Ceritra
Ceritra Warga

Bye-Bye Waiting List! Inilah Menu Bukber Rumahan yang Murah, Praktis, dan Anti-Ribet

Refa - Friday, 20 February 2026 | 02:00 PM

Background
Bye-Bye Waiting List! Inilah Menu Bukber Rumahan yang Murah, Praktis, dan Anti-Ribet
Ilustrasi makan bersama (pexels.com/fauxels)

Bukber di Rumah: Siasat Kenyang Bersepuluh Tanpa Harus Merampok Bank Sendiri

Ramadan itu berkah, tapi jujur saja, dompet kadang merasa tertekan tiap kali draf undangan buka bersama alias bukber mulai bermunculan di grup WhatsApp. Apalagi kalau sudah menyangkut geng SMA atau teman kantor yang jumlahnya pas sepuluh orang. Mau ke mal? Siap-siap antre kayak pembagian sembako, belum lagi kena waiting list yang panjangnya melebihi harapan masa depan. Belum lagi soal harga paket bukber di resto yang kadang nggak masuk akal buat ukuran kantong pejuang gaji UMR.

Sebenarnya, ada solusi paling masuk akal: bukber di rumah. Selain nggak perlu dandan terlalu niat (pakai daster atau sarung juga oke) biaya yang dikeluarkan bisa ditekan serendah mungkin. Dengan budget patungan sekitar 30 sampai 40 ribu rupiah per orang, kita sudah bisa pesta pora layaknya sultan di kerajaannya sendiri. Masalahnya cuma satu: menu apa yang praktis, murah, tapi nggak kelihatan "pelit"?

Nasi Liwet

Kalau bicara soal menu buat 10 orang, jangan sekali-kali kepikiran buat masak steak atau pasta yang ribet. Pilihan paling aman dan selalu berhasil bikin suasana pecah adalah Nasi Liwet Sunda. Kenapa? Karena nasi liwet itu sifatnya komunal. Kita tinggal gelar daun pisang panjang-panjang di atas karpet, lalu tumpahkan nasinya di sana. Estetikanya dapat, vibes kebersamaannya dapet banget, dan yang paling penting: hemat piring kotor!

Bumbu nasi liwet itu simpel banget. Cukup modal bawang merah, bawang putih, cabai, serai, dan daun salam yang ditumis terus cemplungin ke magic com. Biar makin nendang, tambahkan ikan teri atau petai kalau semua orang di lingkaran pertemanan kalian adalah "tim bau harum". Sebagai pelengkap, ayam goreng atau ayam bakar bumbu kuning sudah cukup jadi primadona. Kalau mau lebih murah lagi, ganti ayam dengan ikan kembung goreng yang krispi. Percayalah, sambal korek yang pedasnya nampol bakal menutupi fakta kalau menu ini sebenarnya sangat ekonomis.

Gorengan

Bukber tanpa gorengan itu seperti rindu tanpa temu, hambar dan bikin gelisah. Daripada beli gorengan di pinggir jalan yang belum tentu bersih dan minyaknya sudah hitam legam, mending bikin sendiri. Beli bakwan sayur (bala-bala) atau tempe mendoan dalam jumlah besar itu murah banget. Modal tepung terigu sekilo, sayuran sisa di kulkas, dan sedikit bumbu instan, kalian sudah bisa memproduksi gunung gorengan yang bisa dicemil sambil nunggu adzan Maghrib.

Ada seni tersendiri saat kita war gorengan di atas meja makan. Momen rebutan tempe mendoan yang masih hangat itu jauh lebih berharga daripada duduk manis nunggu pesanan datang di kafe fancy. Jangan lupa siapkan cabai rawit hijau yang banyak. Menurut observasi amatir saya, tingkat kebahagiaan orang Indonesia saat berbuka itu berbanding lurus dengan jumlah bakwan yang mereka konsumsi sore itu.

Es Campur atau Es Timun Suri

Untuk urusan minuman, hindari beli minuman kemasan botolan yang harganya lumayan kalau dikali sepuluh. Lebih baik bikin satu wadah besar es buah atau es campur. Modalnya cuma sirup rasa coco pandan, krimer kental manis, dan buah-buahan murah meriah seperti melon atau timun suri. Kalau mau lebih "anak muda banget", bikin saja es lumut yang sempat viral itu. Cuma modal jelly kemasan yang diserut dan dicampur susu, rasanya sudah mirip minuman di mal seharga 20 ribuan per gelas.

Timun suri sendiri adalah pahlawan tanpa tanda jasa di bulan Ramadan. Teksturnya yang lembut dan sensasi dinginnya benar-benar bisa membasuh tenggorokan yang sudah seharian kering. Ditambah es batu yang melimpah, rasa segar ini nggak akan bisa dikalahkan oleh kopi susu kekinian manapun.

Sisi Lain Bukber Rumah: Kenikmatan yang Nggak Ada di Restoran

Satu hal yang paling menarik dari bukber di rumah adalah kebebasannya. Setelah makan besar, biasanya kita bakal merasa food coma alias ngantuk berat karena kekenyangan. Kalau di restoran, kita bakal merasa nggak enak hati sama pelayan kalau kelamaan nongkrong. Tapi kalau di rumah teman? Kita bisa langsung selonjoran, ghibah tipis-tipis sambil menunggu waktu tarawih, atau bahkan mabar game bareng tanpa ada yang merasa terganggu.

Lagipula, bukber itu esensinya adalah silaturahmi. Seringkali kita terjebak dalam gengsi untuk pamer tempat makan yang instagrammable, padahal yang paling penting adalah kualitas obrolannya. Di rumah, nggak ada bising suara kendaraan atau musik kafe yang terlalu kencang. Kita benar-benar bisa dengar cerita teman kita yang baru saja putus atau yang lagi stres sama bosnya di kantor.

Tips Biar Nggak Ribet Pas Hari-H

Supaya tuan rumah nggak merasa "dizolimi" karena harus masak dan cuci piring sendirian, pakailah sistem potluck atau bagi tugas. Ada yang bawa minuman, ada yang bagian sambal, ada yang bagian beli kerupuk. Atau kalau mau totalitas masak di satu rumah, datanglah dua jam sebelum buka buat bantu-bantu. Momen masak bareng ini malah seringkali jadi sesi bukber paling seru karena penuh dengan drama salah bumbu atau nasi yang hampir gosong.

Jadi, lupakan dulu antrean panjang di mal. Ambil ponselmu, hubungi teman-temanmu, dan usulkan ide bukber murah meriah ini. Dengan budget minimalis, kita bisa dapat kenyang yang maksimal dan kenangan yang jauh lebih hangat. Karena pada akhirnya, rasa makanan itu nomor dua; yang nomor satu adalah dengan siapa kita menikmatinya. Selamat berbuka puasa, dan pastikan sambalnya cukup buat sepuluh orang, ya!

Logo Radio
🔴 Radio Live