Ceritra
Ceritra Update

Dari Kantor ke Tenda: Cara Ampuh Healing Singkat di Akhir Pekan

Shannon - Friday, 10 July 2026 | 12:00 PM

Background
Dari Kantor ke Tenda: Cara Ampuh Healing Singkat di Akhir Pekan
(Hypeabis/)

Healing Kok Nyampah? Seni Berkemah Tanpa Meninggalkan Dosa Lewat Etika Leave No Trace

Bayangkan skenario ini: Hari Jumat sore, kerjaan lagi numpuk-numpuknya, atasan lagi rewel, dan polusi Jakarta lagi di level "ngajak berantem". Pikiran lo langsung melayang ke tenda, udara gunung yang dingin, dan suara gemericik air sungai. Istilah keren anak zaman sekarang sih, "healing". Akhirnya lo packing, beli logistik di minimarket sampai dua kantong plastik penuh, lalu berangkat ke campsite hits yang lagi viral di TikTok.

Tapi pas sampai di sana, ekspektasi lo hancur lebur. Bukannya bau tanah basah yang segar, malah bau sisa makanan basi yang menyengat. Di sela-sela akar pohon, bukan lumut cantik yang lo temuin, tapi bungkus kopi sachet sama puntung rokok yang berserakan kayak konfeti pesta ulang tahun yang gak dibersihin. Di titik ini, kita harus jujur: banyak dari kita yang jago bikin konten estetik pas camping, tapi nol besar soal etika dasar di alam bebas.

Inilah kenapa konsep Leave No Trace (LNT) bukan cuma sekadar jargon buat anak Mapala atau pendaki pro. LNT itu semacam "kitab suci" buat siapa pun yang mau main ke alam tapi gak mau jadi beban buat bumi. Gak lucu kan, lo mau cari ketenangan tapi malah ninggalin kerusakan? Mari kita bedah gimana caranya camping tetap asik tanpa harus ninggalin jejak yang bikin alam "sakit hati".

Persiapan itu Koentji, Bukan Cuma Soal Outfit

Banyak orang camping modal nekat atau cuma ikut-ikutan tren FOMO (Fear of Missing Out). Padahal, etika LNT dimulai bahkan sebelum lo menginjakkan kaki di tanah perkemahan. "Plan Ahead and Prepare" itu langkah pertama. Maksudnya gimana? Ya, lo harus riset. Jangan sampai lo datang ke lokasi yang ternyata kapasitasnya sudah penuh, terus lo maksa buka lahan baru dengan nebang semak-semak. Itu namanya merusak, bukan camping.

Coba deh minimalisir sampah dari rumah. Kalau bawa logistik, mending buka bungkus plastiknya di rumah dan pindahin ke wadah yang bisa dipakai ulang (reusable). Percaya deh, bawa sampah plastik sachet itu ribet banget pas mau pulang. Sering kali terbang kebawa angin atau malah dimakan monyet lokal. Jadi, kurangi potensi sampah sejak dalam pikiran, biar di lokasi lo gak pusing mikirin cara buangnya.

Sampahmu, Tanggung Jawabmu, Bukan Urusan Jin Penunggu Gunung

Ini adalah poin paling krusial sekaligus paling sering dilanggar. Ada semacam mindset purba yang mikir kalau sisa makanan itu bakal terurai jadi pupuk. "Ah, ini kan cuma kulit jeruk, gapapa dibuang sini." Bro, sis, di ketinggian tertentu atau di ekosistem tertentu, proses penguraian itu lambat banget. Kulit jeruk atau sisa nasi lo malah bisa bikin satwa liar keracunan atau ketergantungan sama makanan manusia. Akhirnya? Keseimbangan alam goyah cuma gara-gara sisa bekal lo.

Prinsipnya simpel: apa pun yang lo bawa masuk, wajib lo bawa keluar. Termasuk puntung rokok. Jangan merasa jadi "anak indie" paling keren kalau puntung rokok lo masih ditancepin di tanah atau diselipin di batang pohon. Bawa botol kecil atau asbak portable. Jadilah pendaki atau camper yang berkelas, yang ninggalin jejak cuma bekas tapak kaki, bukan bekas bungkus mi instan.

Etika Tetangga: Jangan Jadi "Speaker Bluetooth" Berjalan

Gue sering banget nemu orang camping tapi bawa speaker bluetooth segede gaban terus nyetel lagu jedag-jedug sampai tengah malam. Alasannya biar ramai. Masalahnya, gak semua orang mau dengerin selera musik lo. Banyak orang datang ke alam justru buat dengerin suara angin, jangkrik, atau burung. Menghargai privasi dan ketenangan orang lain itu bagian dari etika camping.

Kalau mau dengerin musik, pakai earphone atau setel pelan-pelan di dalam tenda sendiri. Begitu juga kalau lagi ngobrol pas malam hari. Suara di alam terbuka itu merambat jauh lebih luas daripada di kota. Jangan sampai obrolan lo soal drama kantor atau curhatan mantan kedengeran sampai tenda sebelah yang lagi berusaha tidur nyenyak.

Urusan "Panggilan Alam" yang Sering Bikin Dilema

Nah, ini nih yang agak sensitif tapi penting banget. Urusan buang hajat. Kalau campsite-nya sudah punya fasilitas toilet, ya syukurlah. Tapi kalau lo camping di tempat yang bener-bener liar, lo harus tahu cara "setoran" yang benar. Jangan sembarangan di dekat sumber air atau di pinggir jalur pendakian. Gak estetik banget kan kalau lagi jalan terus lo nemu "ranjau" kuning?

Gunakan teknik cathole. Gali lubang sedalam 15-20 cm, selesaikan urusan lo, terus tutup lagi pakai tanah. Dan tolong, tisu basah itu bukan sampah organik. Jangan ditinggal di situ. Kalau bisa pakai air, kalau terpaksa pakai tisu, ya tisunya harus dibawa turun lagi di kantong plastik khusus. Kedengarannya jijik? Ya itu risiko jadi manusia yang bertanggung jawab.

Api Unggun: Estetika yang Berisiko

Camping tanpa api unggun rasanya kayak makan seblak gak pakai kerupuk, kurang afdol. Tapi tahu gak? Bekas api unggun itu merusak kesuburan tanah dan ninggalin bekas hitam yang jelek banget kalau gak dibersihin. Sekarang sudah ada banyak kompor portable atau fire pit lipat. Lebih bersih, lebih aman, dan gak ngerusak tanah. Kalaupun terpaksa bikin api unggun di tanah, pastikan lo pakai tempat yang sudah pernah dipakai orang lain sebelumnya (existing fire ring), dan pastikan apinya benar-benar mati sampai jadi abu sebelum lo pergi.

Kesimpulannya, camping itu bukan soal menaklukkan alam atau sekadar pamer di media sosial. Camping itu soal bertamu. Dan sebagai tamu yang baik, kita gak seharusnya bikin rumah tuan rumah jadi berantakan, kan? Dengan menerapkan Leave No Trace, kita sebenarnya lagi investasi buat diri kita sendiri supaya anak cucu kita nanti masih bisa ngerasain gimana rasanya tidur di bawah bintang-bintang tanpa harus keganggu bau sampah.

Yuk, jadi camper yang smart. Datang bersih, pulang gak bawa dosa (lingkungan). Karena pada akhirnya, alam gak butuh kita, tapi kitalah yang butuh alam untuk tetap waras di tengah gempuran dunia yang makin kacau ini. Salam lestari!

Logo Radio
🔴 Radio Live