Ceritra
Ceritra Warga

Deadline Sudah Dekat? Simak Trik Aturan 2 Menit Agar Tetap Fokus

Nisrina - Tuesday, 24 February 2026 | 01:15 PM

Background
Deadline Sudah Dekat? Simak Trik Aturan 2 Menit Agar Tetap Fokus
Ilustrasi (Pexels/energepic.com)

Pernah nggak sih lo duduk di depan laptop selama dua jam, tapi yang kebuka cuma tab YouTube, keranjang belanja di e-commerce yang nggak kunjung di-checkout, sama portal berita yang isinya cuma drama artis? Padahal, ada deadline kerjaan atau tugas kuliah yang udah melambai-lambai minta dikerjain. Fenomena "nanti-nanti dulu" atau yang kerennya disebut prokrastinasi ini emang udah kayak penyakit kronis di kalangan generasi kita yang serba distractible ini.

Kita sering banget merasa kalau memulai sesuatu itu beratnya minta ampun. Beban mentalnya kayak disuruh mindahin Gunung Merapi pake sendok teh. Padahal, masalahnya bukan di kapasitas otak atau skill kita, tapi di cara kita memulai. Nah, di sinilah "Aturan 2 Menit" masuk sebagai penyelamat hidup yang nggak ribet. Ini bukan sekadar teori motivasi basi yang sering lo denger di seminar-seminar mahal, tapi sebuah trik psikologi receh yang dampaknya gila banget buat ngatasin rasa mager.

Sebenernya, Apa Sih Aturan 2 Menit Itu?

Konsep ini dipopulerkan oleh David Allen dalam bukunya Getting Things Done dan makin viral gara-gara James Clear lewat kitab suci para pencari produktivitas, Atomic Habits. Intinya sesederhana ini: kalau suatu pekerjaan butuh waktu kurang dari dua menit buat diselesaiin, lakuin sekarang juga. Jangan ditaruh di to-do list, jangan diinget-inget doang, langsung sikat!

Contohnya gini: bales chat klien yang cuma butuh jawaban "Oke, noted", cuci piring bekas makan barusan, atau sekadar naruh baju kotor di keranjang bukannya di atas kursi. Hal-hal sepele ini kalau ditumpuk bakal jadi gunung stres di akhir hari. Tapi kalau dieksekusi saat itu juga, otak lo bakal ngerasa jauh lebih plong karena nggak ada "tab terbuka" yang nyangkut di memori kerja lo.

Tapi, ada bagian kedua dari aturan ini yang jauh lebih sakti buat ngebangun kebiasaan baru. James Clear bilang, "Ketika lo memulai kebiasaan baru, itu nggak boleh makan waktu lebih dari dua menit." Jadi, tujuannya bukan buat nyelesaiin semuanya dalam dua menit, tapi buat memulai aktivitas itu dalam durasi yang sangat singkat sampai lo nggak punya alasan buat nolak.

Kenapa Memulai Itu Berat Banget?

Secara sains, otak kita itu emang didesain buat menghemat energi. Begitu kita mikir mau "Olahraga satu jam" atau "Nulis skripsi sepuluh halaman", otak langsung teriak, "Wah, capek nih! Mending rebahan aja sambil scroll TikTok." Ada hambatan aktivasi yang gede banget di sana.

Nah, Aturan 2 Menit ini fungsinya adalah buat nurunin ambang batas hambatan itu. Lo nggak lagi mikir buat lari maraton, lo cuma mikir buat "Pake sepatu lari". Lo nggak lagi mikir mau meditasi 30 menit, lo cuma mikir mau "Duduk diam satu menit sambil merem".

Begitu lo udah mulai, biasanya "kelembaman" atau momentum bakal bawa lo buat terus lanjut. Bagian tersulit dari hampir semua pekerjaan itu adalah lima menit pertamanya. Begitu lo udah megang sapu, kemungkinan besar lo bakal nyapu seluruh rumah. Tapi kalau lo mikir mau nyapu seluruh rumah dari awal, lo malah bakal milih lanjut tidur.

Micro-Habits: Kemenangan-Kemenangan Kecil

Gue punya opini pribadi kalau masalah terbesar kita saat ini adalah pengen semuanya serba instan tapi targetnya ketinggian. Kita pengen jadi ahli coding dalam semalam, pengen punya badan kotak-kotak dalam seminggu. Akhirnya, karena targetnya terlalu intimidatif, kita malah nggak gerak sama sekali.

Di sinilah micro-habits berperan. Dengan aturan 2 menit, lo lagi "menipu" otak lo sendiri. Lo lagi bilang ke diri sendiri, "Cuma dua menit doang kok, nggak lama." Dan percaya deh, otak lo bakal setuju karena dua menit itu durasi yang murah banget. Lo nggak butuh motivasi membara buat nulis satu kalimat atau baca satu halaman buku.

Ini soal konsistensi, bukan intensitas. Lo lebih baik baca satu halaman buku tiap hari daripada beli lima buku tebel tapi cuma jadi pajangan atau ganjel pintu karena lo nunggu waktu luang yang "pas" buat baca. Faktanya, waktu luang yang sempurna itu nggak pernah ada.

Cara Praktis Biar Nggak Cuma Jadi Teori

Gimana cara mulai terapin ini di kehidupan yang udah berantakan? Gampang. Coba liat sekitar lo sekarang. Ada sampah plastik di meja? Buang (butuh 10 detik). Ada email masuk yang cuma butuh konfirmasi jadwal? Bales (butuh 45 detik). Ada tumpukan buku yang berantakan? Rapihin (butuh 90 detik).

Untuk kebiasaan besar, pecah jadi versi dua menitnya:

  • "Baca buku sebelum tidur" jadi "Baca satu halaman."
  • "Latihan yoga 30 menit" jadi "Buka matras yoga."
  • "Belajar bahasa asing" jadi "Buka aplikasi Duolingo dan kerjain satu lesson."
  • "Nulis artikel 1000 kata" jadi "Nulis satu paragraf intro."

Mungkin lo bakal ngerasa aneh atau ngerasa konyol. "Masa cuma buka matras doang dianggap progres?" Jawabannya: Iya! Karena tujuan utamanya bukan buat nyelesaiin yoga-nya, tapi buat ngebangun identitas sebagai orang yang rutin buka matras tiap hari. Kalau lo udah bisa konsisten muncul (showing up), nambah durasinya itu urusan gampang.

Berhenti Jadi Perfeksionis yang Mageran!

Seringkali prokrastinasi itu temen deketnya perfeksionisme. Kita takut hasil kerjaan kita nggak bagus, jadi kita nunda sampai ngerasa "siap". Padahal, rahasia orang-orang produktif di luar sana bukan karena mereka punya motivasi yang nggak habis-habis, tapi karena mereka punya sistem buat mulai.

Aturan 2 Menit ini ngajarin kita buat jadi praktis. Nggak perlu nunggu mood bagus buat kerja, karena seringnya mood itu dateng setelah kita mulai kerja, bukan sebelumnya. Jadi, daripada lo pusing mikirin gimana caranya ngubah hidup dalam semalam, mending lo mulai cari apa yang bisa lo lakuin dalam dua menit ke depan.

Sekarang, coba deh. Selesai baca artikel ini, jangan langsung pindah ke feed Instagram. Cari satu hal kecil di depan mata lo yang bisa diselesaikan dalam dua menit, dan lakuin. Serius, lakuin sekarang. Rasain gimana leganya nyoret satu hal kecil dari beban pikiran lo. Selamat mencoba, kaum anti-nanti-nanti!

Logo Radio
🔴 Radio Live