Ceritra
Ceritra Warga

Jangan Cuma Skin Care, Pendengaran Juga Butuh Perawatan!

Refa - Tuesday, 24 February 2026 | 02:00 PM

Background
Jangan Cuma Skin Care, Pendengaran Juga Butuh Perawatan!
Pisang (pexels.com/Vanessa Loring)

Jangan Sampai Budek Sejak Dini: 5 Makanan Enak Biar Telinga Tetap Tajam Buat Dengerin Gosip

Pernah nggak sih kalian ngerasa dunia tiba-tiba jadi rada hening atau malah ada suara "nging" yang ganggu banget setelah pulang dari konser atau kelamaan pakai earphone dengan volume pol? Jujurly, kita sering banget abai sama kesehatan telinga. Kita sibuk skin care-an biar glowing atau diet ketat biar badan kayak model, tapi urusan saraf pendengaran biasanya ditaruh di urutan paling buncit. Padahal, kalau pendengaran sudah mulai bermasalah, urusannya bisa panjang. Nggak cuma susah dengerin lagu favorit, tapi dengerin gebetan curhat pun jadi sering "hah, apa?" yang berujung bikin ilfeel.

Kesehatan saraf pendengaran itu krusial banget, rek. Saraf-saraf di dalam telinga kita itu sensitifnya minta ampun. Sekali dia rusak karena paparan suara yang terlalu keras atau kurang nutrisi, proses regenerasinya itu nggak segampang nyari alasan pas telat masuk kantor. Tapi tenang, selain dengan cara nggak dengerin musik sekencang suara knalpot brong, kita bisa menjaga ketajaman pendengaran lewat asupan makanan. Ya, kamu nggak salah baca. Makanan yang kita telan itu punya peran gede buat menjaga sel-sel rambut di dalam telinga biar tetap tegak berdiri menyerap frekuensi suara.

Nah, daripada telat dan ujung-ujungnya harus pakai alat bantu dengar di usia muda, mending kita mulai investasi lewat isi piring. Berikut adalah 5 makanan yang ternyata jadi "bestie" banget buat saraf pendengaran kamu.

1. Ikan Salmon: Si Jagonya Omega-3

Kita semua tahu kalau salmon itu mahal, eh, maksudnya sehat. Tapi beneran deh, salmon dan ikan-ikanan berlemak lainnya kayak tuna atau sarden itu mengandung Omega-3 yang luar biasa tinggi. Buat urusan telinga, Omega-3 ini tugasnya kayak tukang servis pipa yang handal. Dia memastikan aliran darah ke organ dalam telinga tetap lancar jaya.

Bayangkan telinga kamu itu punya sistem sirkulasi yang rumit. Kalau aliran darah ke sana macet, saraf pendengaran bakal kekurangan oksigen dan akhirnya lemas atau mati. Dengan rajin makan salmon, kamu sebenarnya lagi kasih "pelumas" biar saraf-saraf itu tetap responsif. Jadi, kalau ada budget lebih pas lagi gajian, mending skip dulu kopi mahal yang isinya cuma gula, dan ganti dengan seporsi salmon. Pendengaran tajam, jantung pun aman.

2. Bayam: Kekuatan Asam Folat ala Popeye

Inget kartun Popeye yang mendadak kuat setelah makan bayam? Ternyata itu bukan sekadar mitos buat nakut-nakutin anak kecil biar mau makan sayur. Bayam itu kaya akan asam folat atau vitamin B9. Nah, penelitian banyak bilang kalau orang yang asupan asam folatnya rendah cenderung lebih cepat mengalami penurunan pendengaran seiring bertambahnya usia.

Asam folat bekerja dengan cara menurunkan kadar homosistein, sejenis asam amino yang kalau terlalu tinggi bisa menghambat aliran darah ke telinga. Jadi, makan bayam itu ibarat kamu lagi masang pagar pelindung buat saraf pendengaran dari radikal bebas yang nakal. Nggak harus ribet, dibikin sayur bening atau dimasukin ke dalam smoothie juga oke. Murah, meriah, dan bikin kuping nggak gampang budek.

