau jitters yang justru mengganggu produktivitas kerja.

Tubuh kita sejatinya memiliki ritme sirkadian alami untuk bangun dan waspada tanpa bantuan stimulan berlebih di jam-jam tertentu. Mengonsumsi kopi saat kortisol tinggi bisa membuat tubuh membangun toleransi yang lebih cepat terhadap kafein.

Akibatnya kita akan membutuhkan dosis kopi yang jauh lebih banyak di kemudian hari hanya untuk merasa segar. Siklus ketergantungan ini tentu kurang baik bagi keseimbangan hormonal tubuh.

Efek diuretik yang dimiliki oleh kafein juga perlu menjadi perhatian khusus setiap pagi. Setelah tidur semalaman selama beberapa jam tubuh kita sebenarnya sedang berada dalam kondisi dehidrasi ringan.

Langsung meminum kopi tanpa didahului air putih bisa memperparah kondisi kekurangan cairan tersebut karena sifatnya yang menarik cairan. Hal ini bisa menyebabkan sakit kepala atau rasa lemas meski sudah minum kopi.

Meskipun demikian tidak semua orang akan merasakan efek samping negatif yang sama parahnya. Beberapa orang mungkin memiliki toleransi lambung yang kuat dan merasa baik-baik saja meski ngopi sebelum sarapan.

Kuncinya adalah mengenali sinyal dan respons yang diberikan oleh tubuh masing-masing secara jujur. Jika muncul rasa perih atau gelisah sebaiknya hentikan kebiasaan tersebut segera.

Untuk pilihan yang lebih aman dan bijak sebaiknya isi perut dengan sedikit makanan ringan sebelum menyeruput kopi. Sepotong roti atau buah pisang sudah cukup menjadi bantalan bagi lambung untuk menerima asupan kafein.

Segelas air putih hangat juga sangat disarankan untuk diminum terlebih dahulu guna menetralisir kondisi perut. Menikmati kopi seharusnya menjadi momen yang menyenangkan dan menyehatkan bukan pemicu datangnya penyakit.

Logo Radio
🔴 Radio Live