Bantul Diguncang Gempa Tektonik M 4,5, Getaran Terasa Hingga Yogyakarta


Wilayah Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kembali diguncang gempa bumi tektonik pada Selasa (27/1/2026) siang. Guncangan yang terjadi secara tiba-tiba ini membuat aktivitas warga terhenti sejenak. Berdasarkan pantauan di lapangan, getaran dirasakan cukup kuat hingga memicu kepanikan di beberapa titik keramaian dan pemukiman penduduk.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah merilis data resmi terkait parameter gempa tersebut. Peristiwa ini menambah daftar aktivitas kegempaan di wilayah selatan Jawa yang memang dikenal aktif secara tektonik.
Berikut adalah 3 fakta utama terkait peristiwa gempa yang baru saja terjadi:
1. Kepanikan Warga di Siang Bolong
Guncangan yang terjadi pada siang hari saat masyarakat sedang sibuk beraktivitas memicu respons spontan. Sejumlah warga di wilayah Bantul dilaporkan panik dan berlarian keluar rumah serta bangunan perkantoran untuk menyelamatkan diri ke area terbuka. Kepanikan ini dipicu oleh getaran yang terasa menghentak kuat (strong shaking) meskipun durasinya relatif singkat. Warga memilih bertahan di luar ruangan beberapa saat untuk memastikan kondisi benar-benar aman dari gempa susulan.
2. Parameter Gempa M 4,5
Berdasarkan analisis BMKG, gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M 4,5. Pusat gempa atau episenter terdeteksi berada di darat wilayah Bantul. Karakteristik gempa darat dengan kedalaman dangkal seperti ini memang memiliki efek guncangan yang lebih signifikan dirasakan oleh masyarakat di permukaan dibandingkan gempa yang berpusat jauh di tengah laut, sehingga wajar jika getarannya terasa hingga ke wilayah sekitar seperti Kota Yogyakarta, Kulon Progo, dan Gunungkidul.
3. Imbauan Tetap Tenang
Meskipun sempat menimbulkan kepanikan, BMKG memastikan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami karena pusatnya berada di daratan. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Sangat disarankan untuk memeriksa kondisi bangunan tempat tinggal guna memastikan tidak ada retakan atau kerusakan struktur yang membahayakan kestabilan rumah sebelum kembali masuk ke dalam ruangan.
Next News

Dukcapil Sebut Aquarius Paling Langka di Indonesia, Jumlahnya Cuma 20 Juta Orang
in 14 minutes

Bukan Disney, Inilah Lagu Mocca yang Viral di Sekolah Luar Negeri
4 hours ago

Bukan Sekadar Tren, Ini Alasan Anak Muda Hobi Kerja di Kafe
2 hours ago

Target 5.000, Tercapai 10.000 dalam 7 Jam, Kisah Viral di Balik Gerakan Wenanam Jerhemy Owen
7 hours ago

Kenapa Lagu-lagu Galau Selalu Laris Manis? Psikologi di Balik Musik Patah Hati
9 hours ago

Tahukah Kamu Foto Proklamasi Hampir Tak Pernah Ada? Ini Kisah di Baliknya
7 hours ago

Bukan Magnet, Ini Alasan Asli Pesawat Tak Lewat di Atas Ka'bah
7 hours ago

Jangan Langsung Buka Sosmed Lakukan Ini Biar Pagi Kamu Lebih Happy
18 hours ago

Kenapa Rasa Takut Bisa Menumpul? Psikologi Warga yang Terbiasa dengan Bahaya Setiap Hari
7 hours ago

Kenapa Ada Orang yang Makan Banyak Tapi Tetap Kurus? Ini Penjelasan Ilmiahnya
6 hours ago