3. Pisang: Si Pelindung dari Kebisingan

Buat kalian yang hobi nonton konser atau kerja di tempat yang bisingnya minta ampun, pisang adalah penyelamat hidup. Pisang mengandung magnesium yang dosisnya cukup tinggi. Kenapa magnesium penting? Karena zat ini berfungsi sebagai pelindung saraf dari kerusakan akibat paparan suara keras (noise-induced hearing loss).

Magnesium punya kemampuan buat melebarkan pembuluh darah dan menjaga fungsi saraf di telinga tetap stabil saat dihantam gelombang suara yang ekstrem. Jadi, anggaplah pisang ini sebagai earplug alami dari dalam tubuh. Makan satu pisang setiap hari nggak cuma bikin perut kenyang, tapi juga kasih perlindungan ekstra buat telinga kamu biar nggak cepat soak. Plus, pisang itu praktis, bisa dimakan sambil jalan pas lagi mengejar kereta atau busway.

4. Dark Chocolate: Camilan Mewah buat Imunitas Telinga

Siapa bilang makan sehat itu harus menyiksa? Buat kalian pecinta cokelat, ada kabar gembira. Dark chocolate atau cokelat hitam (ingat ya, yang kandungan kakaonya tinggi, bukan yang isinya cuma susu dan gula) mengandung zinc yang melimpah. Zinc ini perannya vital banget buat meningkatkan sistem imun tubuh, termasuk di area telinga tengah.

Telinga kita sering banget kena infeksi, apalagi kalau lagi flu atau sering kemasukan air. Zinc membantu tubuh buat melawan infeksi tersebut sebelum menyerang saraf pendengaran yang lebih dalam. Selain itu, zinc juga dipercaya bisa membantu mengatasi tinnitus alias telinga berdenging yang nggak jelas asalnya. Jadi, kalau pengen ngemil sore-sore, ambil aja sepotong dark chocolate. Rasanya emang agak pahit dikit, tapi manfaatnya buat kuping manis banget.

5. Jeruk dan Keluarga Sitrus: Antioksidan Anti-Aging Telinga

Terakhir, jangan lupakan kekuatan Vitamin C dan E yang biasanya banyak ada di buah jeruk, lemon, atau jeruk nipis. Vitamin ini adalah antioksidan kuat yang tugas utamanya melawan radikal bebas. Di telinga kita, radikal bebas sering banget muncul akibat polusi suara dan proses penuaan sel.

Kalau radikal bebas ini dibiarin, mereka bakal merusak sel-sel rambut di koklea (rumah siput) yang fungsinya menerjemahkan getaran suara jadi sinyal listrik ke otak. Dengan asupan jeruk yang cukup, kamu kayak lagi kasih serum anti-aging buat telinga kamu. Biar makin segar, kamu bisa bikin infused water atau jus jeruk murni tanpa tambahan kental manis yang berlebihan. Segar di tenggorokan, mantap di telinga.

Pada akhirnya, menjaga kesehatan saraf pendengaran itu bukan cuma soal apa yang kita dengerin, tapi juga soal apa yang kita makan. Memang sih, makan ikan salmon sekali nggak langsung bikin pendengaran kamu setajam radar kapal selam, tapi konsistensi itu kunci. Jangan sampai kita baru nyesel pas suara orang rumah udah kedengeran kayak suara kumur-kumur.

Selain makan enak di atas, jangan lupa juga buat sesekali kasih telinga kamu waktu buat istirahat. Copot sebentar itu earphone, nikmati keheningan malam, atau minimal jangan dengerin lagu dengan volume yang bikin orang di sebelah kamu ikut hafal liriknya. Sehat itu investasi, dan pendengaran yang jernih adalah aset yang nggak ternilai harganya. Yuk, mulai lebih sayang sama telinga sendiri dari sekarang!

Logo Radio
🔴 Radio Live