Bukan Flu Biasa, Virus HMPV Mengintai dan Bisa Berujung Pneumonia, Ini Peringatan Dokter
Refa - Thursday, 22 January 2026 | 11:30 AM


Di tengah kewaspadaan masyarakat terhadap influenza dan sisa-sisa varian Covid, muncul ancaman kesehatan lain yang tak kalah berbahaya. Human Metapneumovirus (HMPV) kini menjadi sorotan dunia medis karena kemampuannya memicu infeksi saluran pernapasan serius.
Meski gejalanya sekilas mirip flu biasa, virus ini memiliki potensi mematikan jika menyerang kelompok usia rentan. Dokter spesialis paru dan anak mengingatkan para orang tua dan keluarga yang merawat lansia untuk tidak meremehkan gejala batuk yang tak kunjung sembuh.
Berikut adalah fakta medis mengenai HMPV yang bisa berujung pada pneumonia jika terlambat ditangani:
"Kembaran" Influenza yang Ganas
HMPV sebenarnya bukan virus baru, namun lonjakan kasusnya sering terjadi beriringan dengan musim pancaroba. Virus ini menyerang saluran pernapasan atas dan bawah. Gejala awalnya sangat menipu, seperti demam, hidung tersumbat, dan batuk kering.
Namun, perbedaan utamanya terletak pada kecepatan virus ini merusak jaringan paru-paru pada individu dengan sistem kekebalan tubuh lemah. Apa yang dikira masuk angin biasa bisa berubah drastis menjadi infeksi berat dalam hitungan hari.
Ancaman Gagal Napas pada Bayi dan Lansia
Kelompok yang paling wajib dilindungi adalah bayi (terutama di bawah 5 tahun) dan lansia (di atas 65 tahun). Pada bayi, saluran napas yang masih kecil sangat mudah tersumbat oleh lendir akibat infeksi HMPV, memicu kondisi bronkiolitis atau pembengkakan saluran udara kecil.
Sementara pada lansia, virus ini bisa memicu Pneumonia atau radang paru-paru basah. Tanda bahaya yang harus diwaspadai adalah munculnya suara "ngik" (mengi) saat bernapas, napas menjadi cepat dan dangkal, serta kuku atau bibir yang mulai membiru akibat kekurangan oksigen. Jika tanda ini muncul, perawatan intensif di rumah sakit tidak bisa ditawar lagi.
Kunci Pencegahan dengan Higiene Ekstra
Hingga saat ini, vaksin khusus untuk HMPV belum tersedia secara luas seperti vaksin flu. Oleh karena itu, benteng pertahanan utama adalah kebersihan diri. Penularan terjadi melalui droplet atau percikan air liur dan kontak langsung dengan permukaan benda yang terkontaminasi.
Masyarakat diimbau untuk kembali mendisiplinkan diri mencuci tangan dengan sabun, memisahkan alat makan anggota keluarga yang sakit, dan segera memakai masker jika mulai merasa tidak enak badan agar tidak menulari orang serumah yang lebih rentan.
Next News

Sengkarut Hukum Roy Suryo dan Teka-Teki Ijazah Jokowi yang Memasuki Babak Baru Penuh Ketegangan
4 hours ago

Spider-Noir dan Perang Estetika Antara Hitam Putih Klasik Lawan Warna Modern
8 days ago

Met Gala: Arisan Sosialita Level Dewa atau Sekadar Karnaval Baju Aneh?
7 days ago

Rahasia di Balik Guling: Dari "Istri Belanda" Hingga Jadi Teman Tidur Wajib Orang Indonesia
8 days ago

Dinamika Reshuffle: Antara Raport Merah, Catur Politik, dan Kebutuhan Zaman
8 days ago

Skena Lari Surabaya: Kenapa Harus Terbelah Jadi Banyak Komunitas? Kok Nggak Satu Saja?
19 days ago

Dollar, Militer, dan Big Mac: Alasan Kenapa Kita Semua Masih Hidup di 'Dunia Amerika
20 days ago

Bukan Cuma Modal Pede! Kenapa Kamu Wajib Jadi 'Bunglon' Saat Public Speaking
20 days ago

Jangan Sampai Perut Kenyang Tapi Otak "Busung Lapar": Membedah Prioritas Pendidikan Selain MBG
22 days ago

Soft saving vs YOLO spending: nabung pelan atau nikmatin hidup sekarang?
24 days ago





