Bukan Cuma Jadi Atlet! Kenali 5 Profesi Bergengsi di Balik Layar Industri Esports
Refa - Saturday, 24 January 2026 | 04:30 PM


Industri esports sering disalahartikan hanya sebagai panggung bagi mereka yang jago bermain game. Padahal, ekosistem ini merupakan industri kreatif raksasa yang membutuhkan dukungan berbagai tenaga profesional.
Tidak memiliki skill mekanik setingkat pro player bukan berarti menutup peluang karier. Justru, posisi di balik layar sering kali menawarkan stabilitas kerja dan jenjang karier yang lebih panjang dibandingkan usia produktif atlet.
Berikut adalah 5 profesi vital yang menggerakkan roda industri esports dari balik layar:
1. Shoutcaster (Komentator)
Ini adalah "suara" dari setiap turnamen. Tugas utama seorang shoutcaster adalah memandu jalannya pertandingan agar terasa hidup, seru, dan emosional bagi penonton.
Profesi ini tidak menuntut jago main, melainkan menuntut kemampuan public speaking yang prima, artikulasi jelas, serta pengetahuan mendalam tentang nama item, skill karakter, dan dinamika permainan.
2. Analyst & Coach (Pelatih)
Di balik kemenangan tim, ada otak strategi yang bekerja keras. Seorang Analis bertugas mengumpulkan data statistik, membedah gameplay musuh, dan merancang draft pick (pemilihan karakter).
Sementara Pelatih bertanggung jawab atas kedisiplinan pemain dan eksekusi strategi tersebut. Posisi ini sangat cocok bagi mereka yang memiliki pemikiran kritis dan suka mengolah data, meskipun jari tidak secepat pemain pro.
3. Team Manager
Pemain esports perlu fokus berlatih tanpa diganggu urusan teknis. Di sinilah peran Team Manager.
Mereka bertugas mengatur jadwal latihan, mengurus logistik turnamen, memastikan gizi pemain terjaga, hingga menjadi jembatan komunikasi antara pemain dan pemilik tim. Kemampuan manajemen dan komunikasi interpersonal sangat dibutuhkan di sini.
4. In-Game Observer
Pernah bertanya-tanya siapa yang mengarahkan kamera saat menonton turnamen online? Itulah tugas Observer.
Layaknya juru kamera di siaran sepak bola, Observer harus memiliki insting tajam untuk memprediksi di mana pertempuran (war) akan terjadi. Mereka memastikan penonton tidak melewatkan momen penting di dalam map yang luas.
5. Creative Team (Editor & Desainer)
Popularitas sebuah tim esports sangat bergantung pada citra di media sosial. Tim kreatif yang terdiri dari Video Editor, Graphic Designer, dan Content Creator bertugas membangun branding tim.
Mereka mendokumentasikan kegiatan pemain, membuat konten hiburan, dan menjaga interaksi dengan fans. Ini adalah lahan basah bagi lulusan desain komunikasi visual atau multimedia.
Next News

Hobi Orang Korea yang Wajib Kamu Coba Saat Liburan
8 hours ago

Tips Menghancurkan Lemak Membandel Yang Susah Hilang
12 hours ago

Nasi vs Roti vs Oatmeal: Mana Menu Sarapan Terbaikmu?
13 hours ago

Pentingnya Kerupuk: Pendamping Wajib Nasi Goreng yang Tak Tergantikan
a day ago

5 Cara Kreatif Pakai Es Batu untuk Urusan Rumah Tangga
a day ago

Fungsi Tersembunyi Topi dan Seragam Koki yang Jarang Diketahui
2 days ago

Rahasia Warung Madura Selalu Buka 24 Jam Nonstop
2 days ago

Hitung-hitungan Biaya Sekolah Swasta vs Negeri Saat Musim PPDB
2 days ago

'Madu' dan Susu Kental Manis: Jebakan Gula di Meja Makan
3 days ago

Kacamata Bukan Cuma Buat Mata Minus, Tapi Penunjang Gaya Trendy
3 days ago





