Ceritra
Ceritra Warga

Bukan Cuma di Laut, Peneliti Temukan Mikroplastik di Garam Dapur yang Kita Konsumsi Tiap Hari.

Refa - Thursday, 29 January 2026 | 06:30 PM

Background
Bukan Cuma di Laut, Peneliti Temukan Mikroplastik di Garam Dapur yang Kita Konsumsi Tiap Hari.
Garam (pexels.com/Tara Winstead)

Microplastik: Dari Laut ke Keran, Dan Ke Botol

Mikroplastik bukan cuma nyebar di samudra, tapi juga menempati ruang di garam dapur dan botol minum kita. Ini bukan sekadar statistik, tapi kenyataan yang terkapar di piring, meja, dan bahkan di selang air.

Garam laut, biasanya dipilih karena rasa asin yang menonjol, ternyata punya kandungan mikroplastik yang tidak kalah seru (atau malah mengecewakan). Seorang peneliti di University of Canterbury menemukan partikel plastik di garam laut yang dikonsumsi setiap hari. Bayangin, setiap kali kamu menambah garam di masakan, mungkin saja kamu sedang menambah mikroplastik ke dalam tubuhmu.

Ironi: Botol Menjadi Pembawa Plester

Jika kamu pikir botol plastik hanyalah wadah, pikir lagi. Proses pengemasan air minum seringkali justru memicu pelepasan partikel plastik ke dalam isi botol. Laporan ilmiah baru-baru ini menilai bahwa hampir setengah volume mikroplastik yang ditemukan di air minum kemasan berasal dari lapisan pelapis botol itu sendiri. Jadi, di satu sisi, botol menjauhkan air dari kontaminan luar, tapi di sisi lain, ia mencemari air itu sendiri.

Studi yang dipublikasikan di jurnal Environmental Science & Technology menemukan rata-rata 20-40 mikroplastik per liter di botol minum, tergantung merek dan lokasi. Sementara itu, air keran yang sering dianggap lebih "alami" umumnya memiliki tingkat mikroplastik yang lebih rendah, sekitar 1-3 partikel per liter. Namun, perbedaan ini tidak berarti botol aman; hanya bahwa keran juga bukan bebas dari kontaminasi.

Berapa Banyak yang Kita Ternak?

  • Menurut data, rata-rata orang Indonesia mengkonsumsi 2-3 liter air per hari. Jika 20 mikroplastik per liter (botol), maka satu hari saja bisa masuk 60 mikroplastik.
  • Untuk air keran dengan 1-3 partikel per liter, jumlahnya bisa 2-9 mikroplastik per hari.
  • Jika hitung total garam per hari (sekitar 5 gram), dan tiap gram garam mengandung 0,1 mikroplastik, maka kamu menambah sekitar 0,5 mikroplastik per hari.

Hasilnya, perbandingannya cukup dramatis: 60 mikroplastik per hari lewat botol versus 9 per hari lewat keran. Tapi jangan cepat marah, karena jumlah ini masih tergolong kecil bila dibandingkan dengan mikroplastik total yang kita serap dari makanan lain, seperti seafood.

Logo Radio
🔴 Radio Live