Ceritra
Ceritra Warga

Bukan Ingatan Masa Lalu! Inilah Penjelasan Medis di Balik Fenomena Déjà Vu

Refa - Friday, 30 January 2026 | 12:30 PM

Background
Bukan Ingatan Masa Lalu! Inilah Penjelasan Medis di Balik Fenomena Déjà Vu
Ilustrasi deja vu (Pinterest/neozoneorg)

Fenomena Otak: Apa yang Sebenarnya Terjadi Saat Déjà Vu?

Sudah hampir setiap orang pernah merasakan momen aneh di mana tiba‑tiba saja, "aku sudah pernah lewat di sini". Itu, bro, adalah deja vu. Kamu tahu, ketika kamu sedang berjalan di jalanan Jakarta yang ramai, lalu tiba‑tiba pikiranmu bilang, "Wah, ini mirip banget sama pengalaman di kampus tahun lalu!" Dan kamu langsung memikirkan, "Gah, mungkin itu kebetulan." Tapi, apa sih sebenarnya yang terjadi di otak ketika kamu mengalami deja vu? Apakah itu sekadar kepalsuan jiwa atau ada glitch teknis di sistem memori otak kita? Di sini, kita akan bongkar teori-teori ilmiah yang menjelaskan fenomena yang sering dianggap mistis ini.

Jangan Yakin! Ini Bukan Sekadar Kehidupan Masa Lalu

Kenapa banyak orang masih percaya deja vu adalah jejak hidup lama? Bisa karena film-film, drama, atau bahkan cerita hantu yang menambah dramatisnya. Namun, para peneliti neuroscience lebih cenderung melihatnya sebagai kesalahan pemrosesan di otak, bukan portal ke dunia lain. Kalau kita ngeliat otak sebagai sebuah perangkat, deja vu adalah glitch, yaitu sebuah bug kecil yang bikin otak kita seolah‑olah overlap antara memori jangka pendek dan jangka panjang.

Split Perception: Mata Lebih Cepat dari Otak?

Gini, bayangkan mata kita seperti lensa kamera digital. Tiba-tiba, gambar yang kita lihat masuk ke dalam "pencitraan" otak. Tetapi, proses ini tak instan. Terdapat sel-sel sensorik yang memproses data visual lebih cepat daripada sel otak yang memutuskan konteksnya. Akibatnya, otak tidak segera mengaitkan informasi tersebut dengan konteks yang tepat. Jadi, kita merasakan gambaran itu seolah-olah sudah pernah terjadi. Ini yang disebut dengan Split Perception.

Split Perception itu mirip kayak ketika kamu nonton film di layar bundar dan tiba-tiba muncul efek zoom, padahal kamu belum tentu memulai nonton. Otak sedang menunggu konfirmasi, dan kalau itu kelihatan penuh, otak bisa jadi misinterpretasi dan menambahkan rasa familiar.

Memory Mismatch: Kesalahan Menyimpan Memori

Berikutnya, ada teori lain yang lebih spesifik, yaitu Memory Mismatch. Di sini, otak secara tidak sengaja menyimpan memori jangka pendek (yang baru saja terjadi) langsung ke folder memori jangka panjang. Bayangkan, ketika kamu mengerjakan tugas akhir, otak mencatat semua detail secara bersamaan, lalu tiba-tiba memindahkan semuanya ke ruang memori jangka panjang. Akibatnya, ketika kamu mengingatnya nanti, otak menganggap itu adalah kenangan lama.

Ilmu ini didukung oleh studi neuroimaging yang menunjukkan peningkatan aktivitas di hippocampus, bagian otak yang bertugas mengkonsolidasikan memori. Ketika hippocampus "lupa" menandai memori sebagai baru, otak menganggapnya sudah ada di daftar kenangan lama. Ini mengapa kamu bisa merasakan deja vu ketika berada di tempat yang hampir mirip dengan lokasi yang pernah kamu kunjungi.

Kenapa Deja Vu Selalu Datang di Saat Salah Satu Momen?

  • Ketika otak sedang "overload" data. Misalnya, kamu sedang di tempat yang ramai, penuh stimulus visual dan auditori.
  • Ketika kamu belum sempat memproses informasi itu secara menyeluruh.
  • Ketika otak mengaktifkan "sistem penyalur" yang cepat untuk meminimalkan beban kerja.

Jadi, deja vu sebenarnya bukan karena kita memiliki akses ke masa lalu, melainkan otak kita sedang "cepat-cetakan" data baru dan salah menyimpannya. Kalau otak berfungsi seperti komputer, ini ibarat program antivirus yang tiba‑tiba memblokir data yang belum terinstal.

Gak Perlu Takut, Ini Masalah Otak Biasa saja

Ya, memang terdengar menakutkan kalau otak bisa "galau" sendiri. Tapi, fakta bahwa deja vu cukup umum dengan diperkirakan 70% orang mengalaminya setidaknya sekali dalam hidupnya menandakan bahwa ini adalah bagian normal dari sistem memori manusia. Bahkan, para psikolog menganggap ini sebagai indikator kesehatan otak yang baik, karena otak masih aktif mencoba menghubungkan informasi baru dengan pengetahuan lama.

Kalau kamu sering ngerasain deja vu, bisa jadi otakmu sedang belajar cara memproses informasi lebih cepat. Sebaliknya, kalau kamu ngerasainya secara terus‑terus atau terlalu sering, ada baiknya konsultasi dengan ahli saraf atau psikolog. Tapi, kalau cuma sesekali, santai saja. Itu hanya glitch kecil yang terjadi ketika otak kamu bekerja keras.

Berbagi Pengalaman: "Eh, Ini Mirip…?"

Berikut ini beberapa contoh pengalaman deja vu yang sering diceritakan di grup media sosial:

  • "Waktu aku duduk di kafe itu, tiba-tiba ngerasa udah pernah di situ. Jadi, aku mikir sih ada teman lama yang nanya."
  • "Gak sengaja nonton film yang judulnya sama sama sekali dengan film yang aku tonton dulu. Rasanya familiar banget."
  • "Aku lagi jogging, lalu ngerasa udah pernah jalan di rute ini. Akhirnya, aku ngebahas itu di TikTok."

Kenapa semua orang merasakan deja vu? Karena ini bukan hanya tentang memori, tapi juga tentang cara otak kita membuat hubungan antara situasi baru dan pengalaman lama. Dan, meski belum semua misteri tentang otak terpecahkan, setidaknya kita tahu sekarang bahwa itu lebih ke glitch daripada keajaiban.

Kesimpulan

Jadi, déjà vu bukanlah pintu gerbang ke kehidupan lain. Ini lebih mirip ke kesalahan teknis di dalam sirkuit memori otak. Dengan teori Split Perception, kita melihat bagaimana mata bisa "memintas" otak. Sementara teori Memory Mismatch menunjukkan bagaimana otak bisa salah menyimpan memori jangka pendek sebagai jangka panjang. Keduanya menegaskan bahwa deja vu adalah fenomena neurosains, bukan mistik.

Selanjutnya, ketika kamu ngerasa deja vu, cobalah mikir: "Eh, otak lagi glitch nih." Dan, kalau kamu suka menulis atau memposting di media sosial, jangan takut untuk berbagi pengalaman ini. Siapa tahu, artikel ini bisa membantu temen-temen kamu yang masih bingung dengan rasa aneh tersebut. Ingat, otak kita itu keren, meskipun kadang ada bug kecil yang bikin kita bingung.

Logo Radio
🔴 Radio Live