Energy Drink Picu Lingkaran Setan Kurang Tidur dan Stres, Ini Penjelasan Ahli


Bagi sebagian orang, minuman berenergi (energy drink) menjadi andalan untuk mengusir kantuk atau mendongkrak performa kerja secara instan. Namun, studi terbaru memperingatkan harga mahal yang harus dibayar tubuh akibat konsumsi minuman stimulan ini.
Para ahli kesehatan menegaskan adanya korelasi kuat antara konsumsi minuman berenergi dengan gangguan pola tidur kronis serta peningkatan tingkat stres. Efek "segar" yang ditawarkan hanyalah utang energi yang justru memperburuk kondisi fisik dan mental jangka panjang.
Berikut adalah 3 fakta medis mengenai dampak negatif minuman berenergi:
1. Mengacaukan Ritme Sirkadian
Kandungan kafein dalam dosis tinggi (sering kali melebihi kopi) pada minuman energi bekerja memblokir reseptor adenosin di otak, zat kimia yang memberi sinyal lelah.
Akibatnya, jam biologis tubuh atau ritme sirkadian menjadi kacau. Konsumen akan mengalami kesulitan untuk memulai tidur (sleep onset latency) dan durasi tidur nyenyak (deep sleep) menjadi berkurang drastis. Bangun tidur tidak terasa segar, melainkan tetap lelah.
2. Memicu Kecemasan dan Stres
Selain gula, minuman ini dipadati zat stimulan seperti taurin dan guarana. Campuran ini memicu sistem saraf simpatik untuk masuk ke mode "siaga penuh" atau fight-or-flight.
Tubuh merespons dengan memproduksi hormon stres (kortisol) dan adrenalin berlebih. Hal ini bermanifestasi pada gejala fisik seperti jantung berdebar, tangan gemetar (jittery), serta perasaan cemas atau gelisah yang tidak beralasan, yang pada akhirnya meningkatkan beban stres harian.
3. Jebakan Lingkaran Setan (Vicious Cycle)
Bahaya terbesar adalah terciptanya siklus ketergantungan. Karena kualitas tidur memburuk akibat minuman energi, seseorang akan bangun dalam kondisi kelelahan ekstrem keesokan harinya.
Untuk mengatasi lelah tersebut, mereka kembali meminum minuman energi. Siklus ini berulang terus-menerus, menyebabkan akumulasi kurang tidur (sleep debt) yang parah dan potensi kerusakan organ vital seperti ginjal dan jantung dalam jangka panjang.
Next News

Dukcapil Sebut Aquarius Paling Langka di Indonesia, Jumlahnya Cuma 20 Juta Orang
in 3 hours

Bukan Disney, Inilah Lagu Mocca yang Viral di Sekolah Luar Negeri
26 minutes ago

Bukan Sekadar Tren, Ini Alasan Anak Muda Hobi Kerja di Kafe
in 2 hours

Target 5.000, Tercapai 10.000 dalam 7 Jam, Kisah Viral di Balik Gerakan Wenanam Jerhemy Owen
3 hours ago

Kenapa Lagu-lagu Galau Selalu Laris Manis? Psikologi di Balik Musik Patah Hati
6 hours ago

Tahukah Kamu Foto Proklamasi Hampir Tak Pernah Ada? Ini Kisah di Baliknya
4 hours ago

Bukan Magnet, Ini Alasan Asli Pesawat Tak Lewat di Atas Ka'bah
4 hours ago

Jangan Langsung Buka Sosmed Lakukan Ini Biar Pagi Kamu Lebih Happy
15 hours ago

Kenapa Rasa Takut Bisa Menumpul? Psikologi Warga yang Terbiasa dengan Bahaya Setiap Hari
4 hours ago

Kenapa Ada Orang yang Makan Banyak Tapi Tetap Kurus? Ini Penjelasan Ilmiahnya
3 hours ago





